
Khan pasrah setelah mendengar Vefe memberikan alasan yang masuk akal yaituadanya CCTV. Lebih memilih duduk berkonsentrasi memeriksa email masuk. Ada banyak pekerjaan yang terunda selama menemani Vefe di rumah sakit.
Pada hari ketiga, kesehatan Vefe mulai pulih. Baby Aaron juga terlihat sehat. Sore hari sudah diperbolehkan pulang.
Di jemput langsung oleh Asisten Satria dengan menggunakan mobil mewah milik Khan. Baby Aaron di gendong oleh Bunda Fatia. Vefe berjalan perlahan di gandeng oleh Khan.
Di rumah kamar baby Aaron sudah di siapkan berada tepat di samping kamar utama. Dengan kamar mayoritas warna biru laut dan putih. Dari perabotan sampai pernak pernik perlengkapan bayi juga menggunakan warna senada.
"Ayo langsung beristirahat dan diluruskan kakinya, Nak!" perintah Bunda Fatia setelah vefe masuk kamarnya sendiri.
"Iya terima kasih, Bun. Ve mau mandi dan berganti baju dulu!"
"Mandinya menggunakan air hangat, Nak. Aliran darah biar lancar!"
"Baik, Bun."
Vefe baru mau masuk kamar mandi. Khan ikut masuk kamar mandi dari belakang. Vefe tidak menyadari jika Khan ikut masuk.
Setelah pintu kamar mandi di tutup dan berbalik badan. Khan sudah berada di depannya, "Astagfirullah ...!" teriak Vefe.
Khan hanya nyengir kuda melihat Vefe memegangi dadanya, "Kenapa?"
"Ve kira ada hantu kamar mandi."
"Memang ada hantu yang gantengnya paripurna seperti Mas ini?" Khan menunjuk wajahnya sendiri.
"Mengapa Mas ikut masuk kamar mandi?"
"Ya mau mandi dong, Sayang. Tidak mungkinlah Mas mau tidur di sini."
__ADS_1
"Mas nanti saja mandinya gantian, sana keluar dulu!"
"Biasanya kita mandi bareng Sayang."
"Ini beda dong, Mas. Ve sedang nifas sekarang. Maaf ya cepat keluar!" Vefe mendorong tubuh Khan keluar kamar mandi setelsh pintu di buka.
Bersamaan Khan keluar kamar mandi. Bersamaan Bunda Fatia masuk kamar. Melihat Khan cemberut keluar kamar mandi, Bunda Fatia jadi tergelak, "Kamu mau ngapain Khan?"
"Khan mau mandi tetapi di suruh keluar sama Ve."
Bunda Fatia langsung menggeplak kepala Khan, "Jangan macam-macam saat istri sedang nifas. Ayah dan putranya sama saja," gerutu Bunda Fatia.
"Sama dong, Bun. Ayah dan Khan sama saja."
Umi Maryam datang bersama Erina dan Danial. Membawa menu masakan Bibi Kudri khusus ibu menyusui. Langsung diletakkan di meja rias milik Vefe.
"Ini sayur daun katu, Nak. Sayur ini bisa menambah memperlancar produksi ASI."
Khan melihat sayur yang terlihat seperti bayam tetapi bentuknya terlihat lebih kecil. Ada lauk ikan guramai goreng yang terlihat menggugah selera. Dia sampai menelan ludah hanya melihat ikan goreng kesukaannya.
"Yang tidak menyusui boleh makan juga, Umi?"
"Tentu saja boleh dong, Nak. Bibi Kudri sengaja membuat dobel agar Nak Khan juga bisa ikut makan."
"Nanti Khan keluar ASI dong makan sayur daun katu," canda Khan.
Kembali Bunda Fatia menggeplak kepala Khan, "Susu apa yang keluar dari Khan. Susu vanila?"
"Aduuh, Khan hanya bercanda saja, Bun."
__ADS_1
"Bercanda Khan tidak lucu."
Vefe keluar dari kamar mandi dengan badan yang lebih segar. Melihat ada Umi Maryam langsung meraih dan mencium punggung tangannya. Tos dengan Erina dan Danial.
"Ve makan dulu, Bibi Kudri masak sayur khusus hari ini!" perintah Umi Maryam.
"Terima kasih, Umi. Salam buat Bibi, Vefe kangen sama nasi goreng ikan asin buatan Bibi Kudri."
Khan yang terbiasa memenuhi semua keinginan saat Vefe hamil. Dia langsung menyahut, "Dibuatkan sama Pak Gun saja, Sayang. Nanti ileran lo kalau tidak keturutan."
"Bayinya sudah keluar dari perut, Mas. Tidak mungkin dong ileran lagi."
Khan menepuk dahinya sendiri, "Oyaa lupa sekarang sudah tidak ngidam lagi, Yang ada bukan ileran tetapi Ve ngeces karena membayangkan nasi goreng ikan asin."
Semua tertawa mendengar tingkah konyol Khan. Vefe hanya menggelengkan kepala saja, dari tadi pikiran Khan aneh-aneh saja. Terinspirasi melakukan sesuatu karena lewat jalan lain yang aneh juga.
"Mas masih kepikiran yang tadi?" tanya Vefe berbisik di telinga Khan.
"Kok Ve tahu?"
"Ya tahu dong, Mas. Dari tadi pikiran Mas eror terus."
"Eee ...!"
BERSAMBUNG
mampir yok Shobatdi Novel teman author yang rekomen banget ini, ceritanya seru loh
__ADS_1