
Selama tiga hari, setelah hari pernikahaan Rafa dan Atika, mereka menghabiskan waktu di hotel mewah itu.
Hari ini mereka akan kembali ke mansion, karena pak Danu ayahnya Atika akan kembali ke kota B, untuk kembali pada aktivitasnya, yang sudah di berikan menantunya itu.
Pak Danu tak ingin menyia-nyiakan kebaikan menantunya, yang sudah berjuang mengangkat beban hidupnya bersama putrinya Atika.
Sebenarnya pak Danu masih ingin menghabiskan waktu bersama Atika putrinya.
Tapi tak ingin egois, karena bagai mana pun juga, pak Danu harus memikirkan masa depan untuknya, walau pun menantunya bertanggung jawab penuh untuknya, setidaknya pak Danu bisa melakukan sesuatu yang menjamin hidupnya untuk ke depannya.
Rafa dan Atika baru saja selesai dari sarapan paginya, Dewa sudah menghubungi Rafa sebelumnya, tentang kepulangan pak Danu ke kota B.
"Sudah siap untuk pulang sayang?? memeluk Atika dari belakang, yang berdiri di depan cermin meja rias di kamar hotel itu.
" Ya, aku sudah sangat merindukan momy, dan yang lainnya, sahut Atika menyandarkan kepalanya di dada Rafa.
"Hari ini ayah akan kembali ke kota B, aku harap kau tidak bersedih karena itu, aku tahu kau sangat menyangi ayah, tapi ayah sudah punya tanggung jawab kerja di pabrik, dan aku tidak bermaksud memisahkan kamu dari ayah, apa kau paham maksudku sayang??
" Tentu, aku tahu kau begitu perduli pada ayah, dan aku tidak berpikir seperti yang kau katakan tadi, terima kasih sudah menyayangi ayah seperti orang tua mu sendiri, aku adalah istrimu, dan aku akan selalu ada di sisi mu.
"Aku senang mendengarnya, ucap Rafa mengecup lembut pipi Atika.
" Apa ayah akan tetap tinggal di Vila??
"Apa kau keberatan sayang?? bukannya menjawab pertanyaan Atika, Rafa malah balik bertanya.
" Bukan begitu maksudku, aku tidak keberatan sama sekali, aku tak ingin ayah terbebani pikiran yang merasa terlalu jadi beban pada keluargamu, ucap Atika yang tak ingin orang-orang, menilai dia dan ayahnya memanfaatkan kebaikan keluarga suaminya itu.
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan sayang?? apa kau berpikir ayah jadi beban bagi keluargaku?? ucap Rafa tak suka, dengan perkataan Atika.
" Bukan begitu, aku berpikir ayah tidak akan nyaman tinggal di sana, bagai mana pun juga, Vila itu adalah milik keluargamu, dengan ayah tinggal di sana, apa tidak masalah?? ucap Atika agar suaminya tak salah paham pada ucapannya tadi.
"Vila itu tidak lagi atas namaku, tapi sudah menjadi atas namamu, dan ayah sudah tahu itu, jadi Vila itu milikmu sekarang, dan ayah pantas tinggal di tempat yang sudah jadi milik putrinya.
" Jangan bercanda, bagai mana bisa?? ucap Atika tak percaya.
"Itu bukan aku yang melakukannya, tapi grandpa yang memberikan itu dan sudah jadi milikmu, sebagai hadiah pernikahan dari grandpa, memberikan Vila itu untuk mu dan pemiliknya sekarang adalah atas nama mu, ucap Rafa membuat Atika berkaca-kaca.
Begitu banyak kebaikan yang di dapat Atika dan ayahnya dari keluarga suaminya itu, membuat Atika tak tahu harus mengatakan apa, perubahan hidupnya berubah setelah bertemu dengan Rafa, dan paling membuat Atika begitu haru, semua anggota keluarga sangat menyanyangi dan perduli pada Atika dan ayahnya.
Atika meneteskan air matanya, tak bisa berkata apa-apa lagi,sungguh rencana Tuhan tidak ada yang tahu.
Dulunya Atika berpikir, sepanjang hidupnya tidak akan terlepas dari kesengsaraan dan penderitaan, mengingat keadaannya yang dulu sangat jauh dari kata layak hidup nyaman, tapi keadaan saat ini sudah berubah, dalam doanya Atika meminta pada Tuhan, selalu menjadikannya Atika yang tetap tulus dan rendah hati.
"Kenapa menangis hm?? ucap Rafa menghapus air mata istrinya itu.
Rafa dan Atika sudah keluar dari kamar hotel, bersama Dewa yang mengikuti dari belakang, membawa dua koper milik Rafa dan Atika.
Selama perjalanan pulang menuju mansion, Rafa yang jahil sengaja bermesraan di dalam mobil, membuat Dewa berkali-kali mengumpat, melihat kemesraan bosnya itu, membuat jiwa jomblo akut itu berteriak histeris dalam hati Dewa.
Tak lama, mereka sudah tiba di mansion, Rafa dan Atika pun turun, sementara Dewa mengeluarkan dua koper dari bagasi mobil, tapi tatapan Dewa tidak lepas dari pemandangan yang membuat dia geram dari tadi, melihat bosnya yang begitu manja pada Nona mudanya itu.
Atika dan Rafa berjalan masuk, dan mendapati anggta keluarga sudah menunggu mereka di ruang tamu, dan pak Danu juga ada di sana, yang sudah terlihat rapi menunggu waktu satu jam lagi akan kembali ke kota B.
Rafa dan Atika duduk di sofa yang sama dengan seluruh keluarga besar, Felix yang sempat memperhatikan jalan menantunya seperti menahan sakit, tersenyum cerah, ia yakin putranya, sudah buka pabrik dan mengaduk adonan untuk membuat olahan membuat cucu untuknya, heheheee.
__ADS_1
"Sebelum ayah berangkat, ayah ingin bicara sebentar pada kalian berdua, ucap pak Danu menatap Atika dan Rafa yang sudah duduk berhadapan dengannya.
Rafa dan Atika pun mengangguk kompak, tanda paham dengan ucapan pak Danu.
" Hal pertama yang ingin ayah bicarakan adalah, ayah ucapkan selamat untuk pernikahan kalian, dan doa ayah semoga kalian selalu bahagia, dan saling percaya satu sama lain.
Semua anggota keluarga pun mengaminkan ucapan pak Danu, lalu pak Danu pun melanjutkan ucapannya.
"Untuk nak Rafa, ayah titip putri ayah padamu, sekarang Atika adalah tanggung jawabmu, ayah yakin padamu, kamu bisa menjaga Atika untuk ayah, berjanjilah pada ayah, jika sesuatu terjadi dalam rumah tangga kalian, ayah minta satu hal, jangan menyakiti dan membuangnya, cukup kembalikan pada ayah dengan baik, karena kau memintanya pada ayah juga dengan baik, ucap pak Danu dengan mata yang berkaca-kaca.
" Baik ayah, dan yakinlah aku tidak akan pernah menyia-nyiakan istriku, itu janjiku pada ayah, ucap Rafa tegas, di hadapan semua anggota keluarga, dadynya pun terharu mendengar ucapan putranya itu, sungguh ia sangat beruntung memiliki Felix jadi istrinya, mendidik putra mereka, menjadi pribadi yang begitu baik dan terpuji.
" Untuk Atika putri ayah, ayah tidak menuntut banyak padamu, karena ayah tahu, tanpa ayah minta pun, kau akan melakukan apa pun untuk ayah, apa pun yang suamimu lakukan kau harus tetap percaya dan jangan mudah terpengaruh dengan omongan yang tidak jelas, sebelum mengetahui kebenarannya, karena sekali saja kau mencurigai suami mu, akan membuka jalan untuk orang-orang, yang berniat merusak rumah tanggamu.
"Jadilah menantu yang bisa di banggakan di keluarga ini, hargai setiap perhatian dan kasih sayang yang kau dapat dari mereka, tentunya dengan menjadi menantu yang penurut dan juga baik.
" Hormati dan sayangi kedua mertuamu, dan Oma dan Opa mu, seperti kau menyanyangi dan menghormati ayah, karena apa yang kita tabur maka akan kita tuai, sesuai perbuatan kita.
"Bila kau tidak berlaku baik, maka ayah akan mendapatkan itu dari orang lain, karena karma itu ada, ucap pak Danu terisak haru, sungguh begitu bersyukur, dan tidak berat hati meniggalkan Atika dalam keluarga Widodo, yang sangat menyanyangi mereka.
Atika pun berdiri berjalan ke arah ayahnya, dan berlutut di depan ayahnya, menghapus air mata haru itu dari pipi pakk Danu.
" Atika akan ingat semua nasehat ayah, Atika janji pada ayah, tidak akan membuat ayah kecewa, dan akan jadi putri ayah yang bisa membanggakan ayah, dan selalu bawa Atika dan suami Tika dalam doa ayah, dan ayah juga harus jaga diri di sana, jangan terlalu lelah, dan lupa makan, ucap Atika memeluk pak Danu erat.
Semua anggota keluarga meneteskan air mata haru, mendengar ucapan pak Danu, membuat semua yang mendengar dan menyimpulkan, pak Danu adalah orang tua yang bijak dan sangat beruntung punya seorang putri yang berbakti dan sangat tulus, dan tentunya itu punya andil dari didikan orang tua, dan ibu yang melahirkannya.
Next.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya Guys.
Salam Arthor.