
Daddy Kim Oen mengatakan saat Ve diletakkan di teras kontrakan milik panti asuhan Bunda. Vefe baru merasakan udara tiga hari setelah lahir di dunia. Bahkan orang tua kandung Mommy Astrid belum sempat memberikan nama pada bayi tidak berdosa itu.
Cerita Daddy Kim Oen sangat memilukan hati bagi siapa saja yang mendengar. Karena selain isakan tangis penyesalan dari laki-laki keturunan Korea. Juga karena beliau merasa sangat bersalah telah memisahkan ibu dengan putrinya.
Walaupun Vefe juga menangis tersedu-sedu sambil mengusap pundak Daddy Kim Oen. Memberikan dukungan dan memberikan maaf dengan tulus. Walau dengan tatapan mata Khan yang horor karena masih saja cemburu saat Vefe dekat dengan Ayah tirinya.
"Ve sangat ikhlas kok, Dad. Jangan bersedih." Vefe melirik Khan yang cemberut.
Vefe mengusap air mata dan tersenyum mendekati Khan kembali, "Papi Bule masih cemburu?" tanya Vefe sambil berbisik di telinga suaminya.
Khan mengerucutkan bibirnya sambil mengangguk. Wajahnya ditekuk kusut dan cemberut. Rasa tidak rela jika pujaan hati dekat dengan laki-laki manapun walaupun itu suami dari ibu kandungnya sendiri.
"Maaf Papi, Mami ini cuma milik Papi seorang, jangan khawatir," rayu Vefe sambil berbisik di telinganya.
Khan hanya melirik Vefe masih cemberut dan jutek. Dengan gemas Vefe mencolek kaki bagian atas dekat senjata tomahawk. Untung mereka sedang duduk di kursi sehingga tidak ada yang tahu saat Vefe melakukan aksinya.
"Awas ya nanti Papi balas sampai pagi," bisik Khan di telinga Vefe.
"Untuk ulang tahun Nak Ve masih kurang satu setengah bulan lagi, semua Daddy yang akan mengaturnya. Ayah Jose dan Nak Khan tinggal tahu beres saja, bagaimana?"
"Boleh juga, Ayah setuju saja."
__ADS_1
"Terserah Daddy saja, Khan ikut."
Vefe yang merasa keberatan karena seumur hidupnya dia tidak pernah merayakan ulang tahun. Tidak ingin membuat kecemburuan adik-adik di panti asuhan. Mulai dari kecil sampai dewasa semua diperlakukan sama seluruh penghuni panti asuhan.
"Tunggu dulu, Dad. Ve tidak ingin pernah merayakan ulang tahun, tidak usah mengadakan acara yang berlebihan."
Daddy Kim Oen dan Mommy Astrid saling pandang, kemudian memandang Bunda Fatia dan Umi Maryam. Belum seutuhnya mengenal sifat asli dari putrinya. Ingin meminta petunjuk dari dua ibu yang sangat menyayangi Vefe.
"Lebih baik kita hanya akan mengadakan makan malam seperti ini saja, tetapi mengikut sertakan anak-anak panti asuhan," saran Umi Maryam.
"Bunda setuju, usul Bunda kita mengundang anak-anak panti asuhan lain yang ada di sekitar rumah."
Khan mengusap lengan Vefe dengan lembut, "Bagaimana usul Bunda, apakah Mami setuju?"
"Tentu dong, Mami Sayang. Katakan apa itu usulannya?"
"Ve ingin memberikan amplop untuk adik-adik panti asuhan menggunakan uang Ve sendiri."
"Mengapa tidak Daddy saja yang memberikan amplopnya?"
"Amplop Mami yang memberikan, Dad bingkisan saja untuk mereka," usul Khan.
__ADS_1
"Ya ... Bunda setuju usulan Khan."
Mommy Astrid yang lebih memahami isi bingkisan yang biasanya untuk anak yatim juga ikut memberikan usulan, "Berarti tergantung kami ya isi dari bingkisannya?"
"Iya terserah saja, Umi juga setuju."
"Biasanya apa saja isi bingkisan itu umumnya, Umi?" tanya Daddy Kim Oen.
"Snack, peralatan sekolah, peralatan ibadah atau makanan kesukaan anak-anak," jawab Umi Maryam.
Keputusan untuk acara ulang tahun akan ditentukan satu minggu sebelum hari H. Butuh waktu dan rencana yang matang agar berjalan dengan baik. Apalagi ini bukan hanya sekedar acara ulang tahun.
Di samping acara ulang tahun untuk Vefe. Ini adalah acara untuk bertemu secara langsung dengan sang kakek. Harus menyesuaikan dengan jadwal sang kakek karena sebagai anggota dewan pasti sangat sibuk.
Setelah pukul sepuluh malam mereka beristirahat dan masuk ke kamar hotel masing-masing. Wajah Khan kini kembali sumringah karena otaknya mulai kembali seperti semula. Ingin melanjutkan hal yang tertunda tadi sebelum makan malam.
Vefe membaringkan putranya di tempat tidur. Berganti baju tidur setelah mencuci muka di kamar mandi. Khan menunggu dengan duduk di tempat tidur.
Vefe keluar kamar mandi, Khan mulai siap-siap menyambut Vefe dengan senyuman. Baru ingin beraksi pintu di ketuk dari luar membuat Khan kesal membuka pintu sambil menggerutu, "Siapa sih malam begini mengganggu saja?"
BERSAMBUNG
__ADS_1
yok mampir Novel baru author yang ada di sebelah