Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 52 Reservasi


__ADS_3

Asisten Satria langsung menghadap kepada Khan setelah sampai di kantor. Menceritakan yang telah dilakukan di kantor milik Sania Parwati. Jika dia masih nekat memang wanita itu yang tidak memiliki malu.


"Kamu yakin dia tidak akan beraksi lagi?"


"Tidak yakin sih, Tuan. Wanita itu memiliki muka tembok, tadi saja dia masih mengatakan calon istri Tuan Khan."


"Kita lihat saja besok."


"Baik Tuan."


Asisten Satria ingin melanjutkan pekerjaannya di kantor. Belum sempat berbalik badan dan berpamitan. Khan memngaggilnya kembali, "Satria ...!" teriaknya.


"Ya ...Tuan."


"Tolong reservasi villa yang ada di Ancol, villa yang cukup untuk sekitar 60 anak!"


"Acara apa, Tuan?"


"Ulang tahunku."


Masih ada waktu dua minggu lagi ulang tahun dilakukan. Yang membuat Asisten Satria heran adalah biasanya tuannya tidak pernah sekalipun dia merayakan ulang tahun. Sekarang ini ingin merayakan pasti ada udang di balik batu.


"Ada angin apa Anda merayakan hari berkurangnya umur?"


"Aku berencana merayakan bersama anak Panti asuhan Bunda."

__ADS_1


"Bersama anak panti asuhan atau bersama pimpinan Panti asuhan?" goda Asisten Satria.


Khan terkekeh sambil menjawab, "Dua-duanya."


"Baik, saya buat agenda dan jadwal. Mulai dari hari jum'at sore atau Sabtu pagi, Tuan?"


"Jum'at sore sampai Minggu sore. Jangan lupa sekalian untuk restoran, makanan kecil atau snack untuk anak-anak!"


Asisten Satria ikut terkekeh karena tadi siang saat istirahat marah dan emosi gara-gara Sania Parwati. Sekarang tersenyum dan tertawa setelah diingatkan tentang Vena Fatmala atau sering di panggil Vefe. Sangat terlihat perbedaannya antara suka dan tidak suka.


"Apakah ada lagi yang harus saya kerjakan, Tuan?"


"Ingat kamu dan keluarga juga ikut, karena seragam kaos kemarin sudah di sediakan oleh Vefe."


"Ok Siap."


"Sudah semua, Tuan. Apa yang kurang, tolong di periksa kembali saya kirim ke email Anda. Semua sudah saya bayar di muka.


Khan membuka email, melihat dan membaca laporan Asisten Satria. Dari pemesanan villa, restoran sampai Bukti transfer lengkap.Yang belum dipesan hanya tiket saat masuk perainan dan wisata lainnya.


"Kurang tiket tempat wisata dan permainan, pastikan semua mendapatkan secara adil sesuai dengan usia mereka!"


"Berarti saya harus meminta data identitas anak panti terlebih dahulu."


"Aku saja yang mengubungi Vefe, tunggu dulu sampai mendapat biodata lengkap mereka."

__ADS_1


"Bilang saja pingin ketemu dia, tidak usah alasan meminta data anak-anak," goda Asisten Satria sambil meninggalkan kantor.


"He he he tahu aja, sudahlah sana kerja lagi, jangan mengganggu anak muda yang lagi usaha.


Asisten Satria hanya menggelengkan kepalanya sambil berlalu meninggalkan kantor. Amarah Khan yang hanya sebentar karena Vefe. Membuatnya merasa lega tidak harus menerima amarah tuannya sampai sore hari seperti biasanya.


Khan langsung mengirim pesan telegram Vefe untuk mengajak bertemu. Setelah pulang kerja pukul lima sore. Khan mengajak bertemu untuk meminta data ana-anak.


"Bertemu di mana, Mas?" tulis Vefe dalam kiriman telegram.


"Terserah Ve aja, Mas ikut."


"Ve sedang mengajar anak-anak beladiri dekat Monumen Pancasila sekarang."


"Ve bawa motor?"


"Tidak Mas, Tadi Ve nebeng teman."


"Ok Mas jemput nanti, Ve tunggu di situ saja"


"Ya Mas, di tunggu."


Khan tersenyum sambil melihat jam yang ada ditangannya. Sekarang ini baru menunjukkan pukul tiga sore masih ada waktu dua jam lagi untuk bersiap-siap. Tidak berniat pulang terlebih dahulu, lebih memilih mandi dan berganti baju di kamar yang ada di dalam kantornya.


Setelah rapi Khan keluar dari kantor dengan mengenakan baju casuel. Melepaskan baju kebesaran jas dan celana kain. Membuat seluruh karyawan yang kelihat semakin tergila-gila padanya.

__ADS_1


"Aduh ganteng banget, ikut dong, Tuan?" celetuk seorang karyawan yang melihatnya keluar kantor.


__ADS_2