Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 176. Tahapan Bayi Tabung Mpok Ria


__ADS_3

Saat Lee sedang menikmati salad Indonesia alias pecel. Khan sedang berbincang dengan Aan dan Wahono. Sehingga saat Lee kepedesan dan berteriak, Khan kaget dan menegok ke arah Lee.


Melihat Lee sedang minum satu botol air mineral tanpa sisa, "Kamu tidak suka pedas, Lee?" tanya Khan.


"Tidak ... Bang, aaaah mengapa masih terasa pedas mulut Lee?"


"Tunggu sebentar Lee, Kakak ambilkan susu satu gelas!" kata Vefe berlari ke dapur dan mengambil susu satu gelas.


Tidak sampai lima menit Vefe sudah kembali dan langsung meminumkan susu itu kepada Lee, "Minum Lee!"


Lee langsung minum tanpa sisa, "Terima kasih, Kak. Sudah tidak terasa pedas lagi sekarang. Kak Ve pintar kok bisa langsung hilang pedasnya ya minum susu?"


"Karena susu langsung bisa menetralisir rasa pedas yang ada di mulut, lain kali kalau belum faham cara makan pecel tanya dulu bagaimana cara makannya," nasehat Vefe sambil melirik Khan.


"Bagaimana cara makannya, Kak?" tanya Lee Kim Oen.


Vefe mengambil satu porsi pecel tanpa nasi, "Niiih perhatikan, sayur langsung disiram saosnya, Kemudian dinikmati bersama sedikit ayam goreng." Vefe makan satu suap pecel.


"Ooo begitu, coba Lee mau Kak, Haa!" Lee membuka mulutnya minta disuapi Vefe.


"Ini ... Coba Lee bedakan sama cara makan yang tadi!"

__ADS_1


Khan yang dari tadi hanya diam saja. Langsung cemberut melihat Vefe menyuapi Lee. Khan juga membuka mulutnya pinta disuap, "Mami ... Papi juga mau!"


"Boleh ... buka mulut Papi!" Khan membuka mulutnya dan menerima satu suap pecel beserta satu potong ayam goreng.


"Tadi Abang sengaja ya agar Lee kepedesan?"


Khan masih mengunyah pecel sambil melotot ke arah Lee. Setelah masuk perut bergegas dia mengacak rambut adik tirinya, "Su'uzon aja sih, Abang itu mau menunjukkan masakan Indonesia jika di platting tidak kalah cantiknya dengan negara lain."


Vefe yang bisa membaca pikiran suami langsung mengerucutkan bibirnya, "Ngeles aja, Papi ini!"


"Setelah dicampur rasanya enak sekali, Kakak. Lee mau lagi, Haa!" Lee Kim Oen membuka mulutnya minta disuapi lagi.


"No ... Bang, Lee ambil sendiri saja." Lee Kim Oen mengambil piring dari tangan Khan. Mengambil sendiri sayuran dan sambal sesuai keinginannya.


Khan menarik Vefe diajak duduk menjauhi Lee Kim Oen, "Mami duduk sini saja!"


"Iiih dasar, Papi. Mami mau ke kamar saja. Ini makan sendiri ya!"


"Eee Mami Sayang!"


"Maaf ya, Papi. Mami mau ke kamar mandi!" teriak Vefe sambil berlalu meninggalkan ruang keluarga.

__ADS_1


Hari ini keluruh keluarga menginap di rumah Khan. Mereka menempati kamar tamu yang ada di samping kamar Bunda Fatia dan Ayah Jose. Menghabiskan waktu bersama bercanda dan bercerita.


Kabar tentang bayi tabung yang di lakukan Kak Mur dan Mbok Ria mulai ada perkembangan. Siang ini mereka akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tahap ketiga yaitu inseminasi dan fertilisasi.


Dua bulan yang lalu mereka sudah melakukan dua tahap yaitu langkah pertama stimulasi atau ovulasi super. Dan juga sudah melakukan langkah kedua yaitu pengambilan sel telur. Semua berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.


Jika hari ini melakukan langkah ketiga juga berhasil. Tinggal dua langkah lagi yang harus mereka lakukan. Yaitu langkah yang dinamakan kultur telur dan transfer embrio.


Tidak mudah perjuangan Pak Gun dan Mbok Ria untuk mendapatkan momongan. Apalagi dalam keterbatasan Mpok Ria yang tuna rungu. Namun karena dukungan Khan dan Vefe yang sudah menganggap mereka keluarga sendiri menjadi lebih mudah.


Sekarang ditambah mendapat dukungan dari Mommy Astrid. Setelah tahu Mbok Ria adalah wanita yang dianggap ibu kedua setelah Umi Maryam oleh Vefe saat masih belum menikah. Mommy Astrid menganggap Mpok Ria seperti adik sendiri.


Dalam satu minggu sebelum mengadakan acara ulang tahun Vefe. Mommy Astrid selalu membantu Mbok Ria mondar-mandir rumah Khan dan rumah sakit. Sehingga Mpok Ria semakin bersemangat menjalakan program bayi tabung.


Hanya sayangnya mereka terkendala bahasa untuk berkomunikasi. Mommy Astrid sering tidak faham dengan kode atau bahasa isyarat yang dilakukan Mpok Ria. Seperti saat ini Mpok Ria memberikan kode yang tidak tahu maksudnya, "Dik ... Tolong di tulis di sini saja ya, maaf aku tidak faham!"


BERSAMBUNG


jangan lupa mampir di Novel author yang baru di sebelah ya


__ADS_1


__ADS_2