Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 143. Aaron Zulfikar Alhakhan


__ADS_3

Khan bingung harus menambahkan nama setelah Zul dari keponakannya Freya. Banyak dari keluarga yang hadir memberikan usulan. Yang pertama dilakukan adalah mendekati Vefe meminta usulannya.


"Sayang, apakah setuju dengan nama panggilan dari Freya?"


"Iya Ve setuju saja."


"Ve punya usul apa setelah Zul?"


"Itu nah, Mas. Nama pedang milik baginda nabi yang diwariskkan kepada Kholifah Ali bin Abi Tholib."


"Zukfikar ... betul, 'kan?"


"Betul."


"Grandpa Jose mau menambahkan boleh?" tanya Ayah Jose.


"Tentu dong, nama apa yang Ayah usulkan?" tanya Khan


"Ini akan sangat cocok jika di gabung dengan pedang Zukfikar, " jawab Ayah Jose.


Khan dan Vefe tersenyum dan bertanya bersamaan, "Apa itu, Yah?"


"Aaron Zukfikar Alhakhan."

__ADS_1


Bunda Fatia mengerutkan keningnya mendengar nama terakhir Khan tidak diikutkan, "Mengapa nama belakang tidak diikutkan, Yah?"


"Kepanjangan ... Bun."


"Bagus namanya, Yah. Ve setuju."


"Apa artinya, Yah?"


"Pemimpin agung yang memiliki ketegasan dalam menegakkan kebenaran."


"Waaaah ... Bagus artinya semoga baby Aaron Zulfikar Alhakhan menjadi seorang pemmpin yang bijaksana, Aamiin." Doa dari Elya.


Freya yang awalnya sedang mengelus pipi bayi yang sedang terlelap. Dia langsung ikut nimbrung memberikan usulan lagi, "Kakak Frey panggil baby Aaron aja, iku lebih uapik lan ciamik ... hai little brother Aaron!"


"Up to you, Freya. Sak karepmu wae," seloroh Khan sambil tersenyum.


Baby Aaron terjaga menangis kencang, suaranya memenuhi seluruh ruangan. Khan bingung belum berani mengangkat bayinya sendiri. Dia hanya mondar-mandir antara boks bayi ke brankar tempat tidur.


"Bagaimana ini, Sayang. Mas belum berani menggendongnya?"


Vefe duduk dan meluruskan Kakinya. Untung dia sudah berpengalaman merawat bayi saat di panti asuhan. Menggendong bayi adalah pekerjaan yang tidak sulit baginya.


"Kalau Mas belum berani menggendong, dorong ke sini boks bayinya, Mas!"

__ADS_1


"Ya ... Mas dorong, ya."


Boks bayi didorong pelahan, bayi terus menangis tanpa henti, "Sabar ya, Nak. Mami saja yang menggendong karena Papi belum berani," kata Khan mengajak bayinya berbincang.


"Vefe bergegas meraih putranya dan didekapnya sejenak, "Hauskah, atau popoknya basah?"


Merawat bayi memang sudah biasa bagi Vefe. Namun jika memberikan ASI eksklusif sekarang ini baru belajar. Untung saat di ruang bersalin tadi sempat diajari oleh Dokter Ega dan bidan.


Vefe meraih bantal besar dan diletakkan di pangkuan. Baby Aaron pas berada di bantal dengan di peluk satu tangan. Tangan satu lagi membuka kancing baju berniat untuk memberikan ASI eksklusif.


"Eee mau ngapain buka kancing baju, Sayang?"


Vefe tersenyum dan ingin menggoda suaminya karena membayangkan pasti dia akan heboh, "Sekarang sudah ada pemilik yang sebenarnya, ini millik baby Aaron, bukan milik Papi lagi."


"Eeee waduh gawat ini!" teriak Khan melihat baby Aaron langsung menikmati ASI dengan tenang dan tidak menangis lagi.


Khan mentowel pipi baby Aaron dengan gemas. Tempat favoritnya sekarang dikuasi oleh putranya. Padahal tahu menfaat ASI untuk si buah hati, tetapi hatinya tidak rela melihat putranya asyik menikmatinya sendiri.


"Jangan dikuasai sendiri ya, Aaron. Papi sisain sedikit saja, atau yang satu lagi buat Papi ya?" tanya Khan sambil mentowel hidung baby Aaron dan pipi Vefe bergantian.


"Ngawur saja, yang membutuhkan ASI eksklusif itu baby Aaron, papinya cukup makan nasi menu ikan asin saja," canda Vefe sambil tersenyum devil.


"Eee justru Papi yang sangat membutuhkan itu. Kepala akan terus pusing jika tidak mendapatkannya." Khan kembali menowel pipi baby Aaron.

__ADS_1


Entah merasa terganggu atau mengerti jika papinya memginginkann juga. Baby Aaron langsung menangis lagi dengan keras. Vefe tergelak dan mengusap pipi putranya, "Jangan khawatir, Nak. Papi tidak akan minta kok, ayo minum sampai kenyang!"


Baby Aaron kembali menikmati ASI eksklusif dengan tenang. Khan langsung duduk di samping Vefe, "Yaaah terima nasib deh ... Baby Aaron yang menang."


__ADS_2