Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 183. Limitid Edition


__ADS_3

Lee Kim Oen berhasil mengalihkan perhatian sejenak kesedihan Vefe dan Mammy Astrid. Teriakannya bukan cuma yang bersedih yang kaget. Bahkan seluruh keluarga mendekati pemuda tanggung keturunan Korea Indonesia.


Sebenarnya Lee Kim Oen juga kaget dengan apa yang dilihat. Amplop yang dipegang berisi kuitansi harga sebuah mobil. Bukan mobil biasa, tetapi mobil termahal saat ini dijual di pasaran.


Di samping mobil itu diproduksi limitid edition. mobil merk Roll-Royce Boat Tail hanya tiga saja di seluruh dunia. Tidak sembarang orang bisa membelinya.


"Ini harganya lima ratus M kurang sedikit, oooh my God!" teriak Lee Kim Oen lagi.


Vefe sambil mengusap air matanya mendekati adik tirinya, "Apa sih Lee?"


"Ini Kakak lihat sendiri, nikmat mana lagi yang di dustakan sekarang?"


Vefe melihat kuitansi itu sambil mengerutkan keningnya. Harga mobil mewah dengan harga selangit. Tidak pernah mengetahui Khan kapan membeli mobil itu.


Vefe hanya melihat suaminya yang tersenyum sambil menunjukkan simbul sarangheo padanya. Hari ini hati campur aduk sedih dan bahagia menjadi satu.


Membesarkan hati dengan berpikir positif. Tidak berharap lagi dengan keluarga yang sebenarnya. Keluarganya yang sekarang sudah sangat membuatnya bahagia.


Mendekati Khan dan langsung memeluknya, "Terima kasih, Papi. Maaf membuat semua keluarga khawatir."


"Sama-sama, Mami Sayang. Jangan bersedih tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari orang yang tidak menerima kehadiran kita, Kasih sayang dan cinta Papi akan cukup sampai tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh belokan," canda Khan mengeratkan pelukannya.


"Cinta seperti apa ada belokan dan tanjakan segala?" tanya Vefe sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nanti saja kalau sudah pulang dan di kamar akan Papi tunjukkan cinta itu," bisik Khan di telinga Vefe.

__ADS_1


Vefe menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tahu betul apa yang ada di pikirannya. Khan tersenyum sambil mengusap air mata Vefe yang masih menggenang di pinggir matanya.


Vefe sengaja menyembunyikan kesedihan hati kepada siapapun. Berusaha bersikap biasa dan berusaha tidak menangis lagi. Tidak ingin mengecewakan suami atau semua keluarga.


Sangat menyadari betul jika manusia hanya bisa berusaha. Namun semua yang menentukan adalah yang maha kuasa. Jika hari ini gagal mungkin masih ada waktu lain kali bisa berkesempatan bertemu.


Hanya bisa membesarkan hati dengan memikirkan dari segi aspek agama ataupun pandangan masyarakat. Vefe sadar benar jika seorang anak lahir di luar pernikahan nasabnya hanya kepada ibu.


Pukul satu siang anak-anak panti asuhan berpamitan untuk pulang. Mereka menggunakan bus jemputan karyawan PT KURNIA. Di antar sampai tujuan dengan selamat.


Seluruh keluarga juga bersiap-siap untuk pulang. Membantu Vefe membawa kado di masukkan ke mobil. Vefe sedang memberikan ASI kepada baby Aaron di private room.


Setelah semua keluarga sudah siap untuk pulang. Khan dan Asisten Satria sedang duduk berdua sedang membicarakan sesuatu. Mereka meeting mendadak dan terkesan mengulur waktu.


"Ve tunggu Papinya Aaron dulu, Bunda, Mommy dan Umi silahkan pulang terlebih dahulu!"


"Baiklah, Mpok Ria dan Mbak Nina akan menemani Nak Ve di sini, ok!"


"Ya ... Bun. Hati-hati di jalan."


Vefe duduk bersama Mpok Ria, Mbak Nina istri Asisten Satria di tambah Erina. Baby Aaron tertidur pulas dalam kereta stroller yang ada di samping Mpok Ria. Mbak Nina sedang asyik bercerita dengan bahasa isyarat dengan Mbok Ria.


Erina mengusap pundak Vefe saat melihat matanya berkaca-kaca, "Erin tahu perasaan Ve saat ini, bersabarlah!"


"Iya ... Ve masih baper karena peristiwa tadi."

__ADS_1


"Kita ini sama-sama tidak punya keluarga dari kecil, anggap saja seperti itu saat mengenang mereka."


"Tetap rasanya beda, Rin. Rasanya ...?" Vefe tidak melanjutkan ucapannya karena ada Khan yang datang dari arah belakang dan mengusap pundaknya, "Apanya yang beda?" tanya Khan.


"Eeee ...tidak apa-apa Papi, meeting sudah selesai?" Vefe berusaha mengalihkan pertanyaan Khan.


"Sudah ayo kita pulang, mobil sudah menunggu di depan!"


Tanpa diduga ada mobil hadiah ulang tahun dari Khan sudah menunggu di depan pintu restoran. Seluruh keluarga yang tadi berpamitan ternyata masih menunggu Vefe di samping mobilnya.


"Surprise ...!" teriak mereka bersamaan.


BERSAMBUNG


Yok mampir novel baru author di sebelah


Pakar Cinta Terkena Karma


Abelino Abraham laki-laki tiga puluh tahun petualang cinta ulung. Bersama dua sahabatnya selalu bisa menaklukkan setiap wanita yang dirayu. Selalu berakhir di ranjang dan bergulat menikmati indahnya surga dunia.


Suatu saat Abel salah sasaran memberikan obat yang biasa dipakai jika susah menaklukkan wanita. Yang awal tujuannya untuk putri pengusaha besar. Yang meminum temannya gadis berhijab bernama Aisyah Mustafa.


Setelah kejadian satu malam itu. Ais tidak bisa menuntut tanggung jawab karena Abel mengatakan melakukan suka sama suka. Ais harus menanggung aib memiliki putra tanpa pendamping.


Lima tahun berlalu, Mereka bertemu saat Abel di vonis tidak bisa memiliki keturunan karena kecelakaan. Mulai jatuh cinta dan mengejar cinta Ais. Bagaimana perjuangan dia dan apakah Ais menerima cinta Abel?

__ADS_1


__ADS_2