Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Bertemu


__ADS_3

Sudah dia hari semenjak Atika sadar, Rafa tak kunjung datang menemui Atika. Menurutnya lebih baik tidak menunjukkan dirinya di hadapan Atika, takut Atika semakin membencinya.


Hari ini Atika sudah di perbolehkan pulang, karena kondisinya cukup baik untuk pulang, dan bayinya yang sudah tidak lagi memerlukan alat inkubator.


Rafa tahu soal kepulangan istrinya dari rumah sakit, tapi ia tidak ikut menjemput Atika, hanya mommy dan daddy nya yang menjemput Atika.


Atika sendiri, bahkan tak menanyakan keberadaan suaminya. Sebenarnya Felix sedih dengan keadaan rumah tangga anak dan menantunya itu, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, dan Atika juga Rafa putranya bukan lagi anak remaja yang masih labil, mereka sudah cukup dewasa menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Tiba di rumah, Atika tak ingin menempati kamarnya bersama Rafa, ia memilih di kamar tamu bersama putranya, dan mengira mungkin suaminya tak lagi ingin melihatnya, di karenakan Rafa tak pernah datang setelah ia sadar.


Felix hanya bisa menuruti saja, takut kalau ia di anggap Atika seolah membela putranya, dan membenarkan setiap tindakan putranya itu.


Atika hanya menghabiskan waktunya,, mengurus putranya yang beberapa hari belakangan terlihat gembul dan menggemaskan, dan itu bisa membuat Atika bisa melupakan sejenak beban pikirannya.


Hari ini Rafa kembali cukup awal, berpikir akan menemui istrinya dan bicara baik-baik.


Namun harapan tinggallah harapan, saat Rafa masuk ke kamarnya, sama sekali tak melihat istrinya di sana, ditambah lagi, baju-baju istrinya yang tidak lagi ada di dalam lemari, membuat Rafa berpikir, apakah Atika tidak pulang ke rumah ini??


Saat Rafa ingin menemui mommy nya, dan menanyakan soal keberadaan Atika, Felix sudah lebih dulu menemui Rafa di kamarnya.


"Mom, di mana istri dan anakku??


" Dengarkan mommy, apa pun yang kamu dengar dari mommy, kamu harus bersabar dan menerima, dan jangan bahas soal apa pun pada Atika"


"Maksud mommy apa??


" Atika dan anakmu ada di kamar tamu, mommy harap kamu bisa terima, dan perlahan ajak Atika bicara"


"Aku nggak ngerti mom dengan jalan pikiran Atika, ini sama saja kami tidak seperti suami istri".! ujar Rafa yang tidak Terima.


" Mommy tahu, tapi bersabarlah dulu, sampai hati Atika benar-benar melunak, jangan gegabah Rafa "


Rafa tak bisa menjawab apa pun lagi, hanya helaan nafas yang kasar, ia hembuskan berkali-kali.


Hari semakin gelap, jam menunjukkan pukul 20:10 wib. Atika yang menidurkan putranya, jadi ikut terlelap di sana, hingga ia tak mendengar Rafa yang masuk ke kamarnya.


Begitu merindukan putranya, Rafa pun dengan hati-hati, mencium putranya itu walau sekilas, tapi rasa rindunya sudah terobati.


Di tatapnya wajah Atika yang tidur terlelap di sana, ingin sekali rasanya ia menyentuh dan membelai wajah istrinya itu, tapi ia tak berani, takut istrinya terbangun, dan akan mengusirnya dari kamar itu.


Setelah puas, melihat istri dan putranya, Rafa pun beranjak, dan ingin pergi dari kamar itu, jangan sampai Atika melihatnya, pikir Rafa saat itu. Namun belum juga Rafa membuka pintu kamar itu, langkahnya terhenti, karena Atika tiba-tiba bersuara.


"Lain kali tak perlu datang ke kamar ini, karena kami tak butuh dan tak ingin bicara dengan anda, jadi tolong hargai keputusan saya"


Deg

__ADS_1


Dada Rafa begitu sesak, hatinya sakit, mendengar kalimat yang baru saja ia dengar dari mulut istrinya itu.


Rafa hanya mengangguk paham, sama sekali tak berbalik untuk melihat istrinya itu, melanjutkan langkahnya, meninggalkan kamar itu.


Setelah kepergian Rafa, Atika pun menangis pilu, sungguh sebenarnya ia juga merasakan sakit, mengatakan itu pada suaminya, tapi hatinya masih sakit.


Setelah waktu itu, Rafa memang tak lagi masuk ke kamar Atika, ia hanya bisa melihat istri dan anaknya dari jarak yang tidak begitu dekat, mencuri-curi, saat Atika tak memperhatikannya.


Hari ini Atika berencana belanja keperluan putranya, ia pun mengajak felix ikut serta, dan putranya di jaga oleh baby sitter.


Atika sibuk belanja, memilih barang yang nyaman untuk di gunakan anaknya, hingga ia tak sadar terbentur dengan sepasang suami istri, dan saat Atika melihat, dan ingin minta maaf, Atika justru terkejut siapa yang di lihatnya, ternyata wanita cantik yang pernah bersama suaminya, namun wanita itu justru malah dengan pria yang tidak Atika kenali.


"Atika".! Sonia pun reflek menyebut nama Atika, hingga membuat Atika bingung, dari mana wanita itu tahu namanya, sementara baru kali ini pertama mereka bertemu, bahkan tidak saling kenal.


" Anda mengenal saya?? tanya Atika, tapi hatinya ingin sekali marah, namun ia tak ingin membuat keributan di tempat ramai.


"Tentu, aku mengenalmu, bukankah kamu istrinya Rafa Widodo Pratama?? kenalkan namaku Sonia, dan ini Mark suamiku"


Deg


Mendengar Sonia mengatakan pria di sampingnya adalah suami Sonia, Atika semakin kesal,, karena ia berpikir Sonia wanita yang tidak baik, sudah punya suami tapi masih mengganggu suami orang" batin Atika.


Mark yang di perkenalkan pun, memberi salam pada Atika dengan sopan.


"Apa kamu keberatan kita ngobrol sebentar sambil minum teh??" tawar Sonia, merasa baginya inilah kesempatan mengatakan kebenarannya pada Atika.


Mereka pun pergi dari sana, bahkan Atika sampai melupakan mommy mertuanya yang masih sibuk belanja.


Tiga cangkir teh, menemani perbincangan mereka, dan Sonia sudah bertekad untuk menuntaskan semua kesalahpahaman ini, mengingat Rafa yang cerita padanya, dan sudah cukup sahabatnya itu menderita karena dirinyalah yang membuat salah paham itu.


"Saat umur 7 tahun aku dan keluargaku pindah ke kota ini, karena ayah ku pindah tugas.


Aku dan Rafa berteman sejak kami baru masuk sekolah dasar, bahkan sampai tingkat SMP dan SMA, bahkan kuliah kami di sekolah yang sama, dan persahabatan kami pun tidak pernah putus hingga sekarang" ujar Sonia cerita tentang masa kecilnya dan Rafa, namun Atika bukannya, senang justru ia merasakan cemburu, karena mengetahui kalau wanita cantik dan anggun itu begitu dekat dengan suaminya.


"Dan Rafa pernah cerita, kalau kamu pernah melihat kami berdua di restoran di pusat perbelanjaan, hingga kamu berpikir aku dan Rafa punya hubungan spesial, dan menimbulkan salah paham antara kamu dan Rafa" jelas Sonia.


"Yah, itu benar Atika, Rafa sama sekali tidak pernah main gila atau pun punya wanita lain, karena itu bukan tipe suami mu" ujar Mark ikut menimpali.


"Rafa begitu tertekan, ia selalu cerita ke kami, kalau kamu tidak ingin bicara dengannya, sampai hari ini, jadi aku mohon Atika, berdamailah dengan suami mu, karena ia hampir gila, karena hanya memikirkan mu juga anak kalian" ujar Sonia dengan penuh permohonan.


Atika yang mendengar kebenaran dari Sonia juga mark, matanya sudah memanas, bahkan tangan dan kakinya bergetar, merasa terlalu bodoh, tanpa bertanya atau pun mendengar penjelasan suaminya ia sudah menuduh suaminya yang tidak-tidak.


"Maaf, aku permisi, mungkin mommy sudah mencariku" alasan Atika, karena ia sudah tidak tahan lagi di sana, bahkan ia tidak menemui felix,, malah pergi ke toilet, dan di dalam toilet itu, Atika menangis sesengukkan, betapa berdosanya ia, sampai tidak mengijinkan suaminya melihat anaknya, hanya karena kebodohannya.


M bayangkan setiap sikapnya pada Rafa, membuat Atika semakin hancur, hingga Atika keluar dari toilet, berjalan tergesa-gesa, keluar dari pusat perbelanjaan itu, meninggalkan felix yang mencarinya dari tadi.

__ADS_1


Atika pun memanggil taksi, bahkan meminta supir taksi itu sedikit ngebut, karena ia ingin secepatnya sampai pada tujuannya.


Felix yang lelah dan tidak menemukan Atika, menghubungi suaminya, takut terjadi sesuatu pada Atika, bahkan felix sempat berpikir Atika lari, dan pura-pura, mengajaknya belanja.


Aliando yang mendapat kabar dari suaminya, langsung menghubungi Rafa, bagai mana pun putranya wajib tahu tentang keberadaan istrinya.


"Ya, ada apa Dad" sahut Rafa menjawab panggilan daddy nya.


"Atika hilang, dia pergi dengan mommy belanja tadi, dan mommy sudah mencari Atika, tapi nggak ketemu-ketemu"


"Apa Atika juga membawa anakku Dad??" tanya Rafa dengan suara bergetar, kini dunianya semakin runtuh, mendengar istrinya pergi lagi.


"Tidak, cucu daddy ada di rumah, ini daddy lagi bersama anakmu"


Deg


Dadanya yang sesak semakin sakit, berpikir Atika meninggalkannya bersama putranya, sungguh ia tidak menyangka sampai seperti ini persoalan rumah tangganya, menguras pikirannya, bahkan terkadang Rafa sudah begitu lelah dengan situasi yang di hadapinya.


"Baiklah dad, aku akan mencari Atika, siapa tahu belum jauh" ujar Rafa, yang yakin kalau istrinya lari lagi.


Baru saja ia menutup teleponnya, tiba-tiba, pintu ruangannya terbuka dengan kasar, bahkan sampai mengejutkannya, dan sempat mengira kalau itu Dewa, yang suka sekali sembrono kalau masuk ke ruangannya, Namun saat ia melihat sosok yang berdiri di ambang pintu itu, dengan nafas yang terengah-engah, membuktikan si pemiliknya, baru saja berlari, bahkan air matanya mengalir deras.


Deg


"Atika" terkejut melihat istrinya ada di kantornya, dan penampilannya yang sedikit urakan, karena menangis, padahal ia baru saja berniat mencari istrinya, namun udah muncul duluan.


"Maaf mas" huhuhuuu, pecah sudah tangis Atika, begitu menyesal bersikap tak adil pada suaminya itu, padahal dialah yang patut di salahkan.


Rafa pun langsung memeluk Atika, mendekap nya kuat, mengira ada orang yang menyakiti istrinya.


"Sudah, jangan menangis, katakan pada mas, apa ada yang mengganggu mu??


Atika menggeleng dan masih tetap menangis dalam dekapan suaminya itu.


" Lalu, apa yang membuatmu menangis, dan sampai datang ke kantor mas?? tanya Rafa lagi.


"Masih tetap menggeleng, bahkan tangisnya semakin keras, membuat Rafa semakin bingung.


Akhirnya Rafa membiarkan Atika, memuaskan tangisnya, dan menunggu istrinya tenang dulu, baru ia akan bertanya, dan membawa istrinya duduk di sofa, tapi Atika bahkan tidak ingin lepas dari dekapan suaminya.


Menunggu Atika tenang, Rafa pun mengabari daddy dan mommy nya, kalau Atika sekarang sedang bersamanya, takut mommy nya khawatir, apa lagi putra mereka sekarang bersama kakek dan baby sitter saja.


Felix yang mendapat kabar pun, akhirnya pulang, sungguh ia sangat lelah, karena sudah kesana-kemari, mencari Atika, eh, nggak tahunya malah di kantor putranya.


Wadddeeehhhh

__ADS_1


Next...


Up lagi ya Sob, jemponya jgn lupa 👍👍makasih🙏🙏🙏


__ADS_2