Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 144. Istri Palsu


__ADS_3

Ada hal yang mencengangkan membuat Asisten Satria meradang. Saat dia diminta Khan untuk memasukkan deposit biaya rumah sakit. Asisten Satria mendapati kejanggalan dalam laporan tentang rekam medik istri dari tuannya.


Dalam laporan itu ada dua istri yang melahirkan dalam waktu bersamaan. Nama dua istri yang berbeda dan nama suami yang sama. Apalagi saat Asisten Satria membaca nama ibu yang telah melahirkan bayi perempuan.


"Namanya Sania Parwati, apa-apaan ini!" teriak Asisten Satria dengan menahan emosi.


Pegawai administerasi sampai kaget mendengar ucapan Asisten Satria yang keras, "Ada apa, Pak?"


"Bisa Anda jelaskan ini?"


"Dari data di rekam medik antara Nyonya Vena Fatmala dan Nyonya Sania Parwati hanya berbeda dua jam."


"Siapa yang mengatakan jika Nyonya Sania Parwati juga istri dari Tuan Alhakhan Jose Pornomo?"


"Kalau yang itu silahkan Anda tanyakan sendiri pada perawat atau dokter yang menangani persalinan dia, Pak!"


"Baik terima kasih, saya ke ruang bersalin dulu, maaf nanti saja depositnya."


"Ya Pak, silahkan diselesaikan terlebih dahulu."

__ADS_1


Dengan menahan emosi Asisten Satria berjalan menuju ruang bersalin. Langkah panjangnya sampai menaberak troli tanpa sengaja. Troli yang membawa piring yang berada di pinggir pintu ruang bersalin.


"Permisi ... boleh saya bertemu dengan pimpinan bagian ruang bersalin ini?" tanya Asisten Satria kepada salah satu Perawat yang sedang bertugas.


"Ya ... ada yang bisa saya bantu, Pak?"


"Bisa Anda jelaskan tentang ini!"


Perawat itu bercerita Saat Sania Parwati di dorong ke ruang bersalin. Bersamaan dengan Vefe yang keluar dari ruang bersalin setelah selesai melahirkan. Wanita pemilik kafe itu hanya seorang diri tanpa ada yang menemani saat akan melahirkan.


Umur kandungan Sania Parwati baru 7,5 bulan saat akan melahirkan. Dengan kata lain melahirkan secara prematur. Melahirkan bayi perempuan dengan berat badan 1,9 kg saja dan panjang 48 cm.


Saat ditanya oleh petugas Sania Parwati mengaku mempunyai suami. Nama suami sama dengan wanita yang baru keluar setelah melahirkan anak laki-laki. Hanya bedanya istri pertama dan istri kedua.


Perawat juga bercerita saat Sania ditanya tentang suami yang tidak mendampingi ketika melahirkan. Dia mengatakan jika suaminya tidak tahu karena memang belum waktunya melahirkan.


Sania Parwati mengalami kontraksi setelah dia terpeleset di kamar mandi kafe miliknya. Tidak ada yang membantu karena seluruh karyawan sudah pulang ke rumah masing-masing. Dia berusaha sendiri menuju UGD rumah sakit dengan memesan mobil online.


Bayi perempuan Sania Parwati saat ini di rawat di inkubator. Berat badan di bawah standar bayi normal pada umumnya. Harus ditangani secara khusus agar bayi sehat selalu.

__ADS_1


"Di mana Nyonya Sania Parwati di rawat?" tanya Asisten Satria setelah perawat itu selesai bercerita.


"Dia dirawat di ruang VVIP yang ada di sebelah Nyonya Vena Fatmala, Pak."


"Terima kasih."


Sebelum Asisten Satria menemui Sania Parwati. Dia memilih melihat terlebih dahulu bayi yang dirawat di ruang khusus inkubator. Untuk memastikan bayi yang dilahirkan masih dirawat di sana.


Berpesan kepada pegawai yang menjaga ruang inkubator. Melarang siapapun yang akan mengambil bayi itu kecuali ayah kandungnya. Ini dilakukan agar wanita itu tidak akan kabur melarikan diri.


Asisten Satria juga belum berani bercerita kepada Khan tentang peristiwa istri palsu. Tentang Sania Parwati yang mengaku sebagai istri kedua. Sampai masalah ini jelas dia tidak akan menemui Khan.


Setelah selesai dari ruang inkubator. Asisten Satria duduk sejenak berpikir kemungkinan ayah kandung dari bayi perempuan di lahirkan oleh Sania Parwati. Pasalnya setelah Khan menikah wanita pengusaha kafe itu berhubungan dengan Doni Prawira.


Untuk memastikan dugaannya benar, Asisten Satria langsung menuju ruang rawat inap VVIP yang ditempati oleh Sania Parwati. Tanpa mengetuk pintu dan dengan emosi yang semakin menuncak Asisten Satria langsung melempar berkas tentang rekam medik kepada pangkuan Sania Parwati, "Katakan apa maksud semua ini!"


" ...?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


Hai sobat ayo mampir ke novel teman author yang rekomen banget lo. ini ada di Novel Toon dan gratis pula.



__ADS_2