Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Kegilaan Siska.


__ADS_3

30 Menit, mobil yang di kendarai Jhon dan ketiga rekannya, bersama Atika yang juga berasa di dalam mobil tersebut, akhirnya sampai di tempat yang mereka tuju.


Sebuah bangunan tua, yang tidak terurus lagi, tapi tempat itu adalah tempat yang paling nyaman bagi Siska dan Jhon bila melakukan hal yang serius.


Jauh dari keramaian, dan tidak begitu banyak orang yang tahu, karena bangunan itu, tertutupi semak belukar yang cukup lebat, hingga keadaan sepi dan nyaman bagi mereka melakukan perbuatan jahat.


Ketiga rekannya Jhon, langsung mengangkat Atika, saat mobil yang mereka kendarai, berhenti di belakang bangunan tua itu.


Atika mereka bawa masuk, dan di sana Siska sudah tidak sabar melihat Atika yang lemah, karena rencananya akan berhasil setelah ini.


Ketiga rekannya itu sudah meletakkan Atika di atas meja yang cukup besar, dan begitu banyak debu, dan tempat itu sangatlah kotor.


"Kalian tidak meninggalkan jejak apa pun kan?? tanya Siska pada Jhon yang baru saja masuk kedalam.


" Semua aman, jangan meremehkan aku.!! ujar Jhon yang begitu yakin dengan kemampuannya, dan merasa kesal, karena Siska seperti tidak mempercayainya.


"Aku bukan meremehkan mu, jangan sampai karena satu kelalaian kalian, nasib kita yang akan jadi taruhannya, dan apa kalian tahu, wanita yang terbaring lemah itu, bisa di bilang wanita istimewa, jadi kita memang harus lebih hati-hati.!! ujar Siska lagi, takut jejak mereka langsung bisa tercium lawan.


"Ya aku paham dengan itu, lalu mau kau apakan wanita itu??


Siska yang mendapat pertanyaan itu, langsung menatap sinis pada tubuh Atika yang masih belum sadarkan diri.


"Tentu ia akan aku kirim, ketempat yang sangat indah, di mana wanita itu akan merasakan hal yang sangat menyakitkan, dan tentunya itu adalah kematian.!! ujar Siska dengan tatapan yang semakin sinis melihat tubuh lemah Atika.


" Apa aku boleh tahu, setelah kau menghabisi wanita ini, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?? Jhon bertanya serius pada Siska, karena Jhon tidak ingin Siska hanya mengunakan nya sebagai alat saja.


"Sudah tentu aku akan menggantikan posisinya sebagai Nyonya Rafa Pratama, karena itu aku harus secepatnya menyingkirkan wanita itu.!!


" Lalu kau menganggap ku apa selama ini, aku mengikuti semua kemauan mu, dan berharap kau akan menerima aku, tapi apa yang ku dapat, kau hanya memanfaatkan ku saja.!!! Jhon meninggikan suaranya lantang, tak Terima dengan semua tipuan Siska, karena ia kira dengan melakukan apa yang di inginkan Siska, Jhon akan lebih mudah mendapatkan hatinya Siska, bagai mana seperti dirinya yang juga mencintai Siska.


"Kau kan sudah tahu, kalau aku sama sekali tidak pernah mencintai mu sedikit pun, dan kalau kau merasa tidak terima, kenapa kau mau melakukan hal ini untuk ku.!! Siska tak kalah garangnya dari Jhon.


" Karena aku tak tahu, kau melakukan ini untuk mengejar suami wanita ini, dan ku kira kau hanya memiliki dendam di masa lalu, seperti yang pernah sidah kau lakukan pada beberapa wanita teman masa lalu mu, yang sudah kau habisi, karena kau sakit hati karena di bully.!! ujar Jhon, yang mengingatkan Siska pada perbuatan jahat nya yang bukan hanya sekali atau dua kali melakukan pembunuhan.


"Lalu apa mau mu.!! tanya Siska menatap sinis pada Jhon.

__ADS_1


" Tentu aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik orang lain, karena kau harus jadi milik ku.!! ujar Jhon tak kalah sinis nya dari Siska, dan tersenyum menyeringai, namun Siska tak melihat itu.


"Mimpi sajalah kau, aku tidak pernah sedikit pun, memiliki rasa pada mu, jadi jangan memaksaku.!!


" Kalau kau tidak mau mengikuti apa yang ku ingin kan, dengan senang hati aku akan membawa wanita itu, besama ku, dan kau kejarlah impian mu itu.!!! mengancam Siska, sebagai temengnya Atika akan ia bawa padanya.


"Kau sungguh egois Jhon.!!


" Egois kata mu?? siapa yang lebih munafik disini.?? Kau memperalat ku, karena aku begitu mencintai mu, dan dengan rasa cinta ku yang besar, aku bahkan buta, mengikuti kegilaan mu.!! ujar Jhon yang semakin emosi.


"Aku tidak pernah meminta mu, untuk menyukai ku, dan kau saja yang memang bodoh.!! ujar Siska yang menatap jijik ke arah Jhon.


" Sudah cukup.!! selama ini aku selalu menerima hinaan atau makian dari mulut kotor mu itu, karena aku berharap kau bisa mencintai aku, dengan aku selalu mengalah dan menuruti mu, tapi untuk saat ini tidak.!!


Jhon pun memberi kode pada ketiga rekannya, dan berjalan ke arah Atika yang terbaring di atas meja besar itu.


Siska yang melihat pergerakan Jhon, mengikuti langkah Jhon yang mendekati Atika.


"Apa yang ingin kau lakukan Jhon?? Tanya Siska melihat, Jhon dan ketiga rekannya, ingin mengangkat Atika, dan membawa Atika dari sana.


Siska yang melihat tindakan Jhon, nafas nya langsung memburu, akibat emosi, karena Jhon bukannya mendukung, malah jadi lawannya saat ini, tak ingin rencananya sia-sia, Siska yang memang sudah terbiasa dengan kejahatan, langsung mengeluarkan pistolnya.


"Berhenti.!!!


Dor, dor, dor.!!!


Siska melumpuhkan ketiga rekan Jhon, dengan nembak bagian kakinya, hingga mereka tersungkur kelantai.


Kini Siska mengacungkan pistol itu pada Jhon, yang, Jhon pun semakin emosi, apa lagi Siska sudah melukai ketiga rekannya, melihat kegilaan Siska, dan sungguh nekat, Jhon pun langsung bergerak cepat, menendang pistol yang terarah padanya, hingga pistol itu pun terlempar cukup jauh dari tempat mereka berdiri saat ini, dan Siska yang mendapatkan tendangan itu pun ikut terjungkal karena mendapat serangan tiba-tiba dari Jhon.


Brukkk.!!!


Siska meringis, karena pergelangan tangannya begitu sakit, dan badannya yang terhempas mengenai dinding bangunan tua itu.


"Aku akan mengembalikan wanita ini, pada keluarganya, meski aku akan mendapatkan hukuman, setidaknya aku masih punya hati nurani, meski aku bukan orang yang baik.! ujar Jhon tegas pada Siska, yang berusaha berdiri.

__ADS_1


" Tidak Jhon, aku mohon, jangan gagalkan apa yang sudah menjadi impianku, kalau kau memang benar-benar mencintai ku, maka lakukan itu demi aku, meski kau tidak dapat memiliki ku, tapi tunjukkan padaku ketulusan cinta mu itu, ujar Siska yang sudah berdiri, tapi kakinya sedikit pincang, dan ia sangat merasakan sakit di pergelangan tangannya.


"Aku tidak akan termakan tipu muslihat mu lagi, dan simpan omong kosong mu itu.!! ujar Jhon, yang tidak terpengaruh sedikit pun dengan perkataan Siska barusan.


" Baik, kalau kau mau membawa wanita itu, maka langkahi dulu mayat ku, ujar Siska, yang mengeluarkan sembilan pisau, dari sisi sepatunya, melemparkan pada Jhon, dan mengenai lengan kiri Jhon, yang sempat menghindar, namun kecepatan Jhon sedikit kalah dari lemparan Siska, hingga mengenai lengan kirinya.


Darah segar pun mengalir, menetes ke lantai yang kotor itu, hingga bau anyir pun, menyeruak di sana.


Jhon tak menghiraukan luka itu, ia mendekati Atika yang masih terbaring lemah, namun saat Jhon sudah tepat di sisi meja, ia melihat Atika sudah sadar, dan ternyata pembicaraan mereka sudah di dengar Atika sejak tadi.


Sebenarnya saat di letakkan di atas meja itu Atika sudah sadar, namun ia tak ingin membuka mata, saat ia mendengar suara wanita, dan seorang pria, dan perkataan mereka, membuat Atika menyadari, kalau ia sedang tidak baik-baik saja, dan di culik, lalu di mana Rafa?? Atika sempat bertanya dalam hatinya, mengapa suaminya membiarkan orang-orang itu menculiknya, sedetik kemudian Atika pun ingat, ia menyuruh suaminya pergi membeli rendang, dan mungkin saat itulah mereka menculiknya, tepat suaminya pergi dari rumah sakit.


Jhon yang melihat Atika pun langsung mengedipkan matanya, meminta Atika untuk tetap menutup mata, dan seolah belum sadarkan diri.


Atika yang paham maksud pria yang menatapnya itu, menutup matanya kembali, dan ia berharap pria itu akan membawanya, dan mengembalikannya pada suami dan keluarganya.


"Aku bilang berhenti Jhon.!!! ujar Siska yang melihat Jhon mulai mengangkat Atika.


" Kali ini, aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal yang tidak benar lagi, karena aku sudah menyerah dan tidak lagi berharap apa pun dari mu.!! ujar Jhon, yang dengan sigap mengendong Atika, dan membawanya keluar dari bangunan tua itu.


"Jhonnnnnn.!!!!!


Teriak Siska menggema di bangunan tua itu, tak terima Jhon membawa Atika, padahal, selangkah lagi ia akan menghabisi Atika, namun di luar dugaannya, justru Jhon lah yang merusak semua rencananya.


Melihat Jhon sudah masuk, kedalam mobil, dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, Siska pun berlari keluar, menuju mobilnya, dan mengejar Jhon, ia memiliki rencana busuk lagi, untuk menabrak mobil Jhon dari belakang, tepat di tikungan yang di bawahnya ada jurang yang cukup curam, dengan demikian, Siska bisa melenyapkan dua orang sekaligus pikirnya.


Siska menambah kecepatannya, melihat mobil Jhon hanya berjarak 300 M dari mobilnya, Jhon yang tahu Siska mampu berbuat nekat, Jhon pun, semakin menambah kecepatan, hingga Atika ketakutan, merasakan sakit di perutnya, karena guncangan mobil yang tak beraturan.


Mengetahui Siska yang punya rencana lain, Jhon pun paham, dengan keadaan yang tegang dan panik, me dengar rintihan Atika, Jhon pun memutar setir mobilnya, agar Siska yang masuk ke jurang curam itu, namun hal hasil tidak sesuai dengan harapan Jhon, mobil depan depan Jhon, justru menabrak buntut mobil Siska, yang di mana Siska pun dengan sigap memutar setir mobil, saat melihat Jhon yang berputar haluan, hingga naas pun tak terelakkan.


Duarrrrrr.!!!!!!


Next. ..


Up lagi ya gaes, semoga masih setia., makasih.

__ADS_1


Mohon tetap like, komen, juga Vote ya, yang ikhlas, semoga rezekinya berlimpah 🙏🙏🙏


__ADS_2