
Belum sempat Vefe menjawab ajakan untuk menemani mandi. Asisten Satria datang sambil berlari kecil dan berteriak memanggilnya, "Tuan ...!"
Vefe tergelak sambil berbisik, "Modusnya di tunda nanti malam saja ya."
"Waduh jangan dong Mami Sayang. Bisa mati berdiri nanti."
Asisten Satria yang tidak tahu apa maksud dari ucapan Khan. Dia langsung menyahut, "Mengapa harus mati berdiri, Tuan?"
"Tidak perlu tahu, kamu belum berangkat ke kantor?"
"Sudah dong, Tuan. Karena Anda tidak ke kantor dengan terpaksa saya harus ke sini."
"Ada apa, bukankah semua dokumen sudah ditanda tangani kemarin?"
"Ini bukan tentang dokumen, Tuan. Ini tentang jadwal yang tertunda satu bulan yang lalu, hari ini kita harus berangkat sekarang juga!"
Khan melirik Vefe yang menahan tawa. Mengerutkan keningnya memikirkan jadwal yang terlupa. Berusaha mengingatnya, tetapi tidak teringat juga karena otaknya hanya berisi tentang berburu saja.
"Jadwal yang mana?"
"Tentang pertemuan dengan Mr. Kim di hotel yang ada di Jakarta Pusat. Bahkan kita sudah booking kamar hotel untuk mengajak seluruh keluarga, apakah Anda melupakan itu?"
"Oooo iya ya, apakah Mr. Kim sudah konfirmasi lagi?"
"Mr. Kim baru saja menghubungi, pesawatnya tiba di Bandara Internasional Soekarni Hatta nanti jam tiga sore."
__ADS_1
Khan tersenyum devil memadangi Vefe penuh cinta. Ini bisa dijadikan moment khusus untuk buka puasa di hotel layaknya MP kedua. Bisa merencanakan banyak hal saat nanti baby Aaron sedang terlelap.
"Baiklah ... Persiapkan semua. Kita berangkat setelah makan siang saja."
"Baik, Tuan. Ini silahkan tanda tangan dulu untuk reservasi kamar dan ruang meeting nanti sore!"
Asisten Satria tidak kembali ke kantor. Dia mengikuti Khan masuk kantor prinadinya. Mempersiapkan segala sesuatu dari kantor yang ada di rumah.
"Papi tidak jadi mandi?" tanya Vefe saat Khan dan Asisten Satria berjalan menuju kantor.
"Nanti saja, Mami persiapkan keperluan kita menginap selama dua malam di hotel ya!"
"Siapa saja yang ikut?"
"Pak Gun, Mpok Ria, Keluarga Satria kalau perlu hubungi Erin atau Umi Maryam!"
"Terserah Mami saja kalau gitu."
Khan dan Asisten Satria sampai pukul sebelas siang berada di kantor. Vefe sudah selesai packing baju milik Khan, baby Aaron dan miliknya sendiri. Sambil menunggu suami, dia beristirat merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah baby Aaron terlelap.
Khan masuk kamar setelah selesai meeting dengan Asisten Satria, yang awalnya berniat buka puasa di hotel nanti malam. Melihat Vefe tidur terlentang seketika senjata tomahawk bangun dengan sempurna. Tidak bisa ditahan lagi dia langsung mengungkung Vefe dengan mesra.
Baru memejamkan mata lima menit. tiba-tiba sudah ada wajah Khan tepat di atas wajahnya sendiri. Badannya sudah tiak bisa bergerak karena sudah dikungkung olehnya. Dia langsung menyerang bergerilya tanpa jeda.
Karena terlalu lama senjata tombak tomahawk libur. Tidak membutuhkan waktu lama untuk beraksi. Rasa tidak sabar ingin melepas kerinduan hati.
__ADS_1
Khan hanya menyingkap gaun longgar Vefe. Membuka dan melempar baju tidur miliknya entah ke mana dengan tidak sabar. Langsung beraksi menuju puncak nirwana.
Vefe belum merasakan pemanasan secara penuh. Biasanya Khan akan beraksi dengan perlahan dan penuh penghayatan. Khan sudah sampai puncak, sedangkan Vefe baru sampai tegah rasa.
Saat Khan sudah terpuaskan dan terguling ke samping Vefe. Wajah Vefe terlihat kecewa karena menahan rasa. Khan langsung mengusap pipi Vefe karena tahu apa yang dialami istrinya.
"Maaf Mami Sayang, Ve belum ke luar ya?"
"Iya ... Mengapa seperti iklan, hanya sekejap cus gitu doang langsung puas?"
Khan tergelak sambil mengusap pipinya, "Apa perlu Papi ulangi lagi?"
Belum sempat Vefe menjawab pertanyaan Khan. Ada suara baby Aaron menangis terbangun. Vefe langsung menurunkan gaun yang tadi tersingkap. Turun dari tempat tidur mendekati boks bayi putranya.
Khan mengira Vefe marah karena dia tidak menjawab pertanyaannya. Khan ikut turun dari tempat tidur mengikuti langkah Vefe. Padahal dia masih polos tanpa benang sehelaipun.
"Mami Sayang, maaf ...!"
Vefe langsung memukul perlahan perut suaminya, "Papi ... Iiih malu nanti dilihat baby Aaron berjalan masih polos begitu!"
"Eeee ...!"
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir ya shobat di novel teman author yang rekomen banet ini, sambil menunggu KKJ up besok.
__ADS_1