Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 165. Terkuak


__ADS_3

Khan langsung berlari mendekati Vefe. Menarik istrinya dalam pelukan. Suara tangis yang tidak terdengar hanya isak terasa di dada Khan.


Untung baby Aaron sedang terlelap dalam kereta stroller. Di tarik oleh Asisten Satria agar mendekati Vefe yang diajak Khan untuk duduk di kursi. Vefe terus terisak dalam pelukan Khan.


"Sayang ... Bersabarlah." Khan mengusap lembut rambut Vefe.


Vefe terus terisak, kaget dan syok setelah mendengar semua cerita Mr. Kim Oen. Dulu sering meyakinkan diri untuk ikhlas apapun yang terjadi. Namun setelah terkuak jati diri, ada rasa sakit hati terlintas di benaknya.


"Papi tidak akan memaksa Mami untuk langsung menemui mereka." Kembali Khan berbisik di telinga Vefe.


Mr. Kim Oen hanya terpaku melihat Vefe yang terus terisak. Hanya berdiri menunggu tanpa kata. Mulut rasanya kelu padahal ingin kembali memanggil dan mengakui sebagai putrinya.


Khan hanya menggelengkan kepala sambil memandang Mr. Kim Oen. Memberikan kode untuk tidak terburu-buru dan tidak memaksakan kehendak. Semua akan membutuhkan proses dan kesabaran yang lebih.


Mr. Kim Oen seolah tahu kode dari Khan. Dia memundurkan badannya saat melihat Vefe semakin tergugu. Semakin bingung harus berbuat apa kepada putri dari istrinya.


Ada banyak perbedaan budaya, adat istiadat dan pandangan hidup. Yang membuat Mr. Kim Oen banyak mempertimbangkan setiap tindakannya. Pengalaman itu di dapat saat menghadapi istrinya dalam bersikap.


"Nak ... Daddy tidak akan memaksakan kehendak khususnya tentang Mommy kamu. Kami akan menunggu sampai Nak Ve bisa menerima permintaan maaf kami. Permisi Daddy pamit dulu, sehat selalu untuk kalian."

__ADS_1


Vefe masih tergugu dalam pekukan Khan. Tidak menjawab perkatan Mr. Kim Oen. Bagi Vefe masih bingung karena semua serba mendadak mengetahui semua kabar latar belakang kehidupannya.


"Terima kasih atas mengertian Anda, Maaf tolong berikan istriku waktu untuk memikirkan semua ini." Khan yang menjawab ucapan Mr. Kim Oen.


Mr. Kim Oen tersenyum dan mengangguk meninggalkan ruang meeting. Perasaan terasa lega karena sudah bisa mengungkapkan semua kesalahan yang dipendam bertahun-tahun lamanya. Dalam hati hanya bisa berdoa semua berjalan lancar dan bisa dimaafkan kesalahan yang pernah dilakukan dulu.


"Mami Sayang ... Coba lihat Papi yang ganteng ini!" Khan tersenyum sambil menunjuk ke wajahnya sendiri.


Vefe mengerucutkan bibirnya sambil mengusap air matanya. "Orang lagi bingung dan sedih mengapa Papi malah narsis?"


"Apa yang ada didalam pikiran Mami sekarang?"


"Sekarang apa yang akan Mami lakukan?"


"Tidak tahu ... Mami mau ke kamar."


Vefe mendorong kereka stroller baby Aaron. Diikuti oleh Khan dan asisten Satria dari belakang. Khan langsung merangkul pinggang Vefe denghan mesra.


Vefe berjalan sambil menunduk dan termenung. Dirangkul oleh suaminya tidak memperhatikan. Pikirannya masih teringat cerita Mr. Kim Oen.

__ADS_1


Sekarang mulai memahami kejadian demi kejadian yang terjadi kemarin. Mulai dari Nyonya Astrid yang pingsan. Yang ingin di panggil ibu. Sampai memanggil baby Aaron adalah cucunya,


Rasanya tidak percaya, orang tua mendadak muncul. Mereka langsung yakin jika dirinya adalah putri mereka. Tanpa menanyakan atau menyelidiki terlebih dahulu.


Sampai masuk kamar hotel, Vefe masih termenung dan bigung. Dulu ingin sekali mengetahui identitas orang tua. Setelah sekarang terkuak justru bingung harus bagaimana bersikap.


Vefe duduk di sofa setelah memindahkan putranya di tempat tidur. Pikirannya masih berkelana entah ke mana. Bahkan Khan selalu mengikuti dan memperhatikan, tetapi dianggapnya tidak ada.


Khan sengaja membuka kemeja dan jasnya saat duduk di samping Vefe. Namun Vefe masih diam dan masih tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tidak melihat sama sekali Khan yang telah ber*elanjang dada.


Karena gemas Khan menarik dua tangan Vefe diletakkan di dadanya yang bidang. Vefe tersentak kaget dan langsung menarik tangannya, "Eee apa ini, Papi Bule?"


"Dari tadi Mami melamun sambil buka baju Papi, Papi ya pasrah saja," jawabnya asal.


Vefe mengerutkan keningnya, "Yang benar, Mami buka baju dan jas Papi, mau ngapain?"


BERSAMBUNG


Yok mampir di novel teman author yang rekomen banget ini sambil menunggu KKJ up besok lagi, terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2