Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 118. Universal Studio


__ADS_3

Hari ke tiga di Singapura, Khan mengajak rombongan berwisata di Universal Studio Singapura. Salah satu wisata permainan terbaik yang ada di Singapura. Setelah membeli tiket masuk ternyata tempat wisata ini sangatlah luas.


Studio ini terdiri dari 7 Zona wilayah yang memiliki konsep dan tema berbeda. Diantaranya adalah Hollywood, New York, Sci-fi City, Ancient Egypt, The Lost World, Far Far Away, dan Madagascar.


Setiap masing-masing zona terdapat wahana permainan andalan yang sangat seru dan sayang untuk di lewatkan. Khan dan rombongan mengunjungi satu persatu diurutkan berdasarkan letaknya yang berdekatan satu sama lain.


Yang pertama di kunjungi Khan dan rombongan adalah Zona New York. Studio mini ini dipenuhi banyak kejutan yaitu berbagai efek film yang biasanya hanya bisa dilihat di film-film. Contohnya angin topan, kebakaran, banjir, bangunan runtuh dan lain sebagainya.


Bisa menyaksikan langsung efek film dengan mata kepala sendiri sangat membuat mereka terkagum-kagum. Walaupun durasi hanya sekitar 10 menit saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri. Mendapatkan pengalaman menikmati hasil karya sutradara kondang Steven Spielberg ini akan membuat hati tidak berhenti berdecak kagum.


Vefe sampai berdecak kagum saat melihat efek film yang sangat canggih dan di dukung oleh teknologi tinggi, "Tenyata seperti itu ya, Mas. Pembuatan efek di film-film?"


"Iya ... Sayang, biasanya kita hanya menyaksikan saja tidak pernah melihat prosesnya. Mas jadi pingin kencan berdua nonton film romantis lagi."


"Eee ... Nonton di Jakarta saja, Mas jangan di sini."


"Mas jadi ingat dulu bisa memeluk Ve di sana, berarti kalau nanti adegan romantis ciuman misalnya, Mas langsung bisa praktek."


"Naaah malah modus. Ayo kita lihat jalan yang ramai itu!"


"Baiklah sesuai keinginan Tuan Purtri."


Di jalan yang sangat ramai itu dinamakan Sesame Street. Rombongan Khan langsung bergabung dengan Elmo dan kawan-kawan dalam misi mengambil kembali Spaghetti. Yaitu Spaghetti yang hendak dikuasai oleh si karakter jahat Macaroni the Mercilles.


Dalam perjalanan itu mereka ikut berkendara dengan kereta seolah di kegelapan luar angkasa. Apalagi ditambah dengan efek lighting dan animasi yang ditampilkan. Pengalaman yang sangat mengesankan terutama bagi Vefe.


Setelah turun dari kereta perjalanan dan misi berakhir. Vefe sangat terkesan dan sangta bahagia. Khan tersenyum melihat istrinya yang puas, "Apakah mau sekali lagi bergabung dengan petualangan Elmo, Sayang?"


"Tidak usah, Mas. Nanti waktunya tidak cukup untuk melihat semua Zona di sini."


"Baiklah kita lanjut ke zona berikutnya ya?"


"Iya ayo, Ve sudah tidak sabar lagi."


Khan dan rombongan memasuki zona Sci-Fi City. Hanya untuk yang bernyali besar di zona ini. Roller coaster yang berada di sini sangat siap untuk mengacaukan detak jantung .

__ADS_1


Terdiri dari dua jalur yaitu jalur merah yaitu Human. Dan jalur abu yaitu Cyclon. Pengunjung harus memilih berada di satu sisi di mana seolah sedang berduel dengan sisi yang lainnya pada kecepatan yang super duper ekstrim.


"Sayang, untuk zona ini Ve tidak boleh naik dulu ya!"


"Iya ... Mas. Ve tidak ingin membahayakan bayi kita."


"Ayo kita duduk di sana sambil menunggu mereka yang akan menaiki roller coaster itu!"


Khan dan Vefe duduk di kursi panjang bersma Brio dan Brina. Anak-anak tidak yang boleh menaiki permainan ini harus memenuhi syarat tertentu yaitu umur dan tinggi badan.


Asisten Satria dan Nia mengurungkan tidak jadi naik roller coaster. Mereka melihat arena Transformers The Raid. Permainan ini sangat cocok untuk Brio dan Brina.


Asisten Satria sekeluarga akhirnya mikmati sensasi tiga dimensi bergabung dengan Optimus Prime dan para Autobots. Mereka memiliki misi untuk menyelamatkan Decepticon. Dalam permainan ini pengunjung akan merasa seperti turut serta dalam film Transformers dan ikut terombang-ambing dalam pertarungan Optimus melawan Megatron.


Zona selanjutnya adalah dii zona Ancient Egypt, Revenge of the Mummy termasuk salah satu wahana favorit para pengunjung. Khan melewati zona ini karena arena ini adalah perpaduan antara roller coaster, dan juga film horror. Banyak yang tidak berani meaiki permainan di zona ini.


"Kita di zona The Lost World saja, Sayang. Pasti Ve akan memyukainya!"


"Zona tentang apa itu, Mas?"


"Maksud Mas film berjudul Waterworld yang dibintangi oleh Kevin Costner?"


"Ve tahu film ini?"


"Ve pernah sekali nonton di televisi dan ceritanya seru banget."


"Di pertunjukan ini ceritanya sama, hanya bedanya pemainnya memiliki skill dan kemampuan mengendarai jetski disertai dengan banyaknya kejutan air yang muncul tiba-tiba."


"Ayo kita ke sana, Mas!"


Selesai melihat pertunjukan show Waterworld tanpa terasa sudah lebih dari jam makan siang. Khan tidak ingin Vefe kelelahan, sebenarnya masih ada satu pertunjukan lagi yaitu di zona Madagascar di permainan Jurasic Park. Khan memutuskan untuk langsung beristirahat dengan mencari tempat ibadah dan restoran untuk makan bersama.


Pulang kembali ke villa untuk beristirahat. Kaki terasa pegal, Vefe meluruskan kakinya di atas tempat tidur sambil menikmati buah segar yang sudah di potong dadu. Khan juga ikut meluruskan kakinya di samping Vefe sampil memberikan sentuhan lembut di kaki.


"Apakah terasa panas kakinya?"

__ADS_1


"Tidak juga sih, Mas. Hanya pegal sedikit saja."


"Mau di urut atau di berikan minyak aroma terapi?"


"Dua-duanya boleh, Mas."


"Kalau dua-duanya Ve harus berbaring jangan duduk begini!"


"Baiklah ... Tetapi Ve tidak bisa tengkurap, Mas bagimana dong?"


"Miring saja, Sayang. jangan lupa di naikkan gaunnya biarkan Mas leluasa mengurut kaki Ve!"


"Eee Mas mau urut kaki Ve atau mau berburu?"


Khan tergelak sambil mentowel hidung Vefe. Baru berpikir ke arah sana sudah di tebak dan dibaca oleh istrinya. Pasti akan mengasyikkan setelah kaki dan badan rileks diurut kemudian berburu dengan mesra.


"Istri Mas memang hebat, bisa membaca pikiran Mas Khan. Mas akan menjadi terapis spesial untuk Ve, durasinya minimal satu jam."


"Waaah kelihatannya menarik."


"Tetapi harus ada imbalannya lo ya?"


"Apa imblannya, Ve harus membayar uang kepada Mas, gitu?"


"Tidak uang dong, Sayang, sebagai imbalannya Ve yang akan memimpin perburuan kali ini."


Vefe mengerutkan keningnya, memikirkan permintaan Khan. Biasanya dia selalu hanya mengimbangi permainan Khan saat berburu. Tidak tahu bagaimana cara memimpin perburuan.


"Bagaimana caranya memimpin perburuan?"


"Gampang saja, Sayang. Nanti Mas hanya akan terlentang dan diam saja, Ve yang akan bergerilya dan melakukan sampai kita menuju puncak nirwana."


Otak Vefe melenceng jauh dari apa yang dibayangkan Khan. Justru bayangan Vefe mengira seolah Vefe akan melakukan pemaksaan karena Khan hanya diam saja dan dia harus beraksi sendirian.


"Maksud Mas, Ve harus memperk*sa suami sendiri, idih ogah banget!"

__ADS_1


"Eee ...?"


__ADS_2