
Setelah menunggu 3 jam lamanya akhirnya mereka mendengar tangis bayi yang mengharukan suasana di rumah sakit itu.
Saat mendengar tangisan bayi ando pun semakin terlihat kalut antara bahagia dan takut, di satu sisi ia bahagia anaknya lahir dengan selamat, di sisi lain ia masih memikirkan nasib istrinya yang belum bisa di katakan baik baik saja karena penyakit yang di derita felix.
Tangis haru pun menyelimuti ando dan mami papinya, saat melihat seorang suster membawa bayinya keluar dari ruang operasi dan memperlihatkan pada ando dan mami papinya.
Ando pun menerima anaknya yang berjenis kelamin laki laki itu, dengan air mata yang tak terbendung lagi, ando menciumi wajah anak lelakinya itu.
Sayang,,,, anak daddy.
Daddy sangat bahagia nak,, apa kau tahu daddy ketakutan dan sangat cemas denganmu juga mommymu, anak daddy harus kuat ya nak, biar mommy juga sehat dan kita bisa berkumpul seperti harapan mami, ucap ando menciumi anaknya dengan air mata yang mengalir deras.
Mami dan papinya pun turut menangis mendengar perkataan putranya yang sudah menjadi orang tua itu, tak dapat di gambarkan dengan kata kata, persaan mereka saat ini. Di satu sisi Tuhan memberikan mereka anugerah yang indah dengan kehadiran cucu mereka, namun kebahagiaan itu belum lengkap karena menantunya masih berjuang di dalam sana.
Cepat......!!!! teriakan terdengar dari ruang operasi felix, semua dokter dan perawat berlarian mengupayakan sesuatu yang sedang gawat, di mana felix mengalami kejang tinggi, dan dokter kevin juga dokter lala berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa felix yang sekarang mengalami kritis.
Ando yang melihat dan tak tahu apa yang terjadi hanya menangis histeris masih menggendong anaknya dengan erat, seolah merasakan kekuatannya melemah.
Dokter apa yang terjadi..!!!!! tanya widodo pada salah seorang dokter yang sedang berlari keluar dari ruangan felix.
Maaf tuan,,, nona felix kejang dan dalam keadaan kristis, kata dokter itu.
Seketika ando lemas terduduk di kursi tunggu masih mendekap anaknya dalam gendongannya.
Tangisnya pecah seketika,,, ia tidak bisa menerima semua yang terjadi, mengapa sangat sakit dan berat cobaan ini pikirnya.
Tiiiinnggggggg
Garis lurus di monitor pun menunjukkan bahwa felix di ambang mautnya, dokter kevin pun lemas dan tak bisa berbuat apa apa lagi, kehendak Tuhan tak bisa di elak oleh manusia,dengan perasaan hampa dan merasa bersalah kevin pun berjalan keluar hendak mengatakan yang terjadi bahwa felix telah meninggalkan mereka semua.
Saat ando melihat kevin keluar dia berlari mendapati dan ingin tahu bagaimana keadaan istrinya.
Namun saat melihat wajah kevin yang murung dan tubuh lemasnya membuat ando semakin kalut.
__ADS_1
Bagaimana istriku vin,,!!!
Katakan apa yang terjadi..!!!
Kenapa kau hanya diam hah.!!!!
Ando sudah berteriak tak jelas karena pertanyaannya tak ada di jawab oleh kevin.
Maaf....
Hanya kata maaf yang keluar dari mulut kevin dan tertunduk tak tahu harus berkata apa lagi.
Ando pun berlari menuju istrinya tak menhiraukan kevin yang berdiri di sana.
Sayang....
Bangun,, Hiks,,,hikss,,,hiks,
Bangun...!!!!! teriak ando memenuhi ruang operasi itu.
Sayang bangun,,,, aku mohon jangan hukum aku seperti ini.!! mana janjimu yang mengatakan akan menua bersamaku, mana janjimu yang akan selalu disisiku.!! kau pembohong.!!! kau kejam sayang.!! tidakkah impianmu hidup bersamaku dengan membesarkan anak kita bersama?? kau yang bilang kita akan bahagia bersama anak kita, namun kau meninggalkan aku dan anak kita.
Bangun,,, bangun sayang..!! suara ando melemah dan serak karena tangisnya, dia bersimpuh tepat di bawah kaki felix dengan tangisnya yang meluap.
Ando pun berdiri berjalan keluar dengan langkah cepat dia mengambil anaknya yang berada dalam gendongan maminya, tak ada kata meminta ando merampas anaknya dari sang mami, lalu membawanya keruangan felix.
Semua orang pun terkejut melihat sikap ando yang tak bisa menerima kepergian istrinya.
Ando apa yang kau lakukan.!!! teriak Widodo papinya.
Ando tak mengubris teriakan sang papi, ia tetap berjalan membawa bayinya masuk.
Di letakkannya bayi itu tepat di samping istrinya.
__ADS_1
Aku tak mau merawatnya sendiri bila tak bersamamu.!!! ucap ando berteriak dan karena suara teriakannya bayi itu pun terkejut dan menangis kuat.
Papi dan maminya serta dokter kevin pun sangat tak mengira ando melakukan hal itu, ando bahkan seperti orang gila, dan tak dapat berpikir jernih lagi.
Jangan menyiksa anakmu yang tak tahu apa apa, apa otakmu sudah tidak waras.!!! ucap widodo yang tak tega melihat cucunya menangis terus.
Biarkan pih,, biar dia tahu aku tak mau sendiri membesarkan anak ini tanpa dia.!!! tak kalah keras suara ando menjawab papinya dengan jarinya menunjuk ke arah felix.
Kau tidak dengar suara. anak kita dia menangis, bangun,, bangunlah sayang, kau harus membujuk anak kita, dia ingin bersama mommynya,, ucap ando teriak dengan isak tangisnya.
Namun siapa tahu keajaiban Tuhan,, dan juga naluri seorang ibu itu sangat kuat ikatan batin antara anak dan ibu ternyata bukanlah hal mitos, seketika itu juga layar monitor berbunyi menandakan gelombang tekanan jantung felix kembali meski terlihat lemah di layar monitor.
Semua yang berada di tempat itu sontak terkejut dan merasa berhalusinasi namun kenyataan Tuhan masih menunjukkan keajaibannya di ruang operasi itu.
Kevin yang melihat pun secepatnya memeriksa kembali dan menyuruh semua orang keluar agar ia lebih tenang untuk memeriksa lebih lanjut keadaan felix.
Ando yang masih menangis pilu pun tak berhenti berucap syukur dan terimakasih pada TuhanTuhan, atas kesempatan yang di beri padanya juga putranya yang baru lahir ke dunia.
Widodo pun mendekati putra dan istrinya, memeluk hangat pada keduanya, meski ia tadi sempat murka akan tindakan ando yang tidak masuk akal menurutnya, namun widodo sangat bahagia ternyata putranya sangat takut kehilangan menantu kesayangannya itu.
Papi bangga padamu nak,, ternyata selain kau begitu mencintai felix Tuhan juga begitu mencintaimu dan masih memberimu kesempatan untuk berjuang dan membahagiakan anak dan istrimu.
Makasih pih,,,, ando pun kembali terisak dalam pelukan papinya itu, sementara maminya tak bisa berkata apa pun selain berucap syukur.
Ini adalah hal yang takkan pernah terlupakan dalam sejarah keluarga besar Widodo.
Mereka di hadirkan wanita berhati malaikat dan tegar serta kuat, bahkan saat ajal maut pun ia tetap tegar dan memberi harapan besar terhadap semua yang menyanyanginya.
Manusia tak pernah tahu apa rencana Tuhan, manusia hanya bisa menjalankannya. Nasib takdir seseorang siapa yang tahu.
Ibarat sebuah pepatah,," tidak semua pohon menghasilkan buah yang baik dan manis'.
Namun hidup hanya milik Sang Kuasa, tak ada yang tahu kapan Ia menginginkan seseorang untuk berpulang padanya.
__ADS_1
Up lagi gaes, mohon dukungannya ya gaes untuk cerita recehanku ini.
Thanks.