
Setelah satu minggu kelahiran baby Aaron dan bertepatan hari Minggu. Khan dan Vefe mengadakan acara aqiqah untuk baby Aaron. Tidak mebuat acara mewah hanya mengundang anak panti asuhan, teman dan keluarga dekat.
Memberikan amplop untuk anak-anak panti asuhan Bunda yang dipimpin oleh Umi Maryam. Memesan dua kambing dengan dimasak gulai dan sate. Dan mengumpulan teman dan keluarga besar Ayah Jose.
Mengundang ustad terkenal untuk mengisi acara dan potong rambut simbul pemberian nama Aaron Zulfikar Alhakan. Menikmati hidangan dengan akrab sebelum pembagian amplop dan bingkisan untuk anak-anak.
Setelah acara potong rambut dan ceramah selesai. Teman-teman Khan berkumpul berbincang. Wahono, Aan, Asisten Satria, Dokter Dino dan tidak lupa pengantin baru Doni Prawira. Sedangkan para istri mereka ada di ruang makan berbincang sendiri ala ibu-ibu.
Hanya istri Doni Prawira yang tidak ikut hadir. Disamping karena dia juga baru satu minggu melahirkan. Sepertinya Doni Prawira masih seperti dulu, berpetualang mencari cinta sesaat.
"Hanya pengantin baru yang tidak membawa pasangan hari ini?" tanya Wahono.
Doni Prawira hanya tersenyum penuh arti. Tanpa menjawabpun semua orang bisa menebak karena melihat senyum Doni Prawira. Matanya seolah mengatakan dia masih sering mencari wanita yang bisa dirayu dan diajak berkencan.
"Kamu belum berhenti mencari lubang yang mudah kamu masuki?" tanya Khan.
"Hanya terkadang, Bro. Jika ingin saja," jawab Doni Prawira jujur.
"Itu istrimu tahu?" tanya Aan penasaran.
"Tidaklah, Bro."
__ADS_1
"Tetapi kamu yakinkan kalau yang dilahirkan Sania Parwati itu putrimu?" tanya Asisten Satria.
Doni Prawira mengangguk pelan. Teringat setelah acara akad nikah kemarin dengan diam-diam melakukan tes DNA. Baru satu hari yang lalu mendapatkan hasilnya.
Bayi perempuan yang sekarang ini masih di rawat di rumah sakit adalah seratus persen putrinya. Sania Parwati tidak berbohong dan berkata jujur. Sekarang ini sudah bisa menerima sepenuhnya darah daging yang dilahirkan oleh Sania Parwati
"Kamu tidak takut dengan akibat dan dosa?" tanya Khan dengan menggelengkan kepalanya.
Doni Prawira tergelak mendengar pertanyaan Khan. Namun belum faham akibat yang dimaksud oleh Khan, "Akibat apa maksudnya?"
"Coba renungkan ini, Bro. Sekarang ini kamu sudah memilik seorang putri, coba kamu bayangkan jika saat putrimu besar, apakah kamu rela putrimu diperlakukan persis seperti yang kamu lakukan pada wanita yang kamu masuki lubangnya setiap saat?"
Mereka berbincang banyak hal baik tentang pekerjaan ataupun tentang olahraga. Terutama dunia tinju dan bela diri yang ada di sasana milik Wahono. Sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah.
Hanya Doni Prawira yang masih termenung. Ucapan Khan selalu terngiang di telinga. Ada rasa sakit bercampur bingung saat membayangkan putrinya yang sekarang ini masih di rumah sakit.
Khan hanya sesekali melirik Doni Prawira yang terus melamun. Dalam hati kecilnya berharap temannya bisa berubah dan berhenti berpetualang. Bisa menjadi orang tua yang bisa melindungi putrinya.
"Bro ... Sudah bisa membayangkan akibatnya sekarang?" tanya Khan mengagetkan Doni Prawira yang sedang melamun.
"Iya ... Mengapa aku jadi sakit hati ya membayangkan putriku di jamah banyak laki-laki," jawab Doni Prawira.
__ADS_1
"Naaah semoga setelah ini kamu tobat." Aan menepuk pundak Doni Prawira.
"Asal jangan tobat sesaat," seloroh Wahono dengan tersenyum devil.
Sedang asyik berbincang, bergabung Ayah Jose dan Smith duduk di samping Khan. Perbincangan semakin seru karena Smith yang kurang fasih bahasa Indonesia.
"Yang penting kamu berhenti masuk dan keluar lobang, Bro. Kalau tidak ingin putrimu mengalami juga," nasehat Asisten Satria kepada Doni Prawira.
"Lobang apa bisa di pakai untuk keluar masuk?" tanya Smith dengan bahasa Indonesia yang terdengar kaku.
"Lubang buaya," jawab Aan sekenanya.
Smith semakin tidak mengerti dan bingung, yang dia tangkap di otaknya Doni sering bermain dengan mulut buaya yang buas, "Doni suka keluar masuk pada mulut buaya, waaah keren sekali?"
" Ha ha ha ...." Mereka tertawa mendengar pertanyaan Smith.
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir di novel teman author ya shobat, ini rekomen banget lo, ada di novel toon juga. Sambil menunggu KKJ up besok.
__ADS_1