Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 169. Gagal Total


__ADS_3

Vefe kembali termenung setelah Bunda Fatia dan Umi Maryam pamit ke kamar masing-masing. Walaupun tidak memaksa untuk datang di saat makan malam nanti. Namun Khan meminta agar Vefe bersedia datang untuk menemui keluarga yang sebenarnya.


Masih ada waktu dua jam sebelum makan malam di mulai. Vefe meyakinkan hati dan berusaha untuk ikhlas. Mengingat semua nasehat dari dua ibu yang sangat di sayangi.


Nasehat yang mengatakan walau bagaimana pun juga Nyonya Astrid adalah orang yang telah melahirkan ke dunia. Seorang anak tidak bisa memilih lahir dari siapa? lahir dalam keadaan bagaimana dan dalam situasi seperti apa?


Kedudukan ibu tetap yang harus di junjung tinggi. Karena derajat ibu lebih tinggi tiga tingkat di banding dengan seorang ayah. Surga juga terletak ditelapak kaki ibu.


Ibu yang telah melahirkan dengan susah payah. Menahan rasa sakit seperti dua puluh tulang rusuk yang dipatahkan bersamaan. Bahkan Vefe juga sudah merasakan dua bulan yang lalu saat melahirkan baby Aaron.


Vefe mulai meyakinkan hati untuk ikhlas dan menerima takdir Ilahi. Jalan yang dilalui dulu hanya akan dijadikan pelajaran. Tidak ingin keturunannya akan mengalaminya.


Lamunan Vefe berakhir bersamaan Khan datang dengan membawa gaun malam. Gaun yang terlihat sederhana tetapi terlihat elegan. Sesuai dengan selera dan sifat Vefe yang sederhana dan ramah.


"Ini gaun yang akan Mami pakai untuk makan malam nanti, Mami Sayang."


"Papi sendiri yang membelinya?"


Khan hanya menggelengkan kepalanya dan bercerita. Gaun cantik itu titipan dari adiknya Elya dari Manhatten. Hadiah dari adik ipar untuk malam buka puasa setelah napas. Hanya sayangnya datangnya telat karena Khan sudah buka puasa dari kemarin.

__ADS_1


Vefe menjawab dengan mengerucutkan bibirnya menjawab cerita Khan, "Telat ...!" kata Vefe dengan kesal.


"Bagaimana kalau kita ulang?"


"Ogah ...."


"Eee tidak ada kata terlambat untuk mengulangi sesuatu yang sangat...?" Khan terpaksa tidak melanjutkan ucapannya karena baby Aaron terbangun dan waktunya minum ASI.


"Dilarang modus, Mami mau memberikan ASI pada baby Aaron."


Khan melihat jam tangan yang ada di tangan, "Biasanya Aaron minum ASI sekitar seperempat jam sudah selesai, masih ada waktu satu jam lebih, berdandan dam memakai gaun setengah jam jadi ada waktu setengah jam lagi untuk beraksi. Papi tunggu ya, Mami Sayang." Khan mengedipkan matanya sambil tersenyum devil.


"Tidak enak dong Mami bermain sendiri, Papi tidak suka."


Vefe memberikan ASI baby Aaron sengaja sambil tiduran di tempat tidur. Tidak seperti biasanya dengan duduk dan baby Aaron di pangku menggunakan bantal sebagai alas.


"Papi tunggu ya, " bisik Khan di telinga Vefe dengan mesra.


Khan menunggu Vefe dengan membuka laptop untuk memeriksa pekerjaan. Sesekali melihat jam agar tidak terlewat dan bisa melakukan rencananya. Berpacu dengan waktu akan membuat sensasi yang berbeda yang penting tidak melakukan seperti iklan.

__ADS_1


Rencana hanya tinggal rencana, setelah sepermpat jam berlalu. Baby Arron masih minum ASI, matanya masih terang dan tidak mengantuk. Diintip oleh Khan bayi itu tersenyum dan kembali menikmati ASI kesukaannya.


Baby Aaron mengira papinya sedang mengajaknya bercanda seperti biasanya, "Eee mengapa matanya jadi terang begitu, Aaron tidak mengantuk lagi?" tanya Khan.


Vefe tergelak, "Aaron mau ikut Mami makan malam kok ya, Sayang."


Baby Aaron tersenyum kembali dan melirik Khan. Seolah mami dan putranya kompak ingin menggagalkan rencana papi. Terus saja baby Aaron asyik menikmati ASI tanpa memperdulikan papinya yang cemberut.


"Yaaah gagal deh rencana Papi dong?"


"Sabar ya, Papi." Vefe menirukan suara anak kesil mewakili putranya menjawab ucapan suaminya sambil tergelak.


"Papi merana dong, kasihan banget ya nasib dia?" Khan menunjuk senjata tomahawk.


Khan duduk di samping tempat tidur melanjutkan memeriksa dokumen. Tanpa terasa setengah jam berlalu. Khan selesai mengerjakan pekerjaan dan menutup laptop diletakkan di meja yang ada di samping tempat tidur.


Kembali Khan mengintip putranya yang sedang menikmati ASI favoritnya. Putranya masih terjaga dan astyk menikmati ASI sambil tangan dan kakinya bermain sendiri.


Tanpa diduga Vefe yang tertidur pulas, "Yaah mengapa Mami yang tertidur pulas, alamat gagal total ini rencana Papi."

__ADS_1


__ADS_2