
"Boleh Ibu masuk dulu, Nak?" tanya tamunya Vefe.
Vefe memandang dengan lekat wajah Nyonya Astrid yang berdiri terpaku. Jika di lihat umurnya kurang lebih Umi Maryam. Hanya wajahnya terlihat lebih muda karena terawat dengan baik.
Vefe kaget dia memanggil dengan sebutan nak padanya. Seolah dia telah menganal dengan baik. Padahal baru bertemu sekali itupun belum ada satu jam yang lalu.
Vefe tersenyum dan mengangguk, "Silahkan masuk, Nyonya!"
Nyonya Asrid masuk sambil mengusap pundak Vefe, "Jangan panggil Nyonya, panggil Ibu saja!"
Vefe semakin bingung dengan sikap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun. Tatapan mata yang penuh misteri dan menyimpan kepedihan. Menjadi salah tingkah karena Nyonya Astrid terus memandangi tanpa berkedip.
"Silahkan duduk, Nyonya ... Eee Ibu."
"Terima kasih," jawab Nyonya Astrid sambil melihat baby Aaron yang terlelap di tempat tidur
Vefe menyadari Nyonya Astrid ingin mengetahui tentang putranya, "Namanya baby Aaron, Bu."
"Boleh Ibu melihatnya?"
"Silahkan."
Nyonya Astrid mendekati baby Aaron perlahan. Duduk di pinggir tempat tidur sambil menusap lembut selimut yang di pakai Baby Aaron. Bibirnya tersenyum tetapi matanya berkaca-kaca.
Vefe tidak memperhatikan putranya yang masih terlelap. Dia memperhatikan Nyonya Astrid yang terlihat semakin aneh. Tanpa disadari dia meneteskan air mata.
Nyonya Astrid langsung mengusap diam-diam air mata yang menetes. Dengan pura-pura menunduk dan melepas kaca mata. Di usapnya dengan sapu tangan kacamata yang terkena air mata.
__ADS_1
Vefe tidak berani bertanya kepada tamu yang baru dikenal. Vefe mengalihkan untuk pura-pura tidak melihat Nyonya Astrid menangis. Dia mengambil air mineral di kulkas dan diletakkan di atas meja samping tempat tidur.
"Bu ... Silahkan di minum!"
"Terima kasih."
Nyonya Astrid mengambil satu botol air mineral dan menghabiskan dalam sekali teguk. Mengambil napas panjang serta menghembuskasn pelahan. Terlihat Mencoba tersenyum dan tidak ingin ada yang tahu perasaan yang ada di hati.
"Tampan sekali baby Aaron, dia sangat mirip dengan suamimu."
"Iya benar, Bu. Wajah bule sangat terlihat persis papinya," jawab Vefe sambil tergelak untuk mencairkan suasana.
"Biasanya anak laki-laki cenderung wajahnya seperti ibunya dan anak perempuan akan mirip seperti ayahnya."
"Betulkah, Bu. Ve tidak pernah tahu terjadi seperti itu?"
Vefe hanya megangguk, padahal penasaran dengan cerita yang menggantung Nyonya Astrid. Tidak berani bertanya karena mungkin persoalan pribadi yang tidak ingin diceritakan.
"Oya ngomong-ngomong Nak Ve tinggal di panti asuhan mana sebelum menikah?"
Vefe tersentak kaget mendengar pertanyaan Nyonya Astrid. Vefe belum pernah bercerita pada wanita paruh baya itu, "Dari mana Anda tahu Ve tinggal di panti asuhan sebelum menikah?"
"Ibu melihat wawancara Nak Ve dan suami saat mendapatkan penghargaan pengusaha muda terbaik beberapa bulan lalu."
"Oooo ...." Vefe membulatkan bibirnya sambil mengangguk. "Apakah tayangan televisi itu sampai di Amerika, Bu?"
"Tidak sih, Nak. Ibu melihat baru satu bulan yang lalu di Media sosial saat suami Ibu akan bekerja sama dengan suami Nak Ve."
__ADS_1
"Ooo maksudnya Ibu melihat profil suami Ve sebelum melakukan kerja sama?"
"Benar sekali, Nak. Suami Ibu selalu melakukan pengenalan atau selalu ingin lebih dekat dengan rekan bisnisnya."
"Nak Ve tinggal di panti asuhan mana?" Kembali Nyonya Astrid mengulangi pertanyaannya.
"Ve tinggal di panti asuhan Bunda yang dipimpin oleh Umi Maryam."
"Sejak kapan Nak Ve tinggal di panti asuhan Bunda?"
"Sejak bayi, tetapi tidak tahu umur berapa hari dan ...." Vefe tidak melanjutkan cerita karena baby Aaron terbangun dan menangis kencang.
"Baby Aaron bangun, Nak."
"Maaf sebentar ya, Bu." Vefe berlari mendekati putranya.
"Ada apa, Nak. Mami di sini, hauskah?"
Nyonya Astrid ikut mendekati Vefe dan baby Aaron. Senyumnya mengembang saat melihat bayi bule itu bergumam seolah menjawab pertanyaan maminya. Dengan spontan Nyonya Astrid ikut berbincang, "Cucu Grandma baru bangun tidur ya?"
Vefe langsung menatap wajah Nyonya Astrid dengan heran, "Cucu ...?"
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir di novel teman author yang rekomen banget ya, ada di novel toon juga sambil menunggu KKJ up besok.
__ADS_1