Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 40. Kaos


__ADS_3

Vefe tersenyum saat di tawarkan Khan untuk membeli kaos couple dengan bertuliskan Mom dan Dad di depan dada. Ada tulisan di bagian belakang dengan kata 'Bojo Selawase' . Walaupun Vefe tinggal di Jakarta Vefe tahu betul arti dari tulisan itu.


"Mas ini aneh-aneh saja, kaos itu untuk pasangan suami istri, tidak mau ah!" Vefe menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Suatu saat nanti itu pasti akan terjadi, Ve." jawab Khan, hanya sayangnya di dalam hati dan Vefe tidak mendengarnya.


"Kalau kita beli yang itu bagaimana?" Khan menunjuk kaos yang bertuliskan 'Sedulur' di bagian depan dan di belakang dengan tulisan'Akeh arek akeh rezeki'.


"Maksudnya, Mas?"


"Kita beli untuk seragam seluruh anggota panti asuhan. Nanti kalau ada waktu kita pakai saat wisata," jawab Khan asal.


Vefe tersenyum manis, jika menyangkut keluarga besar anak panti asuhan. Dia sangat antusias apalagi menyangkut kebahagiaan adik-adik yang masih kecil. Karena mereka pasti akan sangat bahagia jika diajak wisata.


"Mau wisata ke mana, Mas?"


Khan mengerutkan keningnya, berpikir wisata yang terkenal dan aman untuk anak-anak, "Antara Ragunan, Monas atau Ancol. Menurut Ve yang mana yang cocok untuk mereka?"


"Tergantung dong, wisatanya dalam rangka memperingati acara apa dulu?"


Khan kembali berpikir, kali ini harus menjawab dengan tepat. Tidak asal mengusulkan kepada Vefe. Dari tadi hanya spontan saja rencana yang dikatakan agar bisa selalu berdua.

__ADS_1


Khan mengingat tanggal kelahiran yang jarang di rayakan. Menurut keluarga Khan, umur yang berkurang setiap tahunnya tidak perlu di peringati. Sekarang ini penting agar bisa selalu berdekatan dengan Vefe.


"Acara ulang tahun Mas."


Vefe semakin antusias mendengar Khan akan berulang tahun. Momen yang sangat membahagiakan baginya. Karena Vefe tidak pernah tahu pasti dirinya lahir ke dunia.


Tanggal lahir Vefe di tulis di akta kelahiran saat dia di temukan oleh Mpok Ria. Saat mendengar ada teman yang merayakan ulang tahun. Hati Vefe sangat bahagia dan gembira untuk mereka.


Vefe sering membayangkan saja jika yang ulang tahun itu adalah dirinya. Dalam posisi merayakan rulang tahun dengan keluarga dan teman dekat. Padahal sekalipun dia belum pernah merayakan.


Di panti asuhan tidak pernah ada yang di rayakan saat ulang tahun. Semua harus adil dan tidak boleh pilih kasih. Biasanya hanya ucapan selamat dan berdoa khusus saat makan bersama.


"Tanggal berapa ulang tahun Mas Khan?"


"Adik-adik sudah pernah mengunjungi Ragunan dan Tugu Monas."


"Ok ... Mas catat ya, kita ke Ancol pertengahan bulan depan. Silahkan Ve pesan kaosnya untuk seragam, ingat Umi Maryam dan Mpok Ria juga harus memakai seragam!"


"Boleh usul satu, Mas?"


"Tentu saja, mau usul apa?"

__ADS_1


"Apakah boleh kaosnya antara laki-laki dan perempuan warnanya berbeda?"


Khan mengerutkan keningnya sesaat. Berarti nanti antara dirinya dan Vefe berbeda warna. Harus memiliki cara agar bisa mengenakan kaos yang sama warnanya.


"Boleh saja, tetapi khusus untuk Mas boleh punya warna dua-duanya, 'Kan?"


Vefe tertawa lepas, "Tentu dong khusus untuk Bos boleh mempunyai dua warna.


"Oya tambah lagi, Ve!"


"Tambah apa Mas?"


"Kaosnya di tambah untuk Satria, Nina istrinya, Brio 10 tahun dan Brina 5 tahun."


"Ooo itu keluarga Bang Satria?"


"Iya Ve hitung sekalian."


Vefe memilih dan meminta kepada pedagang kaos warna Merah untuk wanita dan biru untuk laki-laki. Sesuai dengan jumlah anak panti dan pengelola. Ditambah Khan dan keluarga Asisten Satria.


Rezeki nomplok bagi pedagang, dagangannya hampir habis di borong oleh Khan dan vefe. Khan hanya tersenyum simpul saat akan melakukan pembayaran di dompet tidak ada uang cash. Sedangkan pedagang tidak munya mesin gesek EDC untuk menggesek ATM miliknya.

__ADS_1


"Tunggu ya Ve, uang yang memegang Asisten Sartia."


"Mas tidak punya uang cash?"


__ADS_2