
Setelah membiarkan Vefe terlelap selama setengah jam. Baby Aaron juga ikut terlelap dalam pelukan maminya. Keduanya tertidur saling berhadapan dengan pulas.
Khan memindahkan perlahan baby Aaron dari samping vefe ke tempatnya sendiri. Gantian posisi baby Aaron digantikan dirinya dengan posisi seperti putranya. Hanya bedanya Khan tidak menikmati ASI seperti putranya.
Khan lebih memilih bermain di antara dua gunung kembar yang masih terlihat nyata. Menikmati dengan bemberikan kiss mark di beberapa tempat. Sensasinya sangat berbeda membuat Vefe langsung terjaga.
"Astagfirullah, mengapa baby Aaron berubah ada kumis tipis ya," kata Vefe memundurkan badannya.
"Ini Papi nya Aaron, Mami."
"Ke mana dia, mengapa sekarang Papi yang ada di sini?"
Khan kembali beraksi di tengah gunung kembar kesukaannya. Tidak memperdulikan Vefe yang mencoba mendorong dengan sekuat tenaga. Tetap saja Khan tidak menghentikan aksinya, "Mami ... Tanggung nich," katanya setelah melepaskan tautan diantara sela kesukaannya.
"Papi ... Ini sudah jam berapa?"
Khan langsung melihat jam tangan yang melingkar di tangan. Tinggal setengah jam lagi acara makan malam bersama tiga ibu dan dua ayah akan dilakukan. Sedangkan mereka belum berganti baju dan belum berdandan.
"Setengah jam lagi, Mami. Ayo buruan berdandan yang cantik!"
Khan langsung bangun dan membantu Vefe untuk bangun dan mempersiapkan diri. Yang pertama Vefe lakukan adalah ke kamar mandi. Mencuci muka agar terlihat segar dan tidak terlihat setelah bangun tidur.
Tidak ingin meninggalkan putranya sendiri di kamar. Khan dan Vefe mengajak baby Aaron walaupun dia tertidur dengan pulas. Dengan tidur di stroller dan diberikan selimut yang tebal agar tidak terkena angin malam.
__ADS_1
Baby Aaron di dorong oleh Khan dengan stroller. Vefe menggandeng tangan Khan menuju restoran private room yang ada di lantai dasar hotel. Menggunakan gaun dari adik ipar Elya yang terlihat anggun dan elegan serasi dengan setelan jas Khan dengan warna senada.
"Assalamualaikum," ucap Vefe dan Khan bersamaan saat mendorong pintu private room.
"Walaikum salam." Jawaban bersamaan dari dalam ruangan.
Tiga ibu, dua ayah ditambah putra dari Mr. Kim Oen sudah duduk berhadapan menunggu Vefe dan Khan. Mereka tersenyum menyambut kedatangan keluarga kecil Khan.
Vefe menganggukkan badan sebagai tanda hormat sebelum duduk, "Maaf kami terlambat."
"Kita juga baru sampai, Nak. Ayo duduklah sini di samping Bunda!"
"Terima kasih, Bun."
"Sini baby Aaron dekat sama Umi!"
Nyonya Astrid dan Mr. Kim Oen memandangi wajah Vefe dengan berkaca-kaca. Momen inilah yang ditunggu dari kemarin. Momen di mana saling mengetahui status masing-masing antara orang tua dan anak.
Vefe menunduk dan terdiam tanpa kata. Jantungnya berpacu sepereti kendang yang ditabuh dengan kencang. Ini momen yang sangat membuat dia bingung dan galau dari kemarin.
"Nak Ve ... sudah siap menerima seperti yang Bunda katakan kemarin?"
"I ... iya Bun," jawab Vefe lirih.
__ADS_1
"Siapa yang mau berbicara duluan Mommy atau Daddy?" tanya Ayah Jose.
"Daddy dulu boleh?" tanya Mr. Kim Oen.
"Silahkan ... Daddy Kim." Ayah Jose mempersilahkan Mr. Kim Oen yang pertama berbicara.
"Nak Ve, maafkan Daddy. Yang paling bersalah dari semua ini adalah Daddy, saat masih muda dulu Daddy sangat egois karena mencintai Mommy dengan cara yang salah. Saat itu kami menganggap bayi yang lahir tanpa dosa itu aib bagi kami. Daddy sangat menyesal mohon ampuni Daddy," kata Mr. Kim Oen dengan berlinang air mata.
Vefe menatap wajah Mr. Kim Oen yang terlihat sangat sedih. Sorot matanya menunjukkan kejujuran dan tidak ada kebohongan di sana. Perkataannya tulus diucapkan dari dalam hati.
"Ve sudah memaafkan Anda," jawab Vefe ikut berlinang air mata.
"Panggil Daddy ya, Nak. Daddy akan menyanyangi Nak Ve seperti putri Daddy sendiri!"
"Iya ba ... Baik, Daddy."
Terima kasih putri Daddy." Mr. Kim Oen mengusap lengan Nyonya Astrid yang dari tadi sudah berlinang air mata, "Mom ... Kuatkan hati, silahkan katakan pada putrimu!"
"Nak ... Nak Ve maafkan Mommy ...?" Nyonya Astrid tidak sanggup mengucapkan kata-kata lagi karena hatinya sangat merasa bersalah.
"Mom ...!"
BERSAMBUNG
__ADS_1
Untuk Novel author yang di sebelah sudah tamat yang berjudul "Gadis Jenius Milik CEO Depresi" ada tiga orang yang mendapatkan give away yaitu Bunda Han's; Ami Diniyah dan Noneng Halimah. Bisa DM di ig dan ada syarat khusus nanti.
Khusus untuk kk Fee2 yang sering komen di sini tolong baca jawaban komen author ya, trims.