Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kehangatan Keluarga.


__ADS_3

Rafa dan yang lainnya pun pergi meninggalkan pabrik, dan sebelum pulang ke Vila, Rafa sudah menyiapkan tempat yang cukup baik untuk mereka menikmati kebersamaan mereka.


"Dewa.!! sudah beres apa yang saya katakan tadi??


" Sudah bos, dan kita bisa langsung meluncur ke sana, sahut Dewa cepat.


"Baiklah, kita langsung ke sana.!


" Kita mau kemana lagi sayang?? tanya atika yang melihat tujuan dan jalan yang mereka tempuh tidak menuju Vila.


"Nanti juga kamu tahu kok, dan tentunya ini untuk istriku dan juga baby, kita akan menikmati kebersamaan dengan ayah, aku tahu kamu sangat merindukan ayah kan??


" Terima kasih sayang, ucap Atika tersenyum manis, sungguh ia begitu bangga pada suaminya, yang selalu menghargai dan memperhatikan ayahnya, seperti orang tuanya sendiri.


"Tapi tidak gratis loh, ucap Rafa mengedipkan sebelah matanya, menggoda isterinya.


" Apaan sih, mesum tahu, ucap Atika malu dan memukul lengan Rafa pelan.


Rafa tertawa gemas, melihat istrinya malu-malu, dan itu membuat Rafa tidak tahan, ingin sekali mencium bibir Atika yang membuatnya selalu candu.


"Ingat ya, ini tidak gratis, ucap Rafa berbisik di telinga istrinya dan mengigit kecil telinga Atika, membuat Atika melotot, karena suaminya tidak melihat tempat.


"Sepertinya aku butuh deh bantuan momy, ucap Atika membuat Rafa menoleh terkejut.


"Jangan dong sayang, bisa-bisa momy menerkam suami tercinta mu ini, apa kamu tega kalau momy menendang bokong ku lagi??


" Makanya jangan mesum"


"Ok, aku menyerah, ucap Rafa pasrah.


Atika terkekeh geli, melihat wajah suaminya yang lesu, sebenarnya ia tidak serius, hanya mengerjai suaminya yang mesum ketulungan itu.


Tak lama mereka sampai di tempat yang mereka tuju, dan Rafa pun mengajak istrinya turun, dan dady, momy dan ayah mertuanya juga turun dari mobil yang satunya lagi.


"Wah tempatnya bagus, ucap felix yang begitu menyukai tempat itu.


" Putra kita sepertinya sudah mempersiapkan ini jauh sebelum kita kemari mom, ucap Aliando bangga.

__ADS_1


"Yah, momy senang karena putra kita begitu perhatian pada keluarga Dad, ucap felix juga bangga.


"Ayo kita masuk mom, Dad, ayah, ucap Rafa mengajak ketiga sosok yang begitu ia hormati itu.


Mereka pun mengangguk paham, dan berjalan masuk ke dalam, mereka akan menikmati kebersamaan dan kehangatan keluarga yang sempat tertunda.


Pak Danu yang melihat tempat itu pun, sungguh terkagum, saat melihat tulisan yang tertuju pada putrinya dan juga calon cucunya.


"UNTUK ISTRIKU TERCINTA, DAN CALON BABY PAPA, DAN KELUARGAKU TERCINTA, MOMY DADY, DAN AYAH"


"Sayang terima kasih, ucap Atika meneteskan air mata haru.


" Berbahagialah sayang, dan tetaplah bertahan di sisiku, dan jadilah ibu dan istri yang penuh cinta untukku dan anak kita nanti, ucap Rafa mencium kening Atika lembut.


"Dady bangga padamu Son, dan dady berharap kau selalu bisa membahagiakan kami semua, ucap Aliando menepuk bahu Rafa, ia sangat kagum akan perlakuan puteanya itu.


" Momy selalu berdoa, dan selalu meminta yang terbaik untuk keluarga kita, ucap felix memeluk hangat putra dan menantunya itu.


"Terima kasih nak Rafa, ayah sangat terharu dengan ini, dan Terima kasih juga sudah begitu besar menyayangi putri ayah dengan tulus, dan menghormati ayah, ucap pak Danu ikut terharu.


Rafa memeluk Atika yang menangis dalam dekapannya, ia tahu istrinya pasti mengingat almarhum ibu mertuanya.


"Sudah sayang, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih, dengan mengingat ibu, tapi aku tahu kamu pasti sangat merindukan ibu kan, besok kita akan mengunjungi ibu, dan kita akan memberitahu kabar gembira, karena baby cucu ibu sudah ada di sini, ucap Rafa mengelus lembut perut Atika yang sudah sedikit membuncit itu.


" Sudah, nggak ada yang perlu di sedih kan lagi, kita makan dulu, karena momy sudah lapar, ucap felix membuat semua orang tersenyum.


Mereka pun menikmati makan malam yang sudah tersedia rapi di meja yang lumayan besar, berbagai menu makanan ada di sana, dan Atika yang selera makannya naik semenjak melewati trisemester kehamilannya, begitu antusias dan sangat bersemangat dan lahap menikmati makanan yang cukup lezat itu.


"Pelan-pelan sayang, nanti keselek loh, ucap Rafa yang melihat istrinya begitu bersemangat.


" Makanannya enak sayang, dan sesuai dengan selera ku dan baby, ucap Atika dengan mulut yang penuh makanan, membuat semua yang melihatnya terkekeh lucu, karena sangat belepotan makannya.


"Tentu, dan kalau masih mau kita bisa pesan lagi, ucap Rafa, membuat Atika mengangguk semangat.


" Aku pengen jus mangga sayang, ucap Atika lagi.


"Dewa pesan kan jus mangga untuk istriku, ucap Rafa, membuat Dewa memutar bola matanya malas, padahal ia juga masih menikmati makanannya, kan jarang-jarang juga ia bisa menikmati makanan selezat ini.

__ADS_1


" Sesuai perintah anda bos, ucap Dewa malas.


Tak lama jus yang di minta Atika pun selesai dan seorang pelayan mengantarkan ke meja mereka.


"Silahkan Nona, ucap pelayan itu sopan.


" Terima kasih, sahut Atika lembut, dan pelayan itu pun tersenyum manis, merasa Atika sangat lembut dan baik, karena selama ini para pelayan itu melihat para orang kaya hanya bicara ketus dan sangat sombong, namun Atika sangat berbeda.


"Ibu hamil, nggak baik terlalu kekenyangan sayang, ucap pak Danu mengingatkan Atika, yang sangat banyak makan dan minum jus.


" Ah ayah, Atika lagi senang gini malah di omelin, ucap Atika meruncingkan bibirnya sedikit kesal.


"Ayah benar sayang, nanti kamu jadi sesak bernafas loh, dan itu membuatmu tak nyaman, ucap Rafa agar istrinya paham.


" Kamu nggak ikhlas ya aku makan makanan ini?? ucap Atika jadi salah paham, karena suaminya ikut mengingatkannya.


Rafa pun hanya menghela nafas, ia takut istrinya ngambek, apa lagi semenjak hamil istrinya suka sekali ngambek nggak jelas, membuat Rafa kadang pusing sendiri.


"Atika sayang, yang di katakan pak Danu dan suami mu benar loh, nanti kamu nya sendiri yang kesusahan sayang, bukannya melarang kamu, kami justru senang kamu makan banyak, cuma harus di batasi, ucap felix dan Atika mengangguk paham.


" Udah paham sayang maksudku?? ucap Rafa dan Atika tersenyum mengangguk.


"Manja sekali, ucap pak Danu, membuat Atika merengek manja.


" Iih ayah, sayang, ayah ngelek aku, adunya pada Rafa, agar di bela suaminya.


"Ayah hanya bercanda sayang, gitu aja ngambek, ucap Rafa, mengelus lembut kepala Atika.


" Kalian ini bisa-bisanya ya, membuat mantu dady kesal, ucap Aliando membela Atika.


Mereka pun tertawa senang, karena kehangatan keluarga sangatlah penting, dan tentunya membangun keharmonisan keluarga, apa pun kesibukan kita di luar sana, keluarga tetap nomor satu dan yang paling utama.


Bersambung


Jangan lupa jejaknya ya Guys.


Salam Arthor.

__ADS_1


__ADS_2