Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 30. Licik Dibalas Licik


__ADS_3

Mata Khan memerah menahan amarah dan emosi. Semua barang yang ada di meja menjadi sasaran amarahnya. Dokumen yang awalnya tertata rapi di meja sekarang ini sudah berserakan di lantai.


"Wanita ini benar-benar minta di lempar dari perusahaan. Satria, ayo kita pulang sekarang!"


Semua pekerjaaan ditinggal begitu saja, kantor juga tidak sempat di bersihkan. Berjalan dengan langkah cepat tanpa perduli sapaan para karyawan yang dilawatinya. Jika dibayangkan otak dan kepalanya sekarang ini sudah mengepul asap karena amarah.


Sambil mengikuti Khan dari belakang, Asisten Satria sempat mengirim pesan WA kepada Bunda Fatia. Menceritakan postingan Eno di media sisial. Dan mengatakan sekarang ini Khan dalam perjalanan pulang dalam keadaan marah.


Khan yang ingin menyetir sendiri dengan mobilnya. Asisten Satria langsung berteriak, "Tuan, aku saja yang menyetir!"


Khan langsung duduk di belakang tanpa menjawab perkataan Asisten Satria. Mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Berkali-kali Khan berteriak untuk mempercepat jalannya mobil agar cepat sampai rumah.


Mobil belum sampai parkir dengan sempurna, Khan sudah turun dan berlari berteriak memanggil Ibunya, "Bunda ...!"


Yang menyambut di depan pintu Pak Gun dengan segelas coklat hangat, "Diminum dulu, Tuan. Jangan emosi!"

__ADS_1


Khan langsung minum coklat hangat dalam sekali tenggak habis tidak bersisa. Mengambil napas panjang dan menghembuskan perlahan. Untuk meredakan emosi yang dari tadi hampir meledak.


"Di mana Bunda, Pak Gun?"


"Bunda di sini ... Tidak perlu berteriak."


"Bunda ini bagaimana ...?" Sebelum Khan melanjutkan ucapannya tangan bunda langsung diletakkan di bibrnya, Khan tidak lagi melanjutkan ucapannya.


"Naah itu putra Bunda terlihat lebih tampan kalau tidak marah," rayu Bunda Fatia sambil tersenyum.


Bunda Fatia membuka laptop lama miliknya. Dia langsung menunjukkan yang baru saja di lakukan sesaat setelah Asisten Satria mengabari tentang yang dilakukan oleh Eno.


Postingan Eno dibalas dengan postingan juga. Baru saja Bunda Fatia menghubungi pihak gedung yang di pesan oleh Eno. Bunda Fatia mengatakan pernikahan tetap akan berlangsung. Bunda Fatia hanya mengkonfirmasi tentang nama pasangan pengantin.


Yang awalnya pasangan pengantin bernama Eno dan Khan. Bunda Fatia memberikan nama lengkap kali ini. Yaitu dengan nama Retno Wulandari dan Khansa Bashori.

__ADS_1


Bunda Fatia juga meminta pihak gedung untuk memposting rencana itu saat ini juga. Postingan itu kini semakin menyebar luas. Bukan hanya di sekitar karyawan PT KURNIA. Kabar itu sampai di follower Eno sendiri di media sosial.


Banyak sekali yang mengucapkan selamat kepada Eno melalui media sosial. Banyak juga yang menanyakan siapa Khansa Basohri. Padahal selama ini Eno di kenal wanita yang selalu mengejar cinta Alhakhan Jose Purnomo.


Berita tersebar bak roket yang melesat tepat pada sasaran. Kurang dari satu jam sudah menjadi tranding topik terutama di PT KURNIA. Bukan cuma beredar di perusahaan di Jakatra saja. Kini sudah tersebar di perusahaan cabang.


Yang awalnya Khan emosi jika sekarang ini dia tertawa gembira, "Bunda gokil habis!" teriak Khan sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Mengapa Nyonya Bunda bisa memiliki ide secemerlang ini?" tanya Asisten Satria.


"Ini namanya licik di balas lebih licik," jawab Bunda Fatia sambil tersenyum.


"Bunda memang hebat, mengapa tidak dari kemarin saja si wanita ganjen itu diberi pelajaran?" Khan terus saja memuji Bunda Fatia yang tersenyum melihat putranya tidak emosi lagi.


"Bunda sudah kenyang menghadapi wanita licik dulu."

__ADS_1


Bunda Fatia jadi teringat dulu banyak wanita yang tergila-gila dengan Ayah Jose. Dia selalu saja bisa mengatasi mereka yang ingin merebut suaminya. Yang paling menyakitkan saat Khan di culik saat masi sekolah dasar.


"Bun, ngomong-ngomong siapa itu Khansa Bhashori?" tanya Khan penasaran.


__ADS_2