
Khan, Asisten Andri dan Vefe sedang makan bersama di meja makan. Hidangan sederhana sayur asem, ikan asin, sambal terasi dan bacem tempe tahu. Di tambah kerupuk dari nasi yang ada di kaleng kue kering.
"Mas, seberapa nasinya?" tanya Vefe mengambil piring Khan dan ingin mengambilkan nasi.
"Satu centong saja, jangan banyak-banyak," jawab Khan.
Vefe mengambilan nasi satu centong diletakkan di depan Khan, "Sayurnya seberapa?"
"Mas ambil sendiri saya sayur dan lauknya, Ve ambil untuk Ve sendiri saja!"
"Bang Satria, sini Ve ambilkan nasinya!"
Asisten Satria menggelengkan kepala sesaat setelah melirik Khan yang memberikan kode untuk mengambil nasinya sendiri. Seoalah matanya mengatakan jika Vefe hanya melayani dirinya saja. Tidak boleh melayani orang lain termasuk Asisten Satria.
"Tidak perlu, Nona. Saya mengambil sendiri saja." Asisten Sartia mengambil nasi, sayur asem, sambal terasi dan ikan asin.
Bagi Asisten Satria makan sayur asem di padu dengan ikan asin adalah makanan favorit. Dia makan dengan lahap tanpa bersuara. Istrinya sering masak ikan asin dengan dengan cara berbeda, tetapi tetap favorit.
Beda lagi dengan Khan, dia hanya mengambil satu ikan asin, sayur asem dan sambal terasi. Memilih mengambil kerupuk agak banyak untuk mengimbangi rasa ikan asin.
"Mas Khan, tidak mau bacem tempe tahu?" tanya Vefe.
"Tidak usah Ve, terima kasih."
__ADS_1
Asisten Satria juga tidak mengambil bacem tempe tahu, langsung melanjutkan ucapan Khan sebelum di tanya Vefe, "Rasanya kurang cocok kalau sayur asem dipadu bacem, saya lebih suka makan sama ikan asin."
"Ooo ...." Vefe hanya membulatkan bibirnya menjawab Asisten Satria.
Asisten Satria benar-benar mengambil foto saat Khan makan sayur asem dan ikan asin. Baik dia sedang makan sendirian atapun diambil saat duduk bersebelahan dengan Vefe.
Khan hanya melotot kearah Asisten Satria yang tersenyum devil, "Jangan macam-macam, awas potong gaji!"
"Eee tega banget sih, Tuan, ini di luar kerja." Asisten Satria mengerucutkan bibirnya sambil melanjutkan makan yang belum selesai.
Vefe tergelak mendengar interaksi antara Khan dan asistennya, "Waaah Mas Khan kalau di kantor galak ya ... Potong gaji segala ancamannya?"
"Bercanda, Nona. Tuan Khan baik kok orangnya, cuma kalau lagi marah saja ...?"
"Kenapa kalau lagi marah?" tanya Khan dengan melotot lagi.
Kembali Vefe tergelak keduanya terlihat lucu, "Sudah aaah, siapa yang mau tambah, Mas Khan mau tambah apa?"
"Mas sudah kenyang, itu Satria di suruh tambah!"
"Bang, mau tambah?"
"Tidak ... Sudah kenyang terima kasih."
__ADS_1
Hari Senin pagi, Khan dan Asisten Satria masuk kerja seperti biasa. Bekerja dengan tenang selama tidak ada Eno kantoir lebih tenang. Tidak ada drama marah atau emosi yang Khan alami.
Sampai waktu istirashat tiba, ada seorang jasa pengantaran online food. Dia langsung menemui resepsionis perusahaan, "Permisi, Bu."
"Ya Pak, ada yang bisa kami bantu?"
"Ini ada paket untuk Tuan Khan." Pengantar makanan itu menyerahkan satu paper bag kepada Resepsionis yang bertugas.
"Maaf, Pak. Ini dari siapa ya?"
"Ini dari kafe Sanpar."
"Baik saya terima ya, Pak."
Resepsionis langsung mengantar paket satu papar bag yang baru diterimanya. Berharap mendapatkan pujian dari atasan karena merasa bertanggung jawab. Salah satu resepsionis yang tergila-gila dengan kharisma Khan.
Resepsionis itu tanpa melapor Asisten Satia terlebih dahulu. Dia langsung mengetuk pintiu. Bahkan belum dipersilahkan masuk dia langsung nyelonong masuk, "Permisi ... Tuan!"
"Ada apa, seharusnya kamu lapor dulu pada Asisten Satria sebelum ke sini!"
Maaf, Tuan. Saya hanya ingin memberikan paket ini untuk Anda." Resepsionis itu mendekati meja Khan.
"Paket dari mana?"
__ADS_1
"Dari kafe Sanpar, Tuan."
"Kamu tunggu di situ!" teriak Khan sambil mengambil telepon yang ada di mejanya, "Satria kamu ke sini sekarang!"