
Rafa dan Atika tiba di mansion sudah lumayan sore, karena Rafa harus menuruti semua keinginan istrinya, ibu hamil, yang minta ini dan itu, hingga Rafa tak dapat menolak, padahal tidak semua makanan yang di minta Atika habis ia makan, melainkan hanya sebatas keinginan semata, hingga membuat Rafa, hanya bisa menghela nafas panjang, karena tak ingin membuat istrinya kesal dan sedih.
Setibanya di mansion, felix langsung menghadang sepasang suami istri itu, karena sejak tadi felix menunggu kepulangan mereka.
"Kau bawa ke nama mantu mommy hah.!! hadang felix dengan suara yang di tekan, dan menatap garang pada Rafa.
" Selesai dari rumah sakit, aku langsung membawa istriku kekantor Mom, maaf nggak mengabari mommy, jawab Rafa, sambil mengambil ancang-ancang, untuk kabur, karena Rafa sudah dapat menebak, akan menerima hukuman dari sang ratu macan betina.
"Hah.!! seenaknya kamu membawa mantuku tanpa izin dari mommy.?? ujar felix yang mulai maju selangkah, dan Rafa pun mundur juga selangkah menyembunyikan tubuhnya di balik istrinya, menjadikan Atika sebagai temeng.
"Mom, sebenarnya aku yang maksa tadi, untuk ikut ke kantor, ujar Atika yang ikut menyelamatkan suaminya dari sang ratu macan betina.
" Akh benarkah sayang?? apa kamu hari ini bahagia?? langsung melunak setiap kali Atika yang bicara, padahal jelas-jelas, anak kandungnya adalah Rafa, tapi felix langsung jinak bila sudah Atika yang bicara, membuat Rafa geleng kepala, merasa sikap mommy nya itu sangat aneh.
"Aku sangat bahagia mom, dan hari ini aku makan banyak, semua makanan yang ku suka di belikan putra mommy, dan tentunya cucu mommy di dalam sini juga sangat menikmati, ujar Atika, yang begitu berbinar menjelaskan, sambil mengelus perut buncitnya itu.
" Wah, mommy senang kalau kamu juga senang sayang, berarti cucu mommy juga bahagia dong, di dalam sini, ucap felix ikutan mengelus perut buncit Atika.
"Jadi aku ini suami yang siaga dan calon papa yang siaga juga kan mom?? ujar Rafa yang ingin lepas dari kemurkaan macan betina itu.
"Yah, yah, hari ini kamu selamat, dan lain kali, jangan coba-coba membawa mantu mommy, tanpa izin dari mommy, ujar felix mendelik tajam pada Rafa, yang masih berdiri di balik punggung Atika.
" Baiklah, yang mulia ratu, (ratu macan betina), ucap Rafa lirih, namun masih bisa di dengar oleh felix.
Tatapan menerkam pun langsung menghujam Rafa, mengira mommy nya tidak mendengar apa yang baru saja ia ucapkan, dan tentunya Rafa akan dapat serangan mematikan dari sang ratu.
"Rafaaaaaaa.!!!! teriak felix, saat melihat buruannya, sudah lari kocar-kacir, karena takut mendapat siksaan dari sang ratu.
Felix yang tidak Terima, masih mengejar mangsanya itu, namun saat akan menarik kerah baju Rafa, aksi mereka pun terhenti, saat mendengar Atika merintih sakit.
" Sayang.!!! langsung berlari, menuju istrinya, yang menunduk, menahan sakit di perutnya.
Felix yang melihat menantunya pun, langsung ikut panik, dan berteriak sekencang mungkin, membuat seisi mansion terkejut dengan teriakannya itu.
__ADS_1
"Siapkan mobil.!!! Atika mengalami kontraksi, pasti mau melahirkan.!!
Rafa yang mendengar kata, melahirkan langsung sigap, mengendong Atika, dan begitu juga dengan daddy nya Rafa, tanpa bertanya pun, langsung berlari menyiapkan mobil.
" Tahan ya sayang, kamu pasti kuat, ujar Felix yang duduk di samping Atika, memberi Atika semangat.
"Iya sayang, tahan ya, kita akan segera sampai di rumah sakit, ujar Rafa, yang duduk di sebelah kanan Atika, juga begitu panik, dan sangat khawatir.
" Hubungi rumah sakit, katakan kita sedang menuju ke sana, dan mempersiapkan segalanya, untuk membantu Atika nanti, ujar Felix yang langsung memangku kepala Atika, agar Rafa bisa fokus untuk menelepon.
Rafa pun langsung mengangguk, mengambil ponselnya dan, sambungan pun langsung terhubung.
"Siapkan persalinan istriku, kami sedang menuju ke sana, ujar Rafa, dan langsung mengakhiri sambungan telepon itu.
Pihak rumah sakit pun, langsung heboh dengan berita yang baru saja mereka dengar, dan langsung menghubungi dokter Lala, sebagai dokter yang bertanggung jawab langsung dengan persalinan nona muda itu.
Tak lama mereka pun sampai, Rafa yang sangat khawatir, apa lagi mendengar rintihan istrinya itu, langsung mengangkat Atika, dan meletakkan Atika di brankar yang sudah tersedia, juga beberapa perawat dan dokter Lala sidah stand by di sana.
"Cepat bantu istriku, dia sangat kesakitan, teriak Rafa yang semakin panik.
Dokter Lala pun ikut masuk, dan di temani lima orang perawat, yang bertugas saat itu.
Dokter Lala pun, langsung memulai memeriksa kandungan Atika, saat memeriksa dengan teliti, dokter Lala malah tersenyum, dan wajah paniknya juga hilang entah kemanan, saat mengetahui keadaan Atika yang sebenarnya.
Para perawat yang ikut di dalam pun, merasa aneh saat melihat Atika yang berhenti meringis sakit, dan malah tertidur pulas, dan mereka pun saling pandang, mengira Atika pingsan, karena merasakan kesakitan yang luar biasa.
"Sudah, biarkan nona muda istirahat, ini bukan kontraksi untuk melahirkan, melainkan hanya kontraksi palsu, mungkin tadi ada sesuatu yang mungkin membuat nona muda begitu terkejut, hingga mengalami kontraksi ini, ujar dokter Lala, menyuruh para perawat itu keluar dari ruangan bersalin itu, dan tentunya para perawat itu, bernafas lega, mengingat bagai mana tadi suara yang meninggi dari tuan muda itu, membuat mereka takut, karena di anggap tidak becus bekerja.
Dokter Lala dan para perawat pun keluar, melihat pintu ruangan bersalin, Felix dan Rafa, langsung berlari, ke arah dokter Lala, ingin mengetahui bagai mana keadaan Atika.
"Bagai mana istri saya dok??
" Apa menantuku baik-baik saja??
__ADS_1
Pertanyaan beruntung itu pun, membuat dokter Lala, ingin sekali tertawa terbahak-bahak, melihat ekspresi ibu dan anak itu, karena menurutnya sangat lucu, bila sedang panik dan khawatir.
"Nona Atika, baik-baik saja Ny, tuan muda, ujar dokter Lala sopan.
" Bagai mana baik-baik saja.!!! istriku tadi kesakitan, dokter malah mengatakan dia baik-baik saja, ucap Rafa susah menaikkan suaranya satu oktaf.
"Rafa.!! kamu ini yah, kebiasaan sekali tidak mendengarkan dulu, tahunya hanya marah dan emosi, apa kamu kira, dengan emosi Atika akan lebih baik gitu.??
" Tapi Mom, _
"Sudah.! dengarkan dulu penjelasan dokter Lala, baru kita akan tahu bagai mana selanjutnya, ujar Felix, yang sudah membentak Rafa, yang di rasa keterlaluan, karena bicara tak sopan pada dokter Lala.
" Jelaskan Dokter.! ujar Aliando, Daddy nya Rafa, yang juga ikut berdiri di depan ruang bersalin Atika.
"Begini, Ny, tuan, dan tuan muda, Nona Atika belum mau melahirkan, karena yang terjadi itu, bukalah kontraksi yang sebenarnya, melainkan itu hanya kontrak palsu, beberapa wanita hamil, memang ada yang mengalami ini, dan saya periksa tadi kandungan Nona muda, baik-baik saja, ujar dokter Lala, menjelaskan.
"Kontraksi palsu??? ujar Rafa seolah tak percaya, karena ia melihat tadi istrinya begitu kesakitan, bahkan ia ngilu, melihat istrinya yang merintih.
" Benar tuan muda, dan itu biasanya terjadi, karena anak dalam kandungan lebih dominan pada papa nya, meski dalam kandungan, ikatan batin sudah sangat kuat, apakah terjadi sesuatu sebum nona muda mengalami kontraksi palsu, tanya dokter Lala, menatap ketiga orang itu secara bergantian.
Felix langsung tersenyum kikuk, dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena mengingat kejadian di mansion tadi, dan mereka akhirnya paham, kalau bayi dalam kandungan Atika, lebih dominan pada papa nya, makanya ia bereaksi saat papanya akan di hajar Felix tadi.
"Makanya mom, jangan suka main perang-perangan lagi dengan putra mu itu, karena cucu kita keberatan, kalau mommy membantai papa nya, ujar Aliando yang paham maksud dokter Lala.
Felix hanya tersenyum masam, mendengar ucapan suaminya, tapi tidak dengan Rafa, ia menyeringai, dan bersorak dalam hatinya, karena pahlawan pembelanya sudah mengibarkan bendera perang, meski masih belum terlihat wujudnya, tapi anaknya tidak terima papanya di sakiti oleh siapa pun, termasuk calon neneknya, hahahaha, sorak Rafa dalam hati, dan tersenyum kemenangan pada mommy nya.
Felix hanya mendengus kasar, menatap Rafa sinis, yang menunjukkan kemenangannya.
"Huh.!!!
Sementara di tempat lain, seorang wanita tersenyum licik, saat mendapat kabar, kalau orang yang sangat ingin dia singkirkan, ternyata masuk rumah sakit, dan ini akan mempermudah rencananya, karena ia akan melakukan secara halus, untuk membuat Atika tertendang tak berkutik.
#Apa rencana itu akan berhasil?? tunggu terus kelanjutannya ya gaes#
__ADS_1
Terima kasih buat kalian yang udah like dan komen, juga vote ya, yang masih ada vote nya, tolong di vote ya sayang, makasih.
Salam Arthor 🙏🙏🙏