
Bagi Vefe yang sibuk waktu cepat berlalu tanpa terasa tinggal dua hari lagi masa nifasnya. Namun bagi Khan seolah waktu berhento di tempat. Sehari rasanya satu bulan bagi Khan karena selalu menanti saat yang ditunggu tiba.
Hari ini adalah jadwal imunisasi untuk baby Aaron. Konrol untuk Vefe dan menentukan alat kontrasepsi yang tepat. Berkonsultasi dengan Dokter Ega. Ingin mengetahui secara langsung manfaat dan kelemahan dari masing-masing alat.
Dokter Ega menerangkan mulai dari alat kontrasepsi yang rutin tiap hari sampai yang dilakukan setiap lima tahun sekali. Semua dijelaskan dengan gamblang dan rinci.
Khan ikut mendengarkan semua penjelasan dari dokter. Tidak ingin terlalu lama menggunakan alat pencegahan kehamilan. Targetnya lebih dari dua buah hati yang diinginkan.
"Apakah Mas boleh memilih untuk alat kontrasepsinya, Sayang?"
"Tentu dong, Mas. Harus dengan alasan yang masuk akal ya!"
"Sebaiknya Ve menggunakan suntik yang tiga bulan sekali."
"Apa alasannya, Mas?"
"Kalau Mas menginginkan lima buah hati jadi sewaktu-waktu bisa dilepas dan hamil lagi."
"Mas yakin ingin memeliki lima anak?"
__ADS_1
"Hhmm ...."
Dokter Ega tergelak mendengar ke dua pasangan suami istri yang sedang berdebat. Anak lima termasuk banyak bagi pasangan suami istri untuk saat ini, "Kalau anjuran pemerintah sebaiknya dua saja cukup."
"Naaah setuju sama Dokter Ega, dua saja," jawab Vefe.
"Rumah kurang ramai kalau cuma dua, Sayang. Apalagi kalu mereka sudah dewasa."
"Terserah Mas sajalah."
Selesai konsultasi dan suntik kB, Vefe dan Khan mengajak bertemu dengan dokter anak untuk imunisasi baby Aaron. Berkonsultasi tentang kesehatan sekitar bayi. Dan anjuran dokter untuk makan pendamping ASI setelah bayi berumur minimal enam bulan.
Tidak semua bayi akan mengalami demam atau panas saat di imunisasi. Ada juga yang hanya rewel saat malam hari. Ada juga yang mengalami panas tinggi tergantung dengan kekebalan tubuh si bayi itu sendiri.
Sesampainya di rumah baby Aaron anteng tidak rewel sama sekali. Dia seperti biasa tenang dan kalem. Hanya akan menangis saat haus atau terlihat sepi tidak ada suara orang di sekitarnya.
Karena Vefe tidak menggunakan baby sister untuk menjaga putranya. Bunda Fatia dan Mpok Ria yang setiap hari membantu menjaga baby Aaron. Terkadang Umi Maryam dan Erina juga berkunjung untuk membantu menjaga bayi yang menggemaskan.
Malam hari ini semua keluarga bersiaga dan berkumpul di rumah Khan. Mengantisipasi baby Aaron mengalami demam atau panas seperti pesan dokter anak.Termasuk Umi Maryam ikut menginap di rumah Khan.
__ADS_1
Baby Aaron tertidur pulas sampai pulul sepuluh malam tidak ada tanda-tanda rewel. Semua keluarga bersiap masuk kamar dan beristirahat. Khan juga mulai ingin beristirahat dan berbaring disamping Vefe dan memeluknya dari belakang.
Tiba-tiba baby Aaron menangis dengan suara melengking. Vefe langsung memangku putranya untuk diberika ASI. Namum saat Vefe menyentuh lengan baby Aaron terasa sangat panas dan suhu tubuhnya langsung tinggi.
"Astagfirullah ... Papi!" teriak Vefe.
Khan langsung tersentak kaget mendengar teriakan Vefe. Dia langsung terduduk bergeser dan mendekati Vefe, "Ada apa Mami Sayang?"
"Baby Aaron panasnya tinggi sekali, coba ambil termometer cepetan, Pi?"
Khan adalah orang yang mudah panik seperti biasa. Setelah mengambil termometer dan baru saja dipasang di ketiak baby Aaron. Belum melihat berapa suhu tubuh putranya.
Khan langsung berlari membangunkan semua seisi rumah. Mulai dari Bunda Fatia, Ayah Jose, Umi Maryam. Tidak lupa Pak Gun dan Mpok Ria. Bahkan Pak Bowo dan Pak Umar si security juga harus stanbye.
Mereka yang baru mulai terlelap kaget dan langsung berlari secara bersamaan masuk kamar Khan dan Vefe. Bahkan Ayah Jose berlari hanya memakai celana pendek saja dan memeluk guling ikut berlari ke kamar, "Ada apa dengan cucu Opa?"
BERSAMBUNG
Hai shobat ... Mampir yok di novel teman author yang rekomen banget ini, seru banget lo sambil menunggu KKJ up besok
__ADS_1