
Kebahagiaan Mpok Ria terlihat nyata di wajah. Senyumnya terus mengembang saat diberikan buku panduan dari Dokter Dino. Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan bayi tabung.
Membutuhkan proses dan waktu tidak sedikit ternyata. Membutuhkan biaya yang tidak murah juga. Karena mendapatkan dukungan dan dana semakin membuat Mpok Ria bersemangat.
Kak Mur juga antusias sama seperti Mpok Ria. Membuat Aan terlihat iri dengan nasib baik Mpok Ria yang dibiayai Khan, "Mengapa hanya Mpok Ria ang dipiayai, di sini ada dua orang yang berniat ingin melakukan bayi tabung?"
Khan langsung mengerutkan keningnya. Melirik Kak Mur dan teringat keluarga dari sahabat Bunda Fatia yaitu Pak Misbah. Keluarga mereka juga pengusaha walaupun tidak sebesar keluarganya.
"Kamu ngiri dengan Pak Gun, salah besar dong, Bro. Kamu meragukan kemamuan istrimu sendiri?"
Kak Mur langsung mengacungkan jempolnya. Melirik Aan sambil tersenyum simpul, "Jangan khawatir, Bang.Semua pasti beres."
"Maafkan Abang, Sayang. Abang tidak ...?"
Kak Mur langsung memeluk Aan tanpa malu-malu dan memotong ucapanya, "Uang Mur uang Abang juga."
Khan yang ngiri untuk sementara harus puasa. Merasa kesal dan sewot, "Jangan mesum di sini, bikin ngiri saja!"
Wahono semakin senang karena melihat khan yang kesal. Dia juga ikut pamer kemesraan di depannya, "Sabar ya, Bro. Jangan ngiri sama kami, ingat harus menjadi suami yang taat."
Khan semakin kesal melempar bantal kearah Wahono, "Tunggu sebentar lagi kamu juga akan merasakan!"
"Betul juga ya," jawab Wahono sambil cengar-cengir.
Malam hari setelah tamunya pulang. Khan masih memikirkan tentang puasa yang harus dilakukan selama empat puluh hari. Dibayangkan rasanya sangat berat dan sangat lama.
"Mas ...."
Khan masih termenung tidak mendengar panggilan Vefe. Pandangan matanya lurus ke atas termenung dan memikirkan hal yang terasa berat baginya. Bahkan Vefe memanggil berkali-kali tetap saja tidak mendengarnya.
Dengan kesal Vefe memanggil dengan suara keras, "Mas Bule ...!" teriaknya.
__ADS_1
"Eee maaf, ada apa Sayang?"
"Mas mikirin apa sih seruis banget?"
Khan kembali termenung masih melum bisa menerima harus puasa lebih dari satu bulan. Dia sama sekali tidak menjawab panggilan istrinya.
"Papi Aaron ...!" teriak Vefe lagi.
"Ya Mami, Sayang," jawab Khan sambil tersenyum.
"Dari tadi apa yang dipikirkan melamun terus?"
"Tentang itu," jawab Khan asal.
"Itu apa?"
"Puasa selama empat puluh hari."
"Sepertinya Mas tidak bakal sanggup deh harus puasa selama itu, apakah ada konpensasi dua puluh hari gitu?"
Vefe tergelak mendengar permintaan konpensasi yang tidak masuk akal. Tidak bisa menjawab karena ini juga pengalaman pertamanya. Lebih baik mencari tahu kepada yang lebih ahli dan berpengalaman.
"Nanti Ve tanyakan dulu."
"Tanya sama siapa, Sayang?"
"Bunda Fatia atau Umi Maryam."
"Eee jangan dong, Sayang. Malu dong aaah."
"Terus kita tanya sama siapa?"
__ADS_1
"Mbah goegle saja."
"Betul juga, Mas sendiri sana cari tahu!"
"Baiklah ...."
Khan mencari cara mengatasi masalah keinginan suami saat istri sedang nifas. Ternyata ada banyak tips yang disarankan oleh dokter atau orang yang hanya sekedar sharing. Berbagi pengalaman agar suami tidak selingkuh atau jajan di luar.
Khan hanya membaca cara yang di sarankan oleh dokter. Dibaca berdua dengan teliti. Mulai dari yang simple sampai yang aneh-aneh.
"Sayang yok praktek seperti yang disarankan dokter yang ini!"
Vefe mengulangi membaca saran dokter yang ditunjuk oleh Khan. Dengan menggunakan tangan saja. Mulai dari pemanasan dielus atau di sayang. Sampai harus di kocok sampai suami menjadi puas.
"Iiiiih Mas ini ngawur saja," kata Vefe setelah selesai membaca salah satu cara saran dokter.
"Mengapa ngawur, Sayang?"
"Kita ini di rumah sakit, Mas. Coba bayangkan kalau tiba-tiba ada perawat yang masuk bagaimana?"
"Dikunci dong pintunya gampang, 'kan?"
Vefe mendongak melihat langit-langit kamar ruang rawat inap. Mencari keberadaan CCTV yang biasa terpasang di tempat umum. Karena rumah sakit termasuk tempat umum yang banyak dipasang kamera tersembunyi.
"Coba bayangkan seandainya ada CCTV di kamar rawat ini bagaimana?"
"Eeeee ...!"
BERSAMBUNG
yok mampir di novel teman author yang rekomen banget ini, ceritanya seru loh. Ada di Novel Toon juga sambil menunggu KKJ up lagi.
__ADS_1