
Setelah Rafa menemui Rendra, saat dalam perjalanan pulang Rafa mendapat telpon dari dokter Yoga yang menyampaikan tentang kesehatan pak Danu ayahnya Atika yang sudah pulih total dan sudah boleh pulang.
Rafa lega dan senang mendengar kabar tersebut, usahanya untuk membuat Atika bahgia, tidak sia-sia. Karena kebahagian Atika ada pada sang ayah, yang berharap sejak lama ayahnya bisa sembuh dan bicara normal seperti sedia kala.
Namun apalah daya, Atika yang tidak memiliki apa-apa, kehidupan yang miskin dan serba kekerangan, membuat ia tak berdaya bisa sepenuhnya bisa membawa ayahnya untuk berobat dengan perawatan yang cukup.
Namun Atika tidak pernah menyerah dengan cobaan dan krnyataan pahit yang ia jalani, selalu tegar, ikhlas, dan sabar.
"Atur kepulangan pak Danu, dan rahasiakan kepulangan beliau dari Atika, aku akan membuat dedikit kejutan di hari bahagianya ini, ucap Rafa pada Dewa, yang fokus menyetir.
" Siap bos, apa anda ingin kejutan di suatu tempat, atau di mansion saja.
"Di mansion saja, dan aku akan, meminta momy membawa Atika keluar, selama kau persiapan di mansion.
"Sesuai keinginan anda bos, dan akan saya atur sebaik mungkin, sahut Dewa,
"Suruh orang kita juga membawa Bibi Lana ke mansion, aku ingin orang-orang yang berharga dalam hidup Atika hadir saat pak Danu kembali, ucap Rafa lagi tak ingin Atika sedih larena sosok Bibi Lana juga adalah suatu yang berarti bagi Atika.
"Siap bos, ucap Dewa paham.
Mobil pun nemasuki halaman mansion, Rafa dan Dewa pun turun, senyumnya mengembang saat orang yang di cintainya menyambut kepulangannya, dengan senyum manis dan itu membuat Rafa dalam sekejap lupa dengan rasa lelah seharian ini.
" Menunguku hm?? tanya Rafa mengandeng mesrah Atika yang tersenyum merekah pada Rafa.
__ADS_1
"Mandilah duli, setelah itu kita makan malam, dan kamu Wa, jangan pergi dulu, kita akan makan bersama di sini, ucap Atika yang juga mengingatkan Dewa.
"Tapi.. Ucapan Dewa terhenti saat Rafa melotot pada Dewa, yang ingin langsung pergi, Rafa tak suka jika keinginan Atika di tolak siapa pun.
" Baiklah Nona, ucap Dewa menelan ludahnya kasar, saat melihat tatapan tajam dari bosnya itu.
Atika tersenyum, ia senang karena Dewa tidak menolak, jujur Atika begitu menghargai Dewa, bukan hanya karena sebagai asisten pribadi kekasihnya, tapi Atika sudah menganggap Dewa seperti kakak laki-lakinya, karena menurut Atika, Dewa selalu memperhatikannya selayaknya seorang Adik.
Rafa yang sudah bersih dan rapi, turun ke bawah dan mendapati semua orang sudah menunggunya untuk makan malam.
Di sela makan malam, Aliando yang mengira Rafa sudah cerita pada Atika tentang Celi, menanyakan keadaan Celi dan membuat acara makan malam itu sedikit tegang.
"Rafa bagai mana pertemuanmu dengan Celi?? tanya Aliando sambil mengunyah makanannya.
Atika yang reflek melepaskan sendok makannya hingga berdenting nyaring, membuat Rafa saling pandang dengan momy nya.
Felix yang geram pada suaminya, langsung menginjak kaki suaminya di bawah meja, karena sudah merusak makan malam yang tadinya hangat, jadi berubah tegang.
" Auu, kenapa menginjak kaki dady, Aliando mengeluh sakit karena Felix cukup kuat menginjak kaki Aliando karena tidak melihat situasi.
"Tidak ada yang istimewa, dan aku sudah bicara serius pada Celi, dan kami sudah tidak ada hubungan apa pun kecuali hanya sebatas teman, ucap Rafa yang sengaja, ia tahu Atika merasa tidak nyaman dengan pertanyaan dady nya.
" Bisa tidak membahas yang lain saja, ucap Felix yang tak ingin Atika sedih, siapa pun itu, pasti akan merasa tak nyaman bila membahas soal mantan, pikir Felix.
__ADS_1
"Santai saja tante, Atika ngak masalah, justru lebih baik Atika dengar sendiri dari kalian dari pada dari orang lain, ucap Atika berusaha tenang, tak ingin Rafa merasa serba salah, dan keadaan saat ini juga sudah berubah, dan Atika tidak ingin bersikap egois.
"Ah momy, Atika saja tidak masalah, tapi momy sudah menginjak kaki dady, ucap Aliando tak terima kakinya jadi korban, kebringasan istrinya itu.
" Rasain, udah tua tapi ngak bisa lihat situasi kalau ngomong, main ceplos aja, ucap Felix yang tak peduli dengan suaminya yang merasa kesal.
"Makasih sayang, ucap Rafa pada Atika yang selalu bersikap dewasa dalam menanggapi situasi apa pun.
" Tak apa, lagi pula Celi juga pantas mendapatkan kebahagiaanya, dan Atika tak ingin egois, dan seandainya itu juga terjadi pada Tika, siapa yang tahu Tika akan melakukan hal lebih dari pada Celi.
"Atika bisa merasakan bagai mana perasaan Celi, sebagai perempuan yang punya sisi hati lemah, tentu menerima kenyataan yang sangat membuat kita terpuruk tidaklah mudah melewatinya, di saat semua orang membenci kita, menjauhi kita, bahkan menghina kita.
Hidup tidak bisa kita tebak, tak ada orang yang menginkan hal yang buruk terjadi pada kita, yang ada pasti hanya harapan untuk bahagia dan hidup damai, tapi sebagian orang menilai, nasib buruk, kemiskinan, dan ketidakmampuan seperti kesalahaan yang begitu fatal kita lakukan, sehingga tanpa punya rasa, dan hati nurani, memojokkan, menyalahkan, menghina, mencemooh, orang yang sama sekali tidak bersalah, seolah nasib buruk, dan kemiskinan itu adalah sebuah kesalahan, ucap Atika panjang lebar membuat semua orang terharu.
Felix yang pernah merasakan semua ucapan Atika, meneteskan air matanya, memeluk Atika hangat, sungguh baginya Atika memiliki pemikiran yang sama seperti dirinya, yang selalu sabar dan tabah.
Sementara Aliando merasa terpukul, mendengar ucapan Atika, yang dulunya pernah melakukan hal yang sangat buruk pada istrinya, sama seperti ucapan Atika, yang mengatakan seolah kemiskinan dan kekurangan adalah kesalahan, hingga membuat ia sempat gelap mata memperlakukan istrinya tak wajar, bahkan menghinanya berkali-kali.
Aliando yang merasakan sesak di dadanya, mengingat kelakuannya dulu, yang pernah menyakiti sang istri, beranjak daru duduknya, pergi menuju kamarnya, felix yang melihat suaminya pergi, paham dengan sikap suaminya yang tiba-tiba pergi, karena selama ini, penyesalan itu masih sulit untuk di lupakan suaminya, tapi lagi dan lagi, Aliando tertampar dengan ucapan calon mantu mereka.
Next.
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.