Ketegaran Hati Wanita Miskin

Ketegaran Hati Wanita Miskin
episode 49


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai dirumah, dan felix pun sudah pulang dari kerjanya.


Felix yang melihat kedatangan mereka mengeryit bingung saat melihat ada dua mobil beriringa tiba di depan rumahnya.


Ando yang sudah menepikan mobilnya pun, keluar bersama faro dan fero juga.


Ando pun menyuruh para pengawalnya menurunkan semua bahan makan dan membawanya kedalam rumah.


Felix yang menyaksikan itu pun bengong juga heran, kenapa banyak sekali bahan makanan dan dibawa masuk kedalam rumahnya.


Ando yang paham dengan kebengongan felix pun bicara.


Kenapa kamu bengong begitu hem??? tanya Ando


Seharusnya aku yang tanya, apa maksudnya ini?? sahut felix.


Itu hanya beberapa bahan makanan, kami membelinya tadi, dan aku harap kau tak menolak semua ini, ucap Ando menatap felix penuh harap agar tak menolak.


Tapi itu tak perlu, dan apa semua ini, kenapa kalian banyak sekali bawa belanjaan di tangan kalian,?? menatap kedua adiknya dengan tatapan adiknya akan menjawab pertanyaanya.


Faro dan fero yang di tatap pun menunduk, tak berani bicara pada sang kakak.


Jangan memarahi mereka, karena ini kemauanku dan bukan mereka yang minta, sahut Ando.


Maafff,, kalau mereka berdua sudah merepotkanmu. menatap Ando sedikit tak suka.


Tak ada merepotkan, dan jangan berpikir yang tidak tidak, aku tulus melakukan ini, sahut Ando


Felix menghela nafas sedikit kasar, karena sangat tak enak hati dengan ini semua.


Hmm,, baiklah mari masuk, pasti kalian lelah, dan kalian berdua mandilah dulu, bersihkan diri kalian, menatap kedua adiknya.


Baiklah kak, berjalan menuju kamar dan menyimpan barang bawaan mereka tadi.


Sementara felix mengajak Ando duduk, dan menyuguhkan Ando kopi hangat.


Felix yang sudah duduk di hadapan Ando pun bicara.

__ADS_1


Ndo,,,


Ya,, ada apa??? sahut Ando menatap felix di hadapannya.


Apa kamu yang mengirimkan sofa ini???


Iya, memangnya kenapa, kau tak suka ya?? sahutnya.


Bukan begitu, tapi itu tak perlu Ndo, dan jangan membuat kami merasa tak enak padamu, ucap felix yang tak enak hati dengan pemberian Ando.


Aku tulus melakukannya dan tolong jangan menolak, dan aku melakukan ini, bukan berpandangan yang tidak tidak tentang keadaan rumahmu, aku hanya ingin memberi saja hanya itu.


Kau tak perlu repot repot begitu Ndo,, dan aku jadi kurang nyaman dengan semua pemberianmu ini, dan tak ingin oramg beranggapan buruk tentang kami, dan seolah memanfaatkanmu.


Jangan bicara begitu,, dan aku tak Merasa repot, dan jangan sungkan, aku hanya ingin berbagi dengan apa yang aku miliki, hanya itu.


Tapi tetap saja aku tak enak Ndo.!! sahut felix lagi.


Ayolah felix hanya kali ini, lain kali aku akan lebih dahulu bertanya padamu, dan tak akan mengulanginya lagi, jika kamu tak setuju, ucap Ando menatap felix serius.


Baiklah,,, aku mengahargai semua pemberianmu dan terimakasih ya Ndo.


Ohh yaa, tadi aku juga membelikanmu beberapa pakaiyan,, kamu terima ya Lix dan jangan menolaknya, memberikan kantongan yang di penuhi beberapa potong pakaiyan.


Kenapa kamu jadi repot begini sih??? aku jadi semakin tak enak, dan kamu jangan terlalu memanjakan faro dan fero Ndo, maaf bukan aku melarangmu memperhatikan mereka, cuma aku takut mereka akan merepotkanmu lagi.


Aku senang dan tulus melakukannya Lix,, dan jangan bicara begitu, dan tadi aku juga membelikan faro beberapa mainan, kamu jangan memarahinya ya, karena tadi aku yang memaksa, karena faro memang sempat menolaknya karena dia takut kamu marah!!!


Lain kali jangan berlebihan begini Ndo, karena kami tak akan bisa membalasnya kelak, ucap felix sendu.


Memangnya siapa yang minta balasan??? sahut Ando.


Memang kau tak minta Ndo, tapi aku jadi tak enak hati kalau sudah begini, sahut felix.


Sudahlah jangan di bahas lagi Lix, aku senang melakukannya, sahur Ando.


Felix pun tak bisa berkata lagi, dan dia juga tak bisa menolak pemberian Ando dan terpaksa menerima, tak baik menolak pemberian tulus seseorang pikirnya.

__ADS_1


Apa aku masih boleh makan malam bersama kalian disini??? Ando mengalihkan pembicaraan agar felix tak membahas lagi masalah pemberiannya.


Sangat boleh Ndo, apa kamu sudah lapar, apa sebaiknya kamu membersihkan diri dulu, lalu kita akan makan malam??


Ahh iya, aku akan membersihkan diri dulu, dan dimana kamar mandinya.


Mari aku antar, dan felix pun berjalan sambil mengambil handuk yang bersih dari lemari untuk Ando gunakan.


Ini pakailah, dan mandilah, oh ya tapi kamu tak punya baju ganti kan??


Aku akan menghubungi asistenku dan akan mengantarnya kemari, dan kalau sudah tiba tolong antarkan kemari ya.


Ohh,,, baiklah, felix pun pergi meninggalkan Ando yang sudah berada di kamar mandi.


Tak lama seseorang datang dan menyapaikan paper bag yang tak lain asisten Ando.


Nona felix ini pakaiyan tuan Ando, dan saya Rico asistennya.


Ahhh iya,, Ando sedang mandi, silahkan duduk, tunggulah sebentar, ucap felix pada Rico.


Rico pun mengangguk dan duduk di sofa.


Felix pun mengetuk pintu kamar mandi,Tokk,,tokk,, Ndo ini pakaiyanmu, ucap felix di depan pintu kamar mandi yang Ando tempati.


Ando pun membuka sedikit pintu dan menerima paper bag tersebut, dan mengucapkan terima kasih pada felix.


Ando yang sudah selesai dengan mandinya melihat Rico yang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


Rico yang melihat Ando mendekatinya pun tersenyum jahil.


Kenapa kamu senyum senyum gak jelas sih?? tanya Ando pada Rico.


Kelihatannya usahamu tidak akan sia sia Ndo, ucap Rico dengan senyum jahilnya.


Husss, lo itu kalau ngomong lihat tempat, kalau felix dengar dia bisa salah faham, seraya menjitak kepala Rico.


Uuppsss,, sory gue keceplosan.! heheehhee

__ADS_1


Ando menatap Rico tajam, dan sengaja agar bisa membungkam mulut Rico agar tak bicara asal saat berada di rumah felix, dan tak ingin felix salah paham.


Laaaaannnnjjjjjjjuuuuutttttttttt


__ADS_2