Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 142. Baby Zul


__ADS_3

Bayi yang masih berelimut darah dengan suara tangis yang sangat kencang. Rasa bahagia langsung menyelimuti hati Khan dan Vefe. Lelah, sakit dan kesal karena ulah Khan langsung hilang menjadi bahagia yang tidak terlukiskan.


"Terima kasih, Sayang. Ini adalah kebahagiaan yang sangat besar buat, Mas. Terima kasih telah memberikan penerus untuk keluarga kecil kita."


"Sama-sama, Mas. Terima kasih telah memberikan kasih sayang dan kebahagiaan buat Ve yang tak terbatas."


"I love you." Khan langsung mencium bibir Vefe sekilas.


"Anda boleh turun, Tuan. Saya akan melanjutkan tindakan paska melahirkan!" perintah Dokter Ega.


"Baik ... Dok."


Khan turun dari tempat tidur dan berdiri di samping brankar tempat tidur Vefe. Menautkan tangannya dengan sempurna. Senyumnya terus mengembang seolah tidak bisa terlukiskan lagi kebahagiaan yang dirasakan sekarang.


Setelah setengah jam berlalu dokter sudah selasai melakukan tindakan. Bayi juga sudah selesai dibersihkan tetapi belum di pakaikan baju. bayi dengan berat badan 3,2 kg dan panjang 52 cm hanya berelimut yang menutupi badan mungilnya.


"Mas, ke luar sana kabari Bunda dan Umi, serta yang lain, pasti mereka menunggu dengan khawatir!"

__ADS_1


"Ya ... Mas ke luar dulu."


Sesaat tetelah Khan ke luar. Bayi didekatkan kepada Vefe. Bayi melakukan skin to skin sejenak untuk semakin kedekatan bayi dan ibunya semakin eret.


Hanya dalam lima belas menit, si baby sudah mendapatkan apa yang dicari. Yaitu pusat ASI yang akan menjadi asupan gizi. Bayi itu langsung melahap dan bisa menikmati ASI pertamanya.


Vefe yang baru merasakan pertama kali memberikan ASI kepada putranya. Ada rasa geli dan aneh saat si baby dengan cepat bisa mengambil ASI. Sensasi yang sering dilakukan suaminya tetapi dengan rasa yang berbeda.


Vefe hanya tersenyum dalam hati membayangkan bagaimana hebohnya jika melihat putranya saat ini. Tempat favoritnya sekarang ini dikuasai oleh putranya. Apalagi membayangkan jika antara keduanya berebutan.


Setelah si baby kenyang dan mulai terpejam matanya. Kembali perawat mengambil baby untuk dipakaikan baju bayi. Vefe dan bayinya langsung di pindahkan di ruang VVIP rumah sakit.


Si baby saat ini tertidur pulas di box bayi yang ada di samping Brankar tempat tidur Vefe. Ayah Jose dan Khan sedang memandangi wajah bayi yang terlihat tenang, "Mirip siapa, Yah?" tanya Khan.


"Bibirnya seperti Ve, hidungnya aja yang seperti Khan," jawab Ayah Jose terus memandangi wajah cucunya yang terlihat tampan.


"Sorot matanya seperti Mas Khan, Ayah." Vefe ikut memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"Biasanya kalau anak laki-laki cenderung seperti ibunya," jawab Bunda Fatia.


"Tidak juga itu nyatanya Khan wajah bule lebih banyak seperti Ayah." Ayah Jose tidak mau kalah.


Saat sebelum bayi lahir, semua sibuk dengan kebingungan dan kekhawatiran. Sekarang mereka heboh lagi memperdebatkan wajah si baby dengan pendapat masing-masing.


Bahkan Pak Gun dan Asisten Satria juga memberikan komentarnya ikut kubu Ayah Jose dan Khan atau kubu Bunda Fatia. Sebagian besar mendukung Ayah Jose dan Khan.


Wajah baby memang terlihat lebih putih dan cenderung ada garis keturunan dari Ayah Jose. Bahkan rambutnya bukan hitam legam, tetapi agak sedikit kemerahan seperti keturunan bule pada umumnya.


Vefe hanya menggelengkan kepala saat mereka terus membicarakan tentang wajah putranya. Baginya kebahagiaan ini tidak bisa dilukiskan lagi dengan kata-kata. Mau wajahnya sepereti dirinya ataupun suami yang penting dia sehat dan tidak kurang suatu apapun.


Perdebatan mereka berhenti saat ada pintu terbuka. Tidak ada yang akan menang jika mengahdapi gadis kecil kesayangan seluruh keluarga. Keluarga Manhatten tanpa di duga datang untuk bergabung dam berbagi kebahagiaan.


"Where my little brother Baby Zul!" teriak Freya.


Dari kemarin Khan belum mendapatkan nama yang pas untuk putranya, sekarang Freya sudah memanggil dengan nama baby Zul, "Why you call him Baby Zul?" tanya Khan heran.

__ADS_1


"Freya seneng karo nama iku, Uncle tambahi dewe sisane!"


"Waduh!"


__ADS_2