
Vefe dan Mommy Astrid ikut bergabung di ruang tamu setelah Tante Darwati Raharjanto berpamitan pulang. Pertemuan antara tante dan keponakan itu terasa menggantung. Pasalnya adik dari ayah kandung Vefe itu datang tidak bisa menjanjikan kejelasan langkah selanjutnya.
Vefe menjadi terhibur dan tidak merasa kecewa karena mendengar kabar yang dibawa oleh Pak Misbah dan Bu Maya. Mereka bercerita jika Kak Mur kemungkinan berhasil melakukan program bayi tabung. Karena sudah satu minggu Kak Mur terlambat haid dan mengalami tanda-tanda orang ngidam.
"Saya ke sini ingin bertanya tentang Mpok Ria, karena mereka berdua melakukan program bayi tabung bersamaan?" tanya Bu Maya.
Vefe langsung menengok ke arah dapur. Di sana hanya ada Pak Gun saja sedang membuat camilan pisang goreng untuk tamu. Mpok Ria tidak ada bersama suami, padahal biasanya mereka selalu berdua saat di dapur.
"Tunggu dulu, Bu. Coba Ve tanyakan kepada Pak Gun di mana Mpok Ria."
Vefe menuju dapur dan mendekati Pak Gun yang hampir selesai membuat camilan, "Anda menginginkan apa, Nyonya?"
"Ve tidak ingin apa-apa, Pak Gun. Ve hanya ingin bertanya ke mana Mpok Ria?"
"Dia tidak enak badan, sedang beristirahat di kamar."
"Mengapa tidak diperiksakan ke dokter?"
"Ria tidak mau, Nyonya. Katanya pusing kalau bau rumah sakit. Mungkin dia mulai jenuh harus bolak-balik ke rumah sakit terus."
__ADS_1
Vefe tersenyum mendengar cerita dari Pak Gun. Kemungkinan Mpok Ria juga mulai berhasil program bayi tabung. Karena tanda-tanda yang diceritakan Pak Gun adalah tanda awal kehamilan.
"Ve izin menemui Mpok Ria ya, Pak Gun."
"Iya silahkan, Nyonya."
Vefe menuju ke kamar milik Pak Gun dan Mpok Ria. Tanpa diduga Mommy Astrid menyusul Vefe, "Nak ... Mommy ikut!"
"Ayo ... Mom!"
Dalam perjalanan menuju kamar. Vefe bercerita sekilas tentang kemungkinan keberhasilan Mpok Ria melakukan program bayi tabung. Kemungkinan Pak Gun belum menyadari jika istrinya sudah berbadan dua.
"Mpok ...!" Vefe menyentuh lengan Mpok Ria yang berbaring miring di tempat tidur membelakangi pintu.
Mpok Ria langsung bangun dan duduk, memberikan isyarat bertanya mengapa datang ke kamar. Vefe menjawab dengan bahasa isyarat apa yang di rasakan, "Apa yang Mpok Ria rasakan saat ini?"
Kembali Mpok Ria menjawab persis seperti yang dikatakan Pak Gun di dapur tadi. Ditambah rasanya pagi tadi perut mual tetapi tidak ingin muntah. Dia hanya ingin beristirahat sebentar.
"Bagaimana kalau Mommy belikan test pack saja, Nak?" tanya Mommy Astrid.
__ADS_1
"Jangan Mommy yang beli, Pak Gun saja, Mom!"
Kebetulan Pak Gun datang dan masuk kamar, "Pak Gun harus beli apa, Nyonya?"
"Kebetulan Pak Gun datang, tolong Pak Gun ke apotik untuk membeli test pack!" perintah Vefe.
Pak Gun kaget sambil tersenyum, "Apakah maksud Anda, istri Pak Gun sedang ...?" Pak Gun tidak melanjutkan ucapannya karena sangat bahagia,.
"Prediksi Ve dan Mommy seperti itu, Pak Gun. Untuk memastikan sebelum ke rumah sakit cepat Pak Gun ke apotik!"
"Baiklah ... terima kasih."
Pak Gun langsung berpamitan kepada Mpok Ria bercerita sekilas untuk membeli test pack ke apotik dengan bahasa isyarat. Mpok Ria langsung tersenyum sambil mengusap perutnya. Rona bahagia langsung terpancar dari wajah Mpok Ria.
Mpok Ria langsung memeluk Pak Gun sambil berucap syukur dengan bahasa Isyarat, "Iya ... Alhamdulillah, ke apotik dulu ya." di jawab anggukkan oleh Mpok Ria.
Setelah Pak Gun ke luar kamar, Mpok Ria bergantian memeluk Vefe dan Mommy Astrid. Tangannya disatukan di dada sebagai tanda terima kasih kepada Vefe. Tidak bisa dilukiskan rasa syukur dalam benaknya kini.
"Sama-sama ... semoga Allah mengabulkan harapan kita, Aamiin." Vefe kembali memeluk Mpok Ria dengan erat.
__ADS_1
Dalam hati bersyukur kepada Allah hari ini mendapatkan kabar dua kebahagiaan. Kak Mur dan Mpok Ria berhasil melakukan program bayi tabung. bermonolog dalam hati, "Alhamdulillah ya Allah, semoga Engkau lindungi keluarga hamba dan kabulkan harapan Mpok Ria."