Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 160. Satu Episode Full


__ADS_3

Nyonya Astrid gelagapan saat tanpa sadar menempatkan dirinya sebagai grandma pada baby Aaron. Tidak bisa menjawab pertanyaan Vefe yang juga bingung. Ucapannya murni spontan karena gemas melihat baby Aaron yang tampan dengan wajah bulenya.


Nyonya Astrid terselamatkan dan tidak harus menjawab pertanyaan Vefe. Karena adanya ketukan pintu dari luar. Ada Mpok Ria dan Erina yang datang langsung masuk tanpa menunggu pintu dibuka.


Keceriaan Erina dan kasih sayang Mpok Ria terhadap baby Aaron mengalihkan perhatian pertanyaan Vefe. Setelah di perkenalkan dengan dua orang terdekat Vefe dan berbincang sejenak. Nyonya Astrid berpamitan kembali ke kamar hotel.


Sampai Khan selesai meeting dan masuk kamar. Mpok Ria dan Erina baru keluar dan kembali ke kamar masing-masing. Khan langsung mandi setelah menyapa putranya yang sedang menikmati ASI dengan lahap.


Makan malam hanya Khan pesan menggunakan layanan kamar. Enggan keluar kamar setelah lelah meeting bersama Mr. Kim Oen dan asisten Satria. Padahal Asisten Satria sudah memesan meja di restoran hotel untuk mengajak makan malam bersama.


Vefe masih melamun memikirkan Nyonya Astrid yang penuh misteri setelah putramya terlelap. Khan yang selesai memesan menu makan malam heran melihat istrinya yang termenung. Dia langsung duduk di samping Vefe, "Sedang memikirkan apa?"


"Tidak apa-apa sih," jawab Vefe asal.


"Ngaku saja ... Lagi membayangkan senjata tombak tomahawk beraksi ya?"


"Idiiih ... GR banget, aksi cuma tiga menit saja, dipegang, dimasukin semenit kemudian puas. Ogah banget."


"Sayang ... Jangan diingat lagi yang durasi iklan. Papi janji nanti durasinya satu episode full tanpa jeda!"


"Modus ...."


Vefe kembali terdiam masih teringat saat Nyonya Astrid memanggil baby Aaron cucunya. Ada banyak kejanggalan yang ditunjukkan oleh tamunya tadi sore. Membuat dia menjadi semakin penasaran karena tidak adanya jawaban yang pasti.


"Mami Sayang, mengapa melamun lagi, apa perlu Papi praktek sekarang?"

__ADS_1


"Praktek apa?"


"Praktek satu episode full."


"Ngawur aja, Mami bukan memikirkan itu."


"Jadi memikirkan apa dong?"


"Mami sedang memikirkan Nyonya Astrid."


"Ada apa dengan Nyonya Astrid?"


"Tadi beliau berkunjung ke sini."


"Oya mau ngapain dia?"


Khan mengerutkan keningnya teringat saat baca biodata keluarga Mr. Kim Oen. Keluarga itu tidak memiliki anak perempuan. Mereka hanya memiliki satu putra yang bernama Lee Kim Oen.


Tadi sebelum masuk kamar, Khan berpapasan dengan Nyonya Astrid. Anehnya wanita itu meminta alamat panti asuhan Bunda. Dengan alasan ingin berbagi dengan anak yatim piatu selama di Indonesia.


"Papi kasih alamatnya?"


"Iya dong, namanya orang ingin berbuat baik harus di dukung dong, Sayang. Seperti niat Papi yang ingin mengajak ...?"


Khan tidak melanjutkan ucapannya karena ada ketukan pintu. Ada pramusaji yang mengantar menu makanan dari restoran. Mereka menggunakan troli meja, semua pesanan lengkap dalam satu troli.

__ADS_1


"Silahkan dan selamat menikmati."


"Terima kasih." Vefe yang menjawab.


Khan langsung mengambilkan menu makan unuk Vefe dan dirinya sendiri dalam satu piring, "Mami tidak perlu makan sendiri, Papi suapin ya!"


"Mami bisa makan sendiri, Pi."


"Eee tidak boleh, simpan tenaga Mami untuk nanti. Buka mulutnya!"


Vefe membuka mulutnya dan mendapatkan satu suap dari Khan. Bergantian suapan demi suapan sampai habis satu piring. Minum jus mangga dan air mineral juga satu gelas berdua.


Suasana terlihat romantis makan sepiring berdua. Menciptakan awal untuk bisa memulai senjata tomahawk beraksi. Apalagi sesekali Khan terrsenyum dan mengisyaratkan sebentar lagi akan langsung bisa beraksi.


Khan hanya mendorong troli meja ke samping dan duduk di samping Vefe. Memeluknya dari samping dan sesekali mengusap bibirnya, "Apakah sudah siap?"


Vefe belum menjawab pertanyaan Khan. Masih ada di dalam pikiran jika makan belum turun sampai perut. Sayangnya baby Aaron terbangun dan menangis. Vefe hanya tersenyum devil meninggalkan Khan yang kecewa.


"Kenapa ... Nak? Papi, Aaron pup tolongin cepat!" teriak Vefe.


"Waduh ...."


BERSAMBUNG


Jangan lupa mampir di novel teman author yang rekomen banget ini ya, sambil menunggu KKJ up besok, terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2