
Dino kelimpungan karena mendapat teror dari Aliando.
Dan Dino mengira itu hanya ancaman semata, hingga Dino membuat rencana yang baru untuk merebut Nana kembali padanya.
"Ikuti dan cari celah, lalu bawa gadis itu ke tempat yang aku katakan.! Dino berbicara di telpon dengan orang suruhannya,
Tepat di pusat pembelanjaan Lara, tidak sengaja melihat Nana dengan dua wanita yang berbeda usia.
Lara merasa ini adalah kesempatan untuk mendapatkan Nana kembali padanya, ia pun menghubungi Dino.
"Ada apa?? sahut Dino mengangkat panggilan dari Lara.
"Aku punya kabar bagus, ucap Lara, matanya mengikuti gerak langkah Nana bersama Celi, dan menutupi wajahnya agar tak terlihat Nana.
" Kabar bagus??
"Yaa,, gadis itu ada di Mall tempat aku belanja saat ini, ucap Lara terus memperhatikan Nana yang terlihat bahagia.
" Apa kau yakin itu Nana??
"Aku yakin itu Nana, dan secepatnya, kau suruh orangmu, ke sini, ini kesempatan bagus untuk kita menculiknya, ucap Lara antusias karena target ada di depan matanya.
" Baik,, aku akan hubungi mereka, dan kau pulanglah agar tidak ada yang curiga.
"Ya kau benar, aku akan pulang, dan bilang pada orangmu jangan sampai gagal, ucap Lara menekankan pada Dino.
" Kali ini tidak akan gagal, dan kau tenang saja, ku pastikan gadis itu akan dalam genggaman kita.
"Ok,, sudah dulu aku akan bayar belanjaanku, lalu pulang, ucap Lara mengakhiri panggilannya.
Lara yang sudah selesai dengan barang belanjaanya, langsung bertujuan pulang, saat baru mau keluar dari Mall itu, Lara melihat beberapa orang suruhan Dino masuk, saat berpapasan Lara memberi kode pada orang itu, tempat di mana target mereka.
Orang suruhan Dino yang mengerti kode dari Lara, langsung melihat targetnya, dan mengawasi Nana dari jarak yang tidak terlalu jauh, hingga saat ada celah maka mereka akan menangkap Nana.
" Mom,, kita makan dulu, Nana sepertinya sudah lapar tuh, ucap Celi mengajak momy nya dan Nana makan.
Mereka pun masuk ke tempat makan yang ada di Mall itu.
Saat mereka duduk, seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Permisi Nona,, mau pesan apa?? pramusaji itu bertanya sopan.
" Nana mau pesan apa sayang?? tanya momy nya.
"Nasi goreng"
"Aku juga sama, ucap Celi menyamakan makanannya.
" Kalau begitu, Nasi goreng tiga, dan minumnya jus jeruk saja ya, ucap Yayuk ramah.
__ADS_1
"Baiklah Ny, mohon untuk menunggu sebentar, ucap pelayan itu, dan undur diri.
" Masih ada yang kamu inginkan sayang?? tanya momy pada Nana.
"Tidak mom,, ini saja sudah sudah terlalu banyak, ucap Nana merasa tak enak, dan masih canggung pada Yayuk, apa lagi melihat barangnya bukan hanya cukup, tapi berlebihan, namun Nana tidak berani menolak, karena tak ingin, dua wanita di hadapannya itu kecewa, apa lagi sangat menyanyangi Nana.
Pesanan mereka pun datang, dan mereka pun mulai menyantap dengan lahap, karena memang sudah waktunya makan siang.
Selesai dengan makannya, ke tiga wanita itu pun berencana langsung pulang, karena sudah sangat lelah.
" Kita langsung pulang, atau kalian masih ingin membeli sesuatu?? tanya Yayuk pada Nana dan Celi.
"Tidak,, kita pulang saja mom, ucap Celi yang memang sangat lelah, dan mereka sudah cukup lama ada di Mall itu.
Mereka pun beranjak dari duduknya, dan membawa barang belanjaannya menuju mobil.
Tanpa ada rasa curiga, mereka pun mulai memasukkan barang belanjaan itu, hingga seseorang mendekat dan langsung membekap Nana.
Celi yang melihat pun, langsung menjerit karena terkejut, melihat Nana di bekap dan di tarik paksa.
Nana yang di bekap mulutnya, tidak bisa teriak minta tolong hanya tangannya yang di kibaskan tanda ia meminta tolong pada Celi dan momy nya.
" Lepaskan br****k.!!! ucap Celi yang juga di pegang dua orang pria, dan momy nya sudah pingsan karena di pukul dari belakang.
"Diam.!!!
Bentak pria itu, dan menarik paksa Celi juga Nana masuk ke dalam mobil, sementara momy nya di biarkan pingsan tepat di dekat mobil mereka.
" Siapa kalian.!! Celi masih terus melawan dan juga emosi.
"Kau tak perlu tahu siapa kami Nona.!!
" Cihh.!!!
Celi meludah, karena merasa jijik saat seorang pria itu memengang wajahnya.
Pria itu pun emosih, karena Celi meludahi wajahnya hingga menampar Celi berkali-kali.
Plaakkk,, plaakkkk..!!
Nana yang melihat Celi di tampar, semakin ketakutan wajahnya pun kian pucat, dan pikirannya mulai kalut, beberapa kekerasan terlintas di kepalanya, dan ingatan waktu ia di siksa membuat Nana teriak histeris dengan menutup ke dua kupingnya.
"Tidak,,, tidakkkkkk.!!!!
Nana berteriak dan memutar-mutar kepalanya, dan tangannya menutupi kupingnya.
Celi pun tak sanggup melihat Nana bagai, orang kesetanan, memeluk Nana yang terus teriak.
Tangis Celi membasahi tubuh Nana dalam dekapannya, sementara Nana sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Seorang tukang parkir, yang melihat ada sebuah mobil dan pintu mobil terbuka cukup lama mengira ada orang yang ingin mencuri.
Diam-diam tukang parkir itu pun mendekati mobil itu, saat ia meneliti mobil itu, matanya terbelalak dan terkejut melihat seorang wanita paruh baya tergeletak tepat di samping mobil itu.
" Tolong.!!! teriak petugas parkir itu, meminta bantuan.
Satpam yang mendengar teriakan itu, berlari menuju asal suara, dan saat tiba satpam tersebut juga terkejut melihat kejadian itu.
"Apa yang terjadi pak?? tanya satpam itu.
" Saya tidak tahu jelas, dari tadi saya perhatikan mobil ini sudah cukup lama terbuka, karena curiga saya diam-diam mendekat, dan melihat ibu ini sudah tergeletak tak sadarkan diri, terang petugas parkir itu.
"Ayo bantu angkat pak, kita bawa ke rumah sakit, ucap petugas parkir itu.
Levi Quera yang menapat kabar yang menimpa istri dan dua anak gadisnya pun, murka.
Levi pun menghubungi Rafa dan Aliando agar membantunya mencari tahu siapa yang sudah berani melakukan itu pada istri dan ke dua putrinya.
Tak lama Aliando dan Rafa pun sudah tiba di rumah sakit tempat Yayuk di rawat, Levi pun semakin geram karena istrinya terbaring lemah.
" Dad,, Cc celi dan Nana di bawa mereka, ucap Yayuk dengan tangisnya.
Levi memeluk istrinya, tak tega melihat tangis sang istri.
"Aku sudah kerahkan orang kita dan Rafa juga Aliando turut membantu kita, jangan menangis lagi, mereka akan di temukan, ucap Levi mengusap kepala Yayuk lembut.
" Bagai mana Raf.?? tanya Levi yang sudah sangat hawatir dengan nasib ke dua putrinya.
"Orangku masih memeriksa Cctv di sana, setelah ada hasil maka mereka segera memberitahu.
Saat Rafa bicara,, ponselnya berdering, dan panggilan itu dari orang suruhannya.
"Katakann.!!
" Bos, kami sudah periksa Cctv dan sepertinya mereka hanya orang bayaran bos, tidak dari kubu lawan, dan mobil yang membawa Nona menuju lokasi hutan, dan beberapa orang kita sudah menyusup ke sana, laporan yang saya terima dari sana, Nona ada di rumah kosong cukup jauh dari pemukiman.
"Apa langsung saja kami bereskankan Bos?? atau Bos sendiri yang melakukan.
" Kirim lokasinya, dan tunggu aku di sana, dan jangan bergerak sebelum aku tiba, ucap Rafa yang sudah mengeluarka aura iblisnya, rahang mengeras tangannya mengepal.
"Kau Salah Orang" dan aku tak akan mengampunimu yang sudah berani mengusik dan menculik wanitaku, takkan ku biarkan kau menghirup udara bebas, batin Rafa amarahnya, sudah di ubun-ubun.
"Om, temani tante saja di sini, biar Rafa yang membereskan semua ini, ucap Rafa berjalan keluar dari ruangan itu, tak ingin buang waktu lagi, sang dady pun mengikuti Rafa, tanpa bicara sepatah kata pun pada Levi.
" Ku pastikan.! penyesalanmu akan sia-sia, karena sudah berani bermain-main denganku, ucap Rafa di dalam mobilnya menuju lokasi penyekapan sang kekasih.
Next
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
__ADS_1
Salam Arthor.