Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 205. Kita keluarga


__ADS_3

Berkali-kali Mommy Astrid melihat Kakek Raharjanto dan Daddy Kim Oen bergantian. Terkadang juga melihat Vefe dengan pandangan mata yang sendu. Hatinya masih ragu dan tidak percaya ada orang yang selama ini sangat ingin di temui.


Kakek Raharjanto tersenyum melihat Mommy Astrid ragu dan bingung. Wajar saja dia bingung karena lebih dari dua puluh tahun tidak pernah berkomunikasi. Selalu di tolak saat dia mendekati karena masih sakit hati.


Kakek Raharjanto langsung di gandeng oleh Tante Darwati dan Tante Suprapti kanan dan kiri. Berjalan mendekati Mommy Astrid yang masih terlihat ragu dan cenderung takut. Harus ada Yang mengawali terlebih dahulu tidak harus memandang mana yang lebih tua atau yang lebih muda.


"Nak ... ayo temani Mom!"


"Mari Mom!"


Mommy Astrid juga ikut berjalan maju menyambut kedatangan keluarga. Dengan berlinang air mata Mommy Astrid terus mengikuti langkah Vefe dan Daddy Kim Oen.


"Ayah, maafkan ...!" Mommy Astrid tidak sanggup lagi mengucapkan kata. Hanya bisa meraih punggung tangan Kakek Raharjanto dan menciumnya berkali-kali.


"Ayah juga minta maaf, Nak." Kakek Raharjanto mengusap pundak Mommy Astrid.


"Ayah ... perkenalkan saya Kim Oen. Saya juga minta maaf," Daddy Kim Oen ikut mencium punggung tangan Kakek Raharjanto.

__ADS_1


"Iya ... maafkan Ayah juga."


Satu persatu mereka bersalaman bergantian. Suasana mulai mencair yang awalnya tegang dan canggung. Senyum mereka terus mengembang walau ada air mata yang mengalir di pipi.


"Ayo semua silahkan masuk!" ajak Daddy Kim Oen kepada seluruh keluarga.


Ruang tamu dan ruang keluarga terdengar ramai seketika. Sambil beristirahat dan berbincang tentang perjalanan yang sangat mengesankan dan banyak hal.


Mommy Astrid masih terisak duduk diantara Vefe dan Khan. Kakek Raharjanto duduk berhadapan dengan mereka di dampingi kedua putrinya, "Mulai sekarang kita adalah keluarga, terima kasih telah memberikan cucu yang cantik dan baik hati keturunan Gunawan," kata Kakek Raharjanto.


"Terima kasih juga Ayah mau berkunjung ke rumah kami, maaf selama ini keluarga kam yang banyak bersalah," jawab Mommy Astrid.


Daddy Kim Oen akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor. Ikut berbincang bersama seluruh keluarga. Terutama melepas kerinduan pada cucu pertamanya baby Aaron. Bayi gembul yang selalu membuat gemas dan ingin selalu mengajaknya berbincang.


Khan mulai usil mengusap pinggang Vefe walaupun terhalang oleh Mommy Astrid. Dari masuk rumah Mommy tadi selalu saja dicuekin oleh istrinya. Sangat antusias bertemu orang tua sampai lupa tidak memperhatikan suami.


Vefe tersentak kaget saat Khan mengusap pinggang bagian bawah, "Astagfirullah ..!"

__ADS_1


"Ada apa, Nak?" tanya Mommy Astrid ikut kaget.


"Tidak apa-apa, Mom. Ve lupa dari tadi mau ke kamar mandi." Alasan Vefe sambil melirik Khan.


"Ooo kamar mandinya ada di samping dapur, Nak!"


"Terima kasih, Mom. Ayo temani Mami dong, P!"


"Iya ayo!"


Vefe menggandeng tangan Khan sambil tersenyum devil. Wajahnya masih terlihat kesal dan di tekuk. Mungkin semua gara-gara tamu yang tidak diundang datang.


"Masih kesal ya, Pi?"


"Iya ... Papi masih kesal, Papi sudah reservasi kamar hotel yang ada di depan sana dengan kamar honeymoon."


"Maksudnya Papi berniat akan honeymoon kedua tetapi gagal?"

__ADS_1


"Iya gara-gara tamu Mami yang tidak diundang datang honeymoon gagal."


"Eee ...."


__ADS_2