Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
Menemui Rendra.


__ADS_3

Rafa yang sudah berdamai dengan masa lalu, membuat perasaannya lega, terlebih Celi yang begitu beruntung bisa mengenal Rafa, yang masih perduli padanya, walau sesuatu kesalahan terjadi antara mereka.


Rafa yang sudah kembali, menyuruh Dewa mencari keberadaan Rendra saat ini, ia ingin bicara pada Rendra tentang Celi, bagai mana pun Rendra berhak tahu tentang keadaan Celi, karena masalah yang ada Rendra sendiri yang memulai dan menjadikan kisah yang menyakitkan bagi Rafa dan Celi.


"Katakan.!


" Tuan Rendra, saat ini di rawat di rumah sakit, semenjak kejadian di mana kita memberi pelajaran pada Tuan Rendra, ternyata tuan Rendra berkali-kali melakukan percobaan bunuh diri, menyesali perbuatannya, yang membuat Nona Celi pergi dan sulit ditemukan, ucap Dewa menjelaskan.


"Kita ke rumah sakit sekarang.! sahut Rafa yang tak ingin membuang waktu, ia ingin Rendra berusaha meyakinkan hati Celi dengan memperbaiki hubungan mereka.


Dewa pun mengangguk, mengikuti langkah Rafa yang keluar dari ruangannya, menuju mobil yang sudah di siapakan dan langsug menuju ke rumah sakit tempat Rendra di rawat.


Setelah bertanya pada suster yang berjaga di loby rumah sakit, Rafa pun berjalan dengan langkah tegasnya, melewati lorong-lorong rumah sakit menuju kamar perawatan Rendra.


Rafa melihat beberapa keluarga Rendra yang menunggu di luar ruangan, namun saat Rafa ingin masuk bertepatan pintu kamar rawat Rendra terbuka, dan menampilkan ibunya Rendra yang terlihat baru menangis, dan sisa air mata masih terurai jelas di mata ibunya Rendra.


" Nak Rafa, ucap ibunya Rendra saat melihat Rafa yang berdiri di depan pintu kamar rawat itu.


"Ah iya tante, apa Rafa bisa melihat keadaan Rendra.?? tanya Rafa sopan, tak ingin ibunya Rafa berpikir Rafa ingin menyakiti Rendra lagi.


Ibunya Rendra yang melihat tatapan tulus dari Rafa, mengangguk, lalu memeluk Rafa, merasa bersalah, dengan apa yang sudah di lakukan putranya, pada hubungan Rafa dan Celi.


" Tenanglah tante, semua akan baik-baik saja, pecaya pada Rafa, ucap Rafa memeluk ibunya Rendra hangat.


"Tante minta maaf nak, larena anak tante..


" Sudah, jangan di bahas tante, semua sudah berlalu, ucap Rafa yang tak ingin membahas hal yang sudah ia hapus dari hatinya.


Ibunya Rendra pun mengangguk, merenggangkan pelukannya, dan mengajak Rafa masuk ke dalam.


"Masuklah nak.


Rafa pun masuk melihat Rendra yang menatap kosong langit-langit kamar rumah sakit, terlihat jelas di mata Rendra yang kosong, seperti tak memiki kehidupan.


" Ren.! panggil Rafa dan duduk di kursi dekat ranjang rumah sakit itu.

__ADS_1


Rendra yang mendengar suara yang tak asing baginya menoleh, melihat Rafa yang mengenggam tangannya, dan sesekali mrngusap tangan Rendra menyalurkan semangat pada Rendra.


"Aku sudah kalah, ucap Rendra pada Rafa, menangis menyesali perbuatan bodohnya yang sudah menghancurkan hubungan Celi dan Rafa, bahkan masa depan Celi.


" Bodoh.!! ucap Rafa menjitak dahi Rendra pelan, tak mengira ternyata Rendra seputus asa ini.


"Raf,, aku minta maaf, ucap Rendra dengan air mata yang menetes dari sudut mata Rendra.


"Aku ngak akan maafin kamu, kalau kamu maksih berlaku dan bertindak bodoh seperti ini, ucap Rafa, membuat Rendra salut pada Rafa yang sangat berbesar hati, padahal Rendra sudah menghancurkan impian Rafa untuk menjadikan Celi istrinya.


'Bukankah ini pantas ku dapatkan?? ucap Rendra yang merasa apa pun yang di alaminua itu adalah karma yang sudah melakukan hal yang begitu buruk dan tak terpuji.


" Lemah.!! ucap Rafa mengejek Rendra yang menurutnya terlalu lemah, dan putus asa.


"Untuk apa aku hidup kalau hanya dalam bayang-bayang penyesalan, dan perbuatanku sangat tidak bisa untuk di maafkan siapa pun.


" Siapa bilang begitu?? aku sudah memaafkanmu, dan kedatanganku ke sini, karena ingin memberitahumu tentang Celi, dan itu pun kalau kau masih ingin bertemu dengannya, ucap Rafa membuat Rendra terlonjak dari barianganya.


"Kau bertemu Celi.??


"Apa yang dia katakan padamu??


Pertanyaan beruntun pun di lontarkan Rendra, yang begitu ssmangat mendengar kabar Celi.


"Mau tahu aja atau mau tahu banget.?? ucap Rafa menggoda Rendra, yang langsung bersemangat mendengar kabar dari Celi.


"Oh, ayolah jangan membuatku penasaran, ucap Rendra dengan wajah memelas, membuat Rafa terkekeh lucu, melihat wajah melas Rendra yang seoerti anak kecil itu.


"Tenanglah Ren, dan aku pun tak bisa berjanji yang pasti saat ini padamu, tapi aku mau kamu yang berusaha sendiri, untuk meyakinkan Celi, ucap Rafa pada Rendra yang diam tertunduk.


"Apa Celi begitu membenciku?? tanya Rendra merasakan desak di dadanya, membayangkan Celi.


" Tidak.! dia tidak membencimu, hanya saja dia butuh waktu untuk bertemu denganmu, ucap Rafa berkata jujur.


"Raf, beritahu aku di mana Celi saat ini.?? tanya Rendra lagi.

__ADS_1


"Aku akan memberitahumu setelah kau sembuh dan pulih total, ucap Rafa yang tak ingin Rendra nekat menemui Celi dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


" Ayolah Raf, aku tidak kenapa napa, dan aku sudah sembuh, jangan menyembunyikannya dariku, ucap Rendra yang tak perduli dengan keadaannya, asalkan bisa secepatnya menemui Celi.


"Benarkah?? ucap Rafa menekan pergelangan tangan Rendra yang terluka akibat bertindak bodoh, melakukan percobaan bunuh diri itu, dan membuat Rendra berteriak salit karena ulah Rafa yang jahil.


" Aauu,, sakit.!! Rendra mengeluh sakit.


"Tapu katanya baik-baik saja, masih di tekan sedikit saja udah merengek sakit?? ucap Rafa tersenyum jahil pada Rendra.


" Jelas saja sakit, kau menekannya cukup kuat tadi, ucap Rendra merenggut kesal.


"Huh, tadi kai yang bilang baik-baik saja, nah ternyata?? ucap Rafa semakin meledek Rendra.


" Sialan kamu.!! ucap Rendra yang geram dengan Rafa.


..."Bersabarlah, kalau kau sudahsembuh, aku pasti akan memberitahumu, dan berusahalah meyakinkan hatinya lagi, dan aku berharap kalian secepatnya berbaikan, ucap Rafa menepuk bahu Rendra pelan...


..." Malasih Raf, sebenarnya aku tak pantas mendapatkan kebaikan darimu, dengan apa yang sudah ku lakukan padamu, dan Celi, ucap Rendra tertunduk malu....


"Sudahlah, semua sudah berlalu, yang jelas Celi berada di tempat yang aman, dan tugasmu, merebut hatinya kembali, dan membuat Celi kembali percaya dan menerimamu, ucap Rafa tak ingin Rendra terlalu terkurung dalam penyesalannya.


" Dan satu lagi, kau berhak tahu tentang ini, tapi jangan karena hal ini, kau jadi berubah pikiran, karena ini juga terjadi karena kesalahanmu, ucap Rafa serius pada Rendra.


"Celi mengugurkan anak yang ada dalam kandungannya, ucap Rafa agar tidak ada lagi hal yang tersembunyikan, biarlah Rendra tahu, pikir Rafa, dan menyelesaikannya dengan Celi dan menyikapi bagai mana terpuruknya Celi saat itu, dan bagi Rafa tak bisa sepenuhnya menyalahkan Celi dengan masalah yang ada, antara mereka bertiga, biarlah semua terbuka dengan jelas, pikir Rafa.


" Segitu bencinya kah Celi padaku, hingga mengandung anakku pun dia tak sudi?? ucap Rendra meneteskan air matanya.


"Mengertilah keadaannya Ren, aku mengatakan ini padamu, bukan ingin membuatmu semakin bersalah atau menyalahkan Celi, tapi pikirkan juga, mungkin saat itu dia sedang kalut dan belum bisa menerima keadaan, dan mungkin karena itu juga Celi masih belum sanggup bertemu denganmu, karena pasti dia juga terhantui bayang-bayang bersalah dan menyesal, ucap Rafa, menjelaskan.


Rafa pun terpaku mendengarkan seriap ucapan Rafa, baginya Rafa sungguh berhati besar, bahkan masih memberinya nasehat dan pandangan yamg luas untuk menyikapi keadaan masalah yang terjadi di antara mereka.


Next.


Jangan lupa jejaknya ya Guys.

__ADS_1


Salam Arthor.


__ADS_2