
Felix langsung tak sadarkan diri saat menerima kabar dari pihak kepolisian.
Aliando yang juga merasa aneh dengan sikap putranya, semenjak persta perayaan ulang tahun perusahaannya.
Saat Aliando masih menunggu dokter yang menangani Rafa, Aliando mengajak Dewa ke ruang lain untuk bicara.
"Dewa.!! ada yang ingin ku tanyakan padamu, Aliando berjalan ke arah ruang lain dan di ikuti Dewa dari belakang.
" Katakan.!!!
Dewa menelan salivanya kasar, saat merasakan aura intimidasi, serta tatapan tajam seolah menghunusnya.
"Maaf tuan.! saya tidak berani cerita tentang privasi tuan muda, Dewa menunduk, tak berani bersitatap pada Aliando dengan aura menyala, yang terlihat jelas di wajah tuannya.
" Kau.!! tunjuk Aliando geram, karena Dewa tak mau mengatakan yang sebenarnya.
Dewa pun semakin ciut, saat melihat rahang Tuannya itu mengeras.
"Tampaknya,, kau harus ku tendang dulu baru bicara.!!
Dewa pun semakin takut, karena Aliando berjalan ke arahnya.
" **,,,tuan,, ucap Dewa gelagapan saat melihat Aliando berjalan dan menggulung tangan kemejanya, seolah memberi ancang-ancang, akan menyerang Dewa.
"Apa,,!! masih tidak mau bicara hm?? tanya Aliando sudah menjulurkan tangannya ingin mencekik Dewa.
" Aa,,ampun tuan,, saya akan bicara.! ucap Dewa cepat sebelum ia mati tercekik di tangan Tuannya itu.
"Bagus..!!! Aliando menyeringai, menatap Dewa dengan sorotan semakin tajam.
" **,,tuan Rafa frustasi karena Nona Celi, dan hubungan mereka saat ini sedang tidak baik-baik saja, ucap Dewa jujur.
"Kalau hal itu, aku tahu bodoh.!!
Dewa pun bingung, lalu apa yang ingin di ketahui Tuannya ini, pikir Dewa.
__ADS_1
" Sejak kapan putraku mengenal Alkohol.!!! dan kenapa kau tak memberitahukannya denganku, kalau Rafa sudah berani menyentuh alkohol?? Aliando bertanya, dan ia sempat terkejut saat, mendengar laporan dari pihak kepolisian, bahwa putranya mengendarai mobil, dalam keadaan mabuk berat, dan itu juga membuat Felix pingsan, karena putranya celaka karena terlalu banyak minum alkohol.
Dewa pun menggeleng, karena ia juga sama sekali tak tahu akan hal itu, dan jujur, selama bekerja sebagai asistennya Rafa, tuan mudanya memang tidak pernah menyentuh alkohol, bahkan ia selalu mengingatkan bila Rafa sering di tawari oleh teman bisninsnya, dan Dewa selalu sigap melarang hal itu.
"Kalau masalah alkohol, saya sama sekali tidak tahu tuan, karena selama saya, bersama dengan tuan muda saya selalu ingatkan tentang hal itu, dan untuk yang terjadi saat ini, saya benar-benar tidak tahu menahu.
"Karena tuan Rafa pergi tanpa saya, makan malam bersama rekan bisnis, dan saya di perintahkan Tuan muda pergi ke kota C, melihat perkembangan proyek di sana, ujar Dewa jujur, dan tak ada yang di tutupi.
Aliando yang melihat wajah serius Dewa pun yakin, kalau Dewa tidak berbohong, dan ia pun percaya akan kejujuran Dewa.
"Tapi saya akan tanyakan nanti pada sahabat tuan muda, mungkin saya bisa dapat informasi dari sana, ucap Dewa lagi meyakinkan tuannya itu.
" Baiklah,,, aku percaya padamu, dan secepatnya laporkan padaku, serta urus semua kerugian yang terjadi di TKP, saya tidak mau orang-orang menganggap aku tidak bertanggung jawab, walau pun ini hanya kecelakaan, Aliando berkata, serta berjalan keluar ruangan itu, dan kembali duduk di kursi tunggu, karena jujur ia mencemaskan dua orang sekaligus.
Putranya masih di tangani dokter, sementara ia meninggalkan istrinya yang terbaring sedih di rumah, karena shok akibat kabar kecelakaan putra mereka.
Akhirnya dokter pun selesai mengani Rafa, dan keluar dari ruangan itu, untuk memberitahu keadaan pasien pada keluarganya.
"Bagai mana putra saya dok.??
tanya Aliando, saat melihat dokter keluar dari ruangan putranya.
" Maksudnya dok.?? tanya Aliando panik, saat mendengar kalimat dokter yang mengatakan keadaan putranya cukup serius.
"Benturan yang terdapat di kepala bagian belakang tuan muda cukup keras, darah yang membeku sudah kami bersihkan, tapi..
" Tapi apa dok.!! Aliando langsung menyela, karena takut terjadi sesuatu pada putranya.
"Ini masih perkiraan dan diagnosa kami tuan, dan kita berharap itu tidak akan terjadi.
" Katakan yang sebenarnya, jangan membuatku takut dan hawatir.!!! ucap Aliando sedikit meninggikan suaranya.
"Kemungkinan tuan muda akan mengalami kelumpuhan otak, tapi kami akan berusaha agar tuan muda akan melewati masa kritisnya dalam jangka beberapa waktu, kalau tuan muda mengalami koma, itu bisa membuktikan diagnosa kami tidak akan salah, saya sarankan jangan dulu terlalu banyak menjenguk tuan muda, agar tidak menganggu dan mendukung upaya kami, ucap dokter itu menjelaskan secara detail.
Mendengar penuturan dokter itu, Aliando langsung terduduk lemah, air matanya menetes deras, membayangkan keadaan putranya, dan ia harus bagaimana mengatakan hal ini pada Felix istrinya, mami dan papinya.
__ADS_1
Hanya mendengar berita kecelakaan saja, sudah membuat istriku shok, bagai mana kalau ia tahu keadaan putra kesayangannya sedang tidak baik-baik saja.
Oh Tuhan,, ujian apa lagi ini?? batin Aliando menjerit.
Aku bahkan tak sanggup untuk berbohong pada istriku, yang ada ia akan membenciku, karena telah menutupi yang sebenarnya, apa yang harus ku lakukan?? batinya bertanya.
Celi yang sudah mendapat kabar tentang kecelakan Rafa, tak bisa membendung tangisnya.
Bahkan Celi senpat tak sadarkan diri, karena sangat terkejut dengan berita itu.
Levi dan Yayuk yang belum tahu, apa hubungan putrinya dengan putra Pratama Widodo itu, binggung,, kenapa putri mereka begitu histeris hingga pingsan, akibat berita yang sangat beredar di media saat ini.
Lili yang sudah di rumah Celi, langsung di cecar Levi dan Yayuk, dan ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Lili yang tak bisa lagi mundur, karena berada di tempat yang sangat mengintimidasinya, apa lagi tatapan-tatapan serius membuat ia harus menceritakan yang sebenarnya.
Lili pun menceritakan dari awal sampai keadaan yang saat ini terjadi, dan karena juga sangat iba melihat Celi masih belum sadar, membuat Lili menangis sendu.
Levi dan Yayuk pun saling pandang, saat sudah mendengar cerita Lili, sungguh putri mereka itu penuh teka-teki menurut suami istri itu, dan mereka tak bisa banyak ikut campur masalah Celi, karena bila Celi yang tidak lebih dulu cerita pada mereka, maka Levi dan istrinya tak ingin membuat putri kesayangannya itu, tertekan karena sifatnya yang tak ingin hidup yang terlalu di atur dan selalu apa adanya.
Celi pun sadarkan diri, ia melihat ke sekelilingnya, mengumpulkan kesadaran penuh.
Saat ia sudah menyadari dan mencerna segalanya, Celi pun menatap Lili dengan tangis yang kembali pecah.
Yayuk pun menghampiri putrinya itu, membelai lembut rambut Celi, memberinya ketenangan dan semangat.
Celi pun menangis di pelukan momnya, tak tahu apa yang ingin ia katakan, hanya lewat air mata dan tangisnyalah, menunjukkan ia sangat bersedih dan tidak baik-baik saja.
Yayuk yang paham dengan perasaan Celi saat ini, tak bisa berbuat banyak, karena mengajak Celi untuk cerita dalam keadaan sedih, tidak akan membuahkan hasil dan waktunya belum tepat.
Hanya memberi ketenangan, agar Celi tidak berpikir untuk menyalahkan dirinya, karena Yayuk yakin sesuai cerita Lili tadi, Celi akan merasa bersalah karena hunungannya dengan Rafa tidak baik belakangan ini.
"Semua akan baik-baik saja sayang,, tenangkan dirimu, jangan berpikir yang membuatmu terpuruk, besar dan kecilnya masalah, tetap ada penyelesaiannya, ucap Yayuk agar Celi bisa lebih tenang dan berpikir luas, mencerna segalanya dengan kepala dingin, dan paling utama, menata hati agar tidak terjerumus ke lobang yang sama, karena salah dalam melangkah.
Next
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak ya Guys
Salam Arthor.