Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 203. Mami Menang


__ADS_3

Dalam babak awal pertarungan bisa dibilang seimbang. Terkadang Khan menahan untuk menyerang. Terkadang Vefe yang menahan untuk menyerang.


Pertarungan awal seolah masih penjajakan. Masih menunjukkan kepada penonton keindahan gerakan seni beladiri. Bukan benar-benar bertarung mencari siapa yang paling unggul.


"Come on ... Khan!" teriak teman-teman Khan satu perguruan.


Khan dan Vefe saling serang dan menangkis serangan bergantian. Mereka tidak menggunakan kekuatan secara penuh. Tidak seperti pertarungan dengan lawan yang sebenarnya.


"Itu bukan peraturan, Bro!"


"Tunjukkan kemampuan Kak Ve yang sebenarnya!"


"Kak Ve ... anggap dia lawan yang sebenarnya, jangan dianggap seperti suami!"


"Kurang seru!"


Masih banyak lagi teriakan teman Khan yang berasal dari Indonesia. Mereka menginginkan pertarungan yang sebenarnya. Peraturan dengan mengandalkan kekuatan masing-masing. Bukan pertarungan suami istri yang saling menjaga dan menahan diri.


Saat Khan sedikit lengah karena mendengar teriakan temannya, Vefe mengambil kesempatan untuk menendang perut agan sebelah kiri, "Hyiaaaat ... Sorry Papi!" teriak Vefe.


"Aaargh ... Mami curang!" teriak Khan sambil menahan sakit.

__ADS_1


Penonton dan teman Khan langsung tepuk tangan setelah Vefe berhasil membuat Khan terkena pukulan. Mereka semakin berteriak menyemangati Vefe untuk berusaha memenangkan pertarungan. Vefe hanya tersenyum dan terus mencoba menyerang dan terkadang menangkis serangan Khan.


"Good job, Kak Ve!"


"Come on keep it up!"


"Awas Papi balas ya, Mi!" teriak Khan mulai menyerang istrinya dengan tendangan kaki dan pukulan tangan.


Vefe tersenyum sambil terus melawan dan mencoba menangkis semua serangan Khan. Dalam hati hanya dengan sedikit curang pasti akan bisa mengalahkan Khan. Apalagi mendapat dukungan dari teman Khan dan penonton.


Dengan usil saat Vefe menangkis serangan tangan Khan. Dia sedikit memutar badan dan mencium tengkuk suaminya, "Love you, Pi ... Hyaaaat. hug!"


Vefe merangkul pinggang dan berhasil memperdaya Khan. Awalnya seolah ingin merayu tetapi ujung-ujungnya membanting tubuhnya sampai terhempas ke lantai. Dan dengan sengaja Vefe juga ikut terjatuh berada di atas tubuh Khan,


"Mami curang ...!"


"Yang penting Mami menang, siap-siap mendapat hukuman," jawab Vefe sambil tergelak.


Tepuk tangan bergemuruh membuat Khan mengurungkan niatnya untuk menarik Vefe dalam pelukan. Dia hanya bisa mengusap bibir Vefe dengan lembut. Hampir lupa jika sekarang berada di tempat umum.


Vefe bangun dan berdiri sambil mengulurkan tangannya. Membantu Khan berdiri, "Sorry ya, Pi."

__ADS_1


"Mami harus lembur sampai pagi nanti malam karena curang," bisik Khan di telinga Vefe.


"Eeee ... Papi yang terkena hukuman mengapa Mami yang harus lembur?"


"Papi akan tetap menjalani hukuman Mami, tetapi Mami harus menerima konsekuensi karena curang."


"Sama saja bohong dong, Mami tidak jadi memberikan hukuman aja deh."


Sambil keluar arena Khan merangkul pinggang Vefe, "Hukumnya kita bermain sampai pagi ya?" bisiknya lagi.


"Ogah banget."


Pengumuman pemenang juara di lakukan dengan meriah. Dengan spontan Khan memberikan apresiasi untuk juara. Berupa uang dari juara satu sampai harapan tiga.


Kompetensi silat asli Indonesia tetap dilestarikan walaupun mereka berada di negara orang. Itu alasan Khan memberikan tambahan hadiah. Mencintai dan menjunjung tinggi negara sendiri adalah jiwa Khan walaupun dia bukan asli keturunan Indonesia.


Sore hari sampai di rumah Ayah Jose, Vefe dan Khan tidak menemukan keluarga besar Kakek Raharjanto. Mereka belum pulang dari wisata dan keliling Manhatten. Ayah Jose dan Bunda Fatia juga belum pulang dari meeting dengan kolega bisnis.


Di rumah hanya ada pembantu dan keluarga Ayah Jose. Vefe langsung mengajak baby Aaron membersihkan diri mandi sore. Khan masuk kantor pribadi Ayah Jose mengadakan meeting dengan Asisten Satria melalui online.


Meeting online bersama Asisten Satria hampir satu jam lamanya. Setelah selesai bertanya tentang keadaan Mpok Ria. Bertanya juga tentang situasi keluarga dan teman, mereka dalam keadaan sehat.

__ADS_1


Bergegas menuju kamar untuk menyusul Vefe. Khan sudah tidak sabar ingin memberikan hukuman atas kecurangan dalam bertanding tadi. Masuk kamar dengan tersenyum devil saat melihat putranya terlelap di box bayi sendirian.


Kemungkinan Vefe sedang ada di kamar mandi. Namun setelah melihat di atas meja rias ada bungkus pembalut. Khan langsung terduduk di pinggir tempat tidur, "Waduh alamat gagal ini karena tamu tak diundang datang," monolog Khan sendiri.


__ADS_2