
Mata Sania Parwati langsung terbuka lebar melihat Asisten Satria datang dengan wajah yang memerah menahan amarah. Dia yang awalnya berbaring berusaha duduk sambil menahan sakit, "A ... Asisten Satria," kata Sania Parwati dengan meringis.
"Kamu tidak kapok dengan apa yang saya lakukan kemarin?"
"Maafkan Saya, Sat. Saya ...!" Sania Parwati tidak berani melanjutkan ucapannya karena terintimidasi oleh tatapan mata yang tajam dan tangan yang bertolak pinggang.
"Mengapa kamu tidak melanjutkan lagi ucapanmu?"
"Saya ... ?"
"Kalau kamu tidak mengaku, sekarang juga akan saya lempar ke penjara karena mencemarkan nama baik Tuan Khan, tidak perduli dengan keadaanmu sekarang!" Asisten Satria semakin marah.
Dengan linangan air mata Sania Parwati bercerita. Sebenarnya tanpa sengaja mengatakann jika Khan adalah suaminya. Kebetulan karena saat masuk di ruang bersalin berpapasan dengan Vefe paska melahirkan.
Tidak menyangka jika fasilitas langsung ditambahkan oleh pegawai rumah sakit. Mulai dari ruang kamar rawat inap dan semua pelayanan yang ada sama persis dengan Vefe. Mengira Khan menyetujui dan memberikan semua tanpa kata.
"Kamu gila, apakah kamu tidak sadar apa yang baru saja kamu lakukan?"
"Maaf ... Asisten Satria, saya terpaksa melakukan ini."
Asisten Satria mengambil napas panjang dan menghembuskan dengan kasar. Emosinya semakin memuncak karena melihat Sania Parwati seolah tidak merasa bersalah, "Katakan yang sebenarnya sebelum saya lemparkan kamu ke penjara!"
"Jangan dong, Sat. Kita kan teman lama!" teriaknya.
__ADS_1
"Dasar wanita gila, kalau kepepet saja kamu sok akrab. Cepat katakan yang sebenarnya!"
Sania Parwati kembali bercerita. Sudah hampir satu tahun ini berhubungan dengan Doni Prawira. Hubungan bukan karena cinta, tetapi karena hubungan saling membutuhkan.
Sampai Sania Parwati hamil saat ini, Doni Prawira tidak mengetahui sama sekali. Selama ini kehamilannya bisa disembunyikan dengan beralasan naik berat badan. Laki-laki itu juga tidak mencurigai sama sekali.
Bahkan orang tua kandung, keluarga dan teman Sania Parwati tidak ada yang mengetahui sama sekali. Semua disembunyikan dan tidak diketahui oleh siapapun.
Alasan Sania Parwati disembunyikan karena malu belum menikah. Tidak ingin namanya rusak karena hamil diluar nikah. Dan tidak ingin seorangpun tahu persoalan pribadinya.
"Kamu ingin merahasiakan kehamilan kepada ayah dari bayimu, tetapi kamu mencemarkan nama baik Tuan Khan, itu sama saja kamu masuk kandang macan, dasar bodoh!"
"Maaf, tolong jangan laporkan saya pada polisi kasihan bayiku yang tidak tahu apa-apa!"
"Kamu yakin ayah bayi kamu adalah Tuan Doni Prawira?"
"Aku tidak bisa janji apa-apa padamu, ini tergantung Tuan Khan. Kamu yang menabur kamu juga yang akan menuainya."
"Asisten Satria, tolong jangan ...!"
Asisten Satria langsung memotong ucapan Sania Parwati, "Aku tidak perduli, awas kamu kabur dari ini. Tidak cuma kefe kamu, keluarga kamu juga akan aku hancurkan!"
Asisten Satria keluar dari ruang rawat inap dengan membanting pintu dengan keras. Emosinya semakin memuncak setelah mengetahui tebakannya benar. Ayah dari bayi perempuan itu adalah Doni Prawira.
__ADS_1
Yang pertama Asisten Satria lakukan adalah mengubah semua data Sania Parwati di rumah sakit. Yang awalnya suami bernama Alhakhan Jose Pornomo. Sekarang di ganti dengan nama Doni Prawira.
Meminta pihak rumah sakit agar tidak mempubilkasikan tentang informasi yang salah ini. Jika terdengar dan menyebar di media sosial, Asisten Satria mengancam akan menuntut pada rumah sakit.
Semua harus beres sebelum melapor kepada Khan. Asisten Satria sudah baru membayangkan kemarahan Khan saja, dia sudah merinding dan takut. kemungkinan pekerjaan adalah taruhannya.
Hanya ada satu solusi agar kemarahan Khan bisa terkendali yaitu bercerita di depan istri dan putranya yang baru lahir. Namun tidak ada keluarga besar Bunda Fatia.
Kebetulan saat Asisten Satria masuk ruang rawat inap. Khan sedang menyuapi Vefe makan siang. Keluarga sebagian pulang dan sebagian lagi makan siang di kantin.
"Tuan, Nona ... saya akan cerita tentang si Minyak Goreng, tolong jangan marah!"
"Ada apa dengan wanita itu?" tanya Khan.
"Saya cerita sekarang ya!" Tanpa ada yang ditutupi semua diceritakan tentang Sania Parwati.
"Brengsek ...!" teriak Khan setelah Asisten Satria bercerita.
"Mas Bule ... sabar!"
"Sat ... seret Doni ke sini sekarang!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
yok mampir ke novel teman author yang rekomen banget lo, Ini ada di Novel Toon juga, sambil menunggu KKJ up lagi.