Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 246. Permintaan Ibu Hamil


__ADS_3

Khan membantu Vefe mengurangi pusing dengan menekan keningnnya. Belum menyadari yang terjadi pada istrinya yang dari kemarin muntah, "Kita kerumah sakit ya, Mi?"


Vefe hanya menggelengkan kepala saja sambil memejamkan mata. Menjawab dengan kata-kata saja seolah masih enggan. Mulut rasanya masih merasakan pahit dan tidak enak.


Datang Pak Gun dan Mpok Ria masuk kamar setelah mengetuk pintu. Pak Gun membawa jahe hangat untuk Vefe. Sedangkan Mpok Ria membawa test pack yang masih di dalam plastik hitam.


"Ini jahe hangat silakan diminum, Nyonya!" perintah Pak Gun.


"Terima kasih, Pak Gun. Ayo Mami, Papi bantu!" Khan mengambil gelas dari Pak Gun.


Vefe duduk dan langsung minum jahe hangat dengan bantuan Khan. Tanpa harus memegang gelasnya, "Sudah terima kasih."


Mpok Ria mengeluarkan test pack dan langsung menyodorkan kepada Vefe. Dengan tersenyum dan bahasa isyarat mengatakan kepada Khan dan Vefe. Jika baru saja membeli test pack di apotek yang tidak jauh dari villa.


Mata Khan langsung terbuka lebar sambil tersenyum. Baru menyadari setelah melihat yang dibawa oleh Mpok Ria, "Waaah apakah ini maksudnya ...?" Khan tidak melanjutkan perkataan karena sangat antusias.


"Ya, Tuan. Kemungkinan Nyonya hamil, maka itu Pak Gun langsung memerintahkan bibi membeli tes kehamilan di apotek tadi."


"Alhamdulillah, semoga ini benar, Mami ayo langsung tes!"


"Tanpa di tes kayaknya memang sudah positif, Papi. Mami sudah tidak halangan dua bulan ini."


"Alhamdulillah, tetapi tetap harus tes untuk memastikan."


"Iya baiklah, sini test pack nya!"


"Ayo Papi temani!"


Tidak sampai sepuluh menit, Khan dan Vefe ke luar dari kamar mandi. Dengan senyum mengembang, Khan memegang test pack ditunjukkan kepada Pak Gun dan Mpok Ria. Ada dua garis yang terlihat jelas di test pack itu.


"Alhamdulillah selamat, Tuan. Semoga terkabul keinginan Anda mempunyai bayi perempuan," kata Pak Gun.


"Aamiin, terima kasih."


Yang seharusnya ada kunjungan proyek di perusahaan hari ini. Khan mengundurkan waktu esok hari. Seharian ini berencana hanya akan menemani dan memanjakan Vefe saja.


Hanya Asisten Satria yang bekerja dan mengatur ulang jadwal Khan untuk esok hari. Pekerjaan yang menumpuk kini sudah menunggu sang asisten menggantikan atasan yang sedang bahagia. Inilah resikonya menjadi asisten pribadi seorang CEO yang cinta dan bucin pada istrinya.


"Kapan kita memeriksakan kandungan ke rumah sakit, Mami?" tanya khan.


"Mami tidak mau periksa di rumah sakit yang ada di sini, papi. Mami mau sama Dokter Ega saja."

__ADS_1


"Ok berarti kapan kita pulang?"


Vefe langsung cemberut teringat Kak Mursida yang dari kemarin selalu ingin dekat dengan Khan. Hati rasanya masih tidak rela jika masih ada wanita itu mendekati suami. Masih enggan pulang ke Jakarta sampai tidak ada lagi sampai hatinya tenang.


"Mami tidak mau pulang dulu."


"Lo kenapa, mami Sayang?"


"Malas masih ada Kak Mur yang selalu datang."


"Ya Allah, Mami. Tidak mungkinlah Papi sama wanita aneh itu!"


"Mami tahu, tetapi apakah Kak Mur mau mengerti itu?"


"Jadi kapan Mami mau pulang ke Jakarta?"


"Bulan depan."


"Ha, Mami yakin akan di sini selama satu bulan?"


"Iya."


"Tidak!"


"Eee jadi bagaimana periksa kandungan?"


"Dokter Ega saja yang dijemput ke sini!"


"Perintah dilaksanakan, apalagi yang diinginkan selain itu?"


"Mami mau makan ikan guramai bumbu sambal dabu-dabu!"


Sambil tergelak Khan mengacak rambut istrinya dengan gemas. Vefe terlihat menggemaskan saat berbicara jutek dan sedikit manja. Semakin mencintai istri yang sekarang sedang mengandung benih cinta yang kedua.


"Papi ke dapur dan panggil Asisten Satria sebentar."


"Hhmm."


Pak Gun langsung membuat masakan khas masyarakat setempat yang diminta oleh Vefe. Sambal pedas yang hanya diiringi tipis dengan dipadukan dengan perasan jeruk nipis dan minyak kelapa. Rasanya sangat pedas dan segar dan akan bertambah gurih saat dipadukan dengan ikan guramai goreng.


Tidak kurang dari setengah jam hidangan makan siang sesuai perintah sudah tersedia di meja makan. Khan langsung mengajak Vefe untuk untuk menikmati makanan yang dipesan.

__ADS_1


"Mami makan aja, nanti Aaron papi yang suapin!"


"Abang Aaron sudah makan tadi, Tuan. Dia sedang asyik bermain di taman belakang,"


"Alhamdulillah, Mami mau seberapa nasinya?"


"Mami tidak mau makan nasi, itu saja ikan guramai dan sambal dabu-dabu."


"Mana bisa kenyang, Mami?"


"Ada berapa itu ikannya?"


"Ada empat."


"Sini buat Mami semua, Papi makan ayam atau tempe saja ya?"


Khan mengangguk dan mengambil ikan guramai dan diletakkan di depan Vefe. Padahal ikan guramai adalah ikan kesukaan baginya. Demi ibu hamil dan bayi sehat, Khan hanya bisa menelan air liur saja.


Asisten Satria datang dan ikut bergabung untuk makan siang. Melihat ikan guramai satu piring besar di depan Vefe. Tidak berani berkomentar hanya melihat dengan heran, belum tahu jika Vefe sedang hamil.


"Mami sedang hamil, kamu jangan minta ikan guramai ya!" kata Khan kepada Asisten Satria.


"Alhamdulillah selamat, Tuan."


"Terima kasih."


Sambil meneteskan keringat, Vefe makan ikan guramai sambal dabu-dabu dengan lahap. Berkali-kali Khan mengusap wajah Vefe yang terus mengeluarkan keringat menggunakan tisue. Namun Vefe terus menikmati tanpa memperdulikan Khan yang memperhatikan sambil tersenyum.


Asisten Satria dan Khan menikmati menu makan sayur soup dan ayam goreng, tempe goreng serta sambal terasi. Ditambah dengan buah semangka sebagai buah untuk pencuci mulut. Pak Gun menambahkan satu cangkir kopi pahit untuk Asisten Satria dan cokelat hangat untuk Khan.


"Pak Gun, Ve mau jus alpukat ya kalau ada!"


"Ada kok, Nyonya. Sebentar Pak Gun buatkan."


Sambil menikmati kopi dan cokelat hangat, Khan memerintahkan permintaan Vefe tadi saat masih di kamar kepada sang asisten. Yang rencana berkunjung ke Sulawesi hanya dua hari sekarang menjadi satu bulan. Dengan terpaksa Asisten Satria menambah hari juga untuk mengerjakan perintah Khan.


Hari itu juga Asisten Satria menghubungi Dokter Dino untuk mengatur kedatangan Dokter Ega datang ke Sulawesi. Membuat jadwal selama satu bulan di sana selama keluarga Khan tinggal. Semua harus terencana sebelum ditinggal kembali ke Jakarta.


Dokter Dino mengabarkan akan bisa datang bersama Dokter Ega dua hari lagi. Kebetulan hari itu adalah hari libur nasional. Bisa datang bersama keluarga dan berwisata setelah memeriksa ibu hamil.


Keesokan harinya, Asisten Satria sendiri yang ke Jakarta untuk menjemput Dokter Ega dan Dokter Dino. Asisten Satria akan pulang dan menginap satu hari di rumah. Tanpa diduga baru saja masuk rumah ada Kak Mur datang sambil menggendong baby Ara, "Bang Satria, di mana Mas Khan?"

__ADS_1


__ADS_2