
Hari ini adalah saatnya Khan menerima penghargaan sebagai juara pertama pengusaha muda tersukses tahun ini. Khan didampingi Vefe sedang di wawancarai seorang pembawa acara terkenal di salah satu televisi. Laki-laki gaek pembawa acara yang sangat terkenal kritis saat wawancara.
Pertanyaan demi pertanyaan dijawab oleh Khan dengan lugas sekitar bisnis dan peruahaan. Acara menjadi syahdu dan penuh haru saat wawancara tentang kehidupan pribadi. Bukan sekitar kehidupan Khan tetapi tentang masa lalu Vefe.
Saat itu juga langsung Viral kisah Vefe yang mengharukan. Bak hidup di negeri dongeng. Saat kecil dibuang oleh orang tua, tetapi sekarang sangat bahagia seperti seorang ratu.
Ada pesan moral yang di sampaikan pembawa acara di akhir wawancara, "Orang tua yang tidak patut di contoh dan orang tua yang sangat tidak beruntung di dunia dan di akhirat. Anda sudah membuang berlian yang sangat cantik dan baik hati." kata pembukaan pesan yang disampaikan oleh pembawa acara.
Vefe hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca. Padahal pembawa acara itu baru mengutarakan pendapatnya tentang orang tua yang telah membuangnya. Dari Khan cerita tentang masa lalu Vefe, dia sudah terbawa perasaan.
"Bagi Anda yang berada di luar sana yang telah membuang Nyonya Khan, perlu Anda renungkan dan camkan kata-kata saya, Saya tahu dalam hati Nyonya Khan pasti merindukan Anda, ingin merasakan kasih sayang Anda, ingin bertanya mengapa dulu di buang begitu saja tanpa belas kasih." Pembawa acara melanjutkan pesannya kepada pemirsa.
Ucapan pembawa acara tepat sekali dan persis seperti yang ada di benak Vefe saat ini. Pertanyaan itu setiap saat tergiang dalam hati. Hanya sayangnya tidak satupun yang bisa menjawabnya.
"Jangan khawatir, doa Nyonya Khan pasti sampai pada Anda. Semoga Anda sehat selalu dan diampuni dosa-dosa Anda." pesan terakhir yang di sampaikan oleh pembawa acara.
Tanpa terasa air mata Vefe mengalir deras. Khan mengusap dan menghapus air mata Vefe dengan lembut, "Jangan Khawatir, Sayang. Ada Mas yang akan memberikan cinta yang tak terbatas."
__ADS_1
Pembawa acara mendengar ucapan Khan kepada istrinya. Dia langsung mentup acara dengan meminta Khan untuk memberikan pesan terakhir. Yang ditujukan kepada orang yang telah membuang Vefe saat masih bayi.
"Silahkan Tuan Anda memberikan pesan kepada mertua Anda di luar sana!"
"Terima kasih," jawab Khan.
Khan memeluk Vefe dengan erat, mengambil napas panjang sebelum berbicara, "Bagi Anda orang tua kandung Venna Fatmala, terima kasih telah melahirkan seorang wanita yang sangat sancik baik wajah dan hatinya. Jangan khawatir sekarang ini Ve sudah bahagia bersama keluarga besar Alhakhan Jose Pornomo."
Acara berakhir setelah Khan mengucapkan pesan. Kamera dimatikan, semua kru bertepuk tangan sambil ikut meneteskan air mata. Kisah yang menginspirasi bagi semua orang yang melihat.
Vefe masih duduk dalam pelukan Khan. Menunggu para kru yang mematikan lampu dan peralatan untuk acara. Tiba-tiba perut Vefe melilit sakit seperti ingin buang air besar.
"Di sini juga ada kamar mandi, Sayang."
"Ve pingin di kamar mandi rumah saja, Mas."
"Baiklah ... Ayo kita pulang!"
__ADS_1
Baru berjalan beberapa langkah perut Vefe semakin melilit kesakitan, "Mas berhenti dulu, perut Ve sakit lagi!"
Khan langsung berteriak memanggil cleaning service yang tidak jauh dari mereka berdiri, "Pak ... Apakah ada dokter di sini?"
"Tunggu sebentar, Tuan. Saya laporkan kepada produser acara."
Tidak hanya produser acara wawancara, ada banyak yang bersimpati dan ingin menolong Vefe. Ada dokter olahraga yang sedang bertugas akan memandu acara olah raga, "Apa yang Anda rasakan Nyonya?"
"Tadi melilit dan seperti di putar perut, sarasanya sakit sekali, tetapi sekarang sudah hilang."
"Kemungkinan Anda mulai kontraksi, sebaiknya dibawa ke rumah sakit sekarang!"
Khan langsung panik dan bingung, "Bagaimana ini, Sayang?"
Vefe tersenyum sambil menarik napas panjang. Bertujuan agar Khan bisa mengikuti dan tidak panik. Tidak perlu panik karena menurut dokter perkiraan masih satu minggu lagi akan melahirkan.
"Tenang dong, Mas. Ambil napas panjang seperti Ve!"
__ADS_1
Khan mengambil napas panjang dan menghembuskan perlahan. Tiba-tiba Vefe merasakan sakit dan melilit lagi, "Aduuuuuh ... Mas, sakitnya datang lagi!"