
Yang awalnya Vefe menangis bombay. Dia tergelak sambil mengusap air matanya. Baru membayangkan saja Vefe sudah tergelak apalagi menyaksikan sendiri.
"Papi ... dasar aneh." Vefe terus tergelak bersamaan mengusap air mata yang masih menggenang.
Khan melepas pelukannya sambil masih memegang CD dan bra yang berwarna merah dan transparan, "Kira-kira yang beli ini siapa, Mi?"
Vefe menggelengkan kepalanya. Dia masih membayangkan jika Khan memakai barang itu. Terus saja tergelak sendiri tanpa henti.
"Eeee ditanya malah tertawa sendiri!"
Vefe masih tergelak, "Mami masih membayangkan Papi memakai itu terus berjalan lenggak-lenggok dari ujung pintu sampai dekat kamar mandi sana." Kembali Vefe tergelak.
"Mami berani bayar berapa ronde?" tantang Khan.
Dari awal tadi tujuannya hanya untuk menghibur Vefe agar tidak bersedih. Tidak berniat memakai barang yang seharusnya Vefe yang pakai. CD dengan ukuran kecil seperti itu pasti senjata tomahawk pasti akan tidak bisa tertutup jika sedang terbangun.
"Terserah Papi, sini Mami bantu buka baju dan Mami pakaikan!" Vefe mendekati Khan yang terlihat kaget Vefe nenganggap serius ucapannya.
Khan mundur dan bingung, "Tunggu dulu, Mami!" teriaknya.
"Tidak boleh menolak lo ya ... Papi. Cepat sini!"
Khan terpaksa berlari meninggalkan Vefe, "No ... Mami, tunggu dulu!"
__ADS_1
"Tidak boleh menolak, Papi. Ayo Mami mau lihat Papi pakai ini!" Vefe mengejar Khan yang mulai berlari meninggalkan Vefe.
Khan berlari mengitari sofa tamu, tempat tidur dan kembali berlari di dekat pintu. Bersamaan ada suara ketukan pintu. Khan langsung membuka pintu berlari keluar kamar hotel.
Vefe tetap masih mengejar Khan sambil memegang CD dan bra yang berwarna mencolok. Tanpa diduga di depan pintu Ada Daddy Kim Oen yang mengetuk pintu. Hampir di taberak oleh Khan karena berdiri di depan pintu, "Mengapa masih pagi kejar-kejaran seperti anak kecil?"
"Daddy tolong Khan, dia mau memakaikan CD dan bra miliknya," adu Khan sambil tergelak.
"Jangan membalikkan fakta ya, tadi Papi yang mau pakai ini, Daddy!" teriak Vefe menunjuk satu stel CD dan bra.
Di belakang Daddy Kim Oen ternyata ada Mommy Astrid dan Lee Kim Oen. Mereka langsung tertawa melihat Khan yang berlindung di belakang badan Daddy Kim Oen. sedangkan Vefe ada di depan Daddy Kim Oen.
"Sudah bercandanya, mau pulang jam berapa?" tanya Mommy Astrid.
"Jangan pulang dulu, Mom. Lee juga mau lihat Abang Ganteng pakai itu!"
"Maaf ... Lee bercanda, Abang."
"Baby Aaron belum bangun, Mom. Setelah sarapan saja pulangnya," jawab Vefe.
"Baiklah ... Mommy saja yang memandikan cucu ganteng."
Setelah sarapan pagi seluruh keluarga pulang menuju rumah Khan. Ini adalah kunjungan pertama keluarga Vefe. Disambut oleh Pak Gun dan Mpok Ria yang tadi malam pulang duluan.
__ADS_1
Tanpa diduga datang bersamaan Aan dan Wahono tanpa istri mereka. Bergabung berbincang bersama di ruang tamu dengan keluarga besar. Dua sahabat Khan itu berencana mengundang acara tujuh bulanan istri Wahono yang akan dilakukan besok malam.
Dua sahabat Khan itu membawa nasi pecel dan lauk ayam goreng. Sayuran dan sambal kacang masih terpisah di letakkan di tempat yang berbeda. Masakan khas salad asli Indonesia yang melegenda.
"Kami juga mengundang Anda Mr. Kim dan Nyonya Astrid," kata Wahono.
"Insyaallah kami datang bersama Nak Ve nanti," jawab Mommy Astrid.
Lee Kim Oen yang kurang faham dengan masakan Indonesia penasaran melihat menu makan yang dibawa oleh Wahono, "Ini menu makan apa namanya, Bang?"
"Ini salad asli Indonesia, Lee coba saja enak banget itu!" perintah Khan.
"Bagaimana cara penyajiannya, Bang. Lee mau dong?"
Khan tersenyum devil, sengaja ingin membalas dendam karena dari kemarin membuat cemburu. Namun pura-pura baik dengan mengambilkan satu menu untuk adik tirinya, "Sini Abang yang ambilkan!"
"Jangan pakai nasi, Bang. Lee mau salad asli Indonesia saja."
"Ok ... pertama sayuran, ini saosnya dan di tambah satu ayam goreng."
Khan sengaja tidak menyampurkan sambal kacang di atas sayuran. Sengaja diletakkan di sampingnya saja. Sehingga terlihat cantik plating yang dilakukan.
"Ini Lee, silahkan dinikmati!"
__ADS_1
"Terima kasih."
Yang pertama Lee nikmati ayam goreng sampai habis. Yang kedua sayuran saja tanpa sambal kacang sampai habis juga. Dan yang terakhir dia makan sambal kacangnya saja, "Aaaah pedas sekali!" teriaknya.