Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Demi Kebaikanmu.


__ADS_3

Felix menatap Rafa terlihat bahagia, saat tiba dari ruangan dokter Mira. Entah apa yang di sampaikan dokter Mira pada Rafa, hingga membuat Rafa terlihat lega dan bahagia.


"Apa yang di katakan dokter Mira??


" Mom, janin Atika bisa bertahan, dan sangat kuat mom, karena senangnya Rafa pun memeluk momy nya, dan bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan pada mereka.


"Momy bahagia mendengar kabar ini sayang, dan ke depannya kamu dan Atika harus lebih hati-hati, dan tetap damai ya sayang.!


" Maaf mom, mungkin ini akan bertentangan bagi momy, Rafa masih ingin membuat Atika menghargai keselamatan dan nyawanya, dan hal seperti ini tidak akan terulang lagi.


"Apa itu tidak membuat Atika tertekan sayang?? momy nggak mau kalau terjadi sesuatu lagi pada Atika.!


" Aku hanya membuat Atika menyadari betapa mahalnya kepercayaan mom, bukan memberinya hukuman berat, dan itu akan jadi pelajaran untuk nya.!


"Tapi jangan terlalu keras dan membuat Atika semakin tertekan, Aliando mengingatkan Rafa, bagai mana pun yang di alami Atika adalah musibah, dan orang-orang picik di luar sana, terlalu iri melihat kebahagiaan orang lain.


" Iya Dad, Rafa tahu itu, dan ayah, maaf kalau Rafa bersikap seperti ini, merasa tak enak hati pada ayah mertuanya.


"Ayah yakin, kamu melakukan itu untuk kenaikan Atika, jangan memikirkan ayah, dan ayah setuju dengan pendapat kamu, agar Atika bisa lebih menghargai.


" Terima kasih atas kepercayaan ayah, mungkin Atika akan berpikir aku kejam, tapi ini demi kebaikannya.


"Ya sudah, kalau begitu kamu temui Atika, meski kamu punya niat seperti itu, jangan menghindarinya, agar Atika semakin bisa melihat betapa besar perhatian dan kasih sayangmu pada nya, Felix selalu berusaha agar putra dan menantunya bisa akur dan berbaikan.

__ADS_1


Rafa pun masuk ke dalam ruang rawat Atika, saat masuk Atika masih terlelap, hatinya sakit melihat mata sembab Atika, di tambah memar di wajahnya masih belum hilang, membuat Rafa teringat pada ketiga gadis yang menganiaya istrinya itu.


"Kalian akan membayar mahal semua ini, dan aku akan membuat kalian lebih menderita dan sakit dari yang di alami istriku.!! geram Rafa, rahangnya pun mengeras, jarinya terkepal, menahan amarahnya, dan saat waktunya tiba ia tidak akan mengampuni para gadis itu.


Rafa pun mendekati ranjang Atika, tangannya terulur menyentuh wajah Atika yang memar, Dada nya sesak, mengingat kejadian malam itu, membuat nya sulit bernafas, berharap istrinya baik-baik saja, tapi kenyataan berkata lain.


"Maaf kalau membuatmu sedih karena sikapku, aku melakukan itu demi kebaikanmu, kamu mungkin berpikir aku kejam, dan tak perduli lagi pada mu, tapi karena aku sangat menyayangimu, dan takut kehilanganmu, mengungkapkan isi hatinya, sembari mengelus wajah dan kepala Atika lembut, agar tidur Atika tidak terusik.


Rafa pun duduk di sofa, memandangi Atika yang terlelap pulas, sekelebat bayangan melintas di benaknya, teringat awal pertemuan Atika dan Rafa.


Pertemuan yang di awali kekesalan dan kebencian, hingga berakhir bersama, dan kini menjadi Milik nya seutuhnya.


Sebelum Rafa jatuh hati pada Atika, Rafa sempat menyesali perlakuannya pada Atika saat itu. Atika yang terlihat ceria di luar, tapi menyimpan banyak kesedihan, dan berusaha tegar, padahal beban hidupnya sangat berat, dan berdiri sendiri di atas tumpuan penderitaan hidup, hingga Rafa merasa bersalah kala itu, telah menyakiti perasaan Atika, yang begitu polos dan penuh cobaan hidup.


Atika yang melihat suaminya duduk di sofa, tak berani menyapa Rafa, Atika tahu suaminya masih marah dan belum memaafkannya.


Rafa berdiri dari duduk nya, berjalan mendekati Atika, lalu mengambil air minum di atas nakas, menyodorkan pada Atika, tanpa bicara sepatah kata pun, membuat Atika ingin sekali menangis, sikap datar dan dingin Rafa, begitu menyiksanya, tapi Atika terima semua itu.


Setelah Atika selesai minum, Rafa kembali membaringkan Atika, dan masih tetap diam saja. Namun sedetik kemudian Atika bicara pada Rafa, tidak menjawab namun melakukan apa yang di inginkan Atika.


"Aku mau ke kamar mandi mas.!


Mendengar Atika yang mau ke kamar mandi, Rafa langsung sigap menggendong Atika ke kamar mandi, Atika menatap wajah Rafa sebentar, karena Rafa tak sedikit pun menoleh pada Atika dan bersikap datar.

__ADS_1


Rafa pun kembali membawa Atika ke atas ranjang nya, saat Rafa ingin membaringkan Atika lagi, Atika pun langsung menepis pelan tangan Rafa.


"Aku bisa sendiri mas.!


Rafa tak merasa keberatan sedikit pun, saat Atika bicara begitu, Rafa kembali duduk di sofa, lalu mengambil ponselnya, dan pura-pura sibuk dengan benda itu.


Sementara Atika hanya menatap Rafa dengan mata yang berkaca-kaca, mengira kalau ia berkata seperti itu, Rafa terpancing dan mau bicara, ternyata tidak sama sekali, membuat hati Atika hancur, dan ingin sekali pergi dari tempat itu, karena tak sanggup di perlakukan sedingin itu oleh suaminya sendiri.


Akhirnya Atika pun berbaring, sengaja membelakangi Rafa tidur dengan posisi miring, Atika menangis dalam diam, berpikir kalau suaminya marah sangat menyeramkan dan tega, Atika pun berpikir seolah kejadian ini adalah keinginan Atika, dan siapa pun orang nya tidak ada yang menginginkan kejadian buruk terjadi pada nya, dan meski pun ia salah karena sudah melanggar perintah suaminya, dan nekat keluar tanpa pengawal, Atika sama sekali tidak mengharapkan kejadian ini terjadi pada nya. Hanya karena orang-orang itu begitu membencinya, dan sirik dengan kehidupannya yang sekarang, hingga melakukan perbutan keji pada nya. Apakah aku pantas di perlakukan demikian?? Atika pun menangis pilu, seolah merasa tak adil buatnya.


Rafa yang melihat punggung Atika bergetar, tahu kalau Atika menangis. Sebenarnya Rafa tak tega, dan ingin sekali menenangkan istrinya itu, tapi Rafa tetap pada pendiriannya, dia tidak mau berlaku tegas setengah-setengah, meski pun ia juga merasakan sakit, demi kebaikan istrinya, ia harus bisa berkorban sedikit, bersikap tega, meski merasa sakit.


Karena lelah menangis, Atika pun terlelap kembali, Rafa yang melihat istrinya sudah tenang, dan terdengar nafas yang beraturan, menandakan istrinya sudah terlelap, Rafa pun menyelimuti istrinya itu, lalu ia mengelus lembut rambut Atika, dan mencium kening Atika pelan, agar tidak menganggu tidur lelap Atika.


"Kamu tahu, aku juga tersiksa dengan keadaan ini, tapi aku mau kamu bisa memilah hal yang penting dan keselamatanmu, karena dengan demikian, kamu akan lebih bisa menghargai hidup dan juga nyawamu.


" Maaf, maafkan aku, kalau kamu menilai ku keras dan tega, itu karena aku mencintai dan menyayangimu, karena aku ingin menua bersamamu, bersama anak kita, dan keluarga kecil kita, bagiku adalah kebahagiaanmu yang lebih utama, bukan kesenangan semata, karena hidup hanya sekali, dan kita harus menikmatinya dengan kebahagiaan tersendiri.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya guys, jempol-jempolnya mana, Arthor butuh dukungan kalian semua, thanks.


Salam Arthor🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2