Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 20. Manis


__ADS_3

Khan sampai membelalakkan mata karena pertanyaan Vefe. Janda gatel yang sering mengandeng berondong muda. Yang umurnya lebih tua darinya dibilang pacar.


"Bukan Ve, dia rekan bisnis Mas namanya Nyonya Maria, dia itu sukanya berondong muda," bisik Khan di telinga Vefe.


"Ooo ...." Vefe hanya membulatkan bibirnya sambil terus menikmati bakso.


Hanya beberapa menit berlalu Nyonya Maria berdiri sambil menggandeng berondong muda melihat Khan. Dia mendekati Khan dengan tersenyum mengejek, "Khan, kamu menolak cintaku karena gadis macam dia? rendah sekali sekeramu."


Khan kaget dan mendongakkan wajahnya melihat Nyonya Maria. Di tahannya rasa trauma yang ada. Walau berkeringat dingin dia berusaha ingin melawan, "Jangan bicara sembarang ya, siapa yang rendahan sebenarnya?"


Khan berdiri dan bertolak pinggang. Tangan Vefe spontan memegang lengan Khan dan menggelengkan kepala. Khan tidak jadi melanjutkan ucapannya dan duduk kembali.


"Tidak disangka ternyata seleranya wanita miskin." Nyonya Maria langsung meninggalkan tempat sambil menarik tangan berondong muda yang diam saja sambil memandangi Khan dan Vefe.


Vefe menyentuh lengan Khan yang berkeringat dingin. Menjadi kaget dan bingung. Menyangka dia sakit atau tidak enak badan.


"Mas, mengapa berkeringat dingin begini?"


"Mas tidak apa-apa, Ve. Jangan khawatir."


"Tetapi Mas, suhu tubuhnya dingin begini, apakah Mas sedang sakit?"


Khan hanya tersenyum mencoba menenangkan diri. Tidak mungkin akan bercerita tentang traumanya sekarang ini. Hatinya pasti sakit dikatakan hal yang buruk oleh Nyonya Maria.

__ADS_1


"Mas menahan amarah gara-gara janda gatel itu berkata yang bukan-bukan tentang Vefe."


Vefe tergelak mendengar ucapan Khan. Baginya penghinaan seperti itu sudah biasa di terima. Sudah kebal dan tidak pernah merasa sakit hati.


"Ve sudah terbiasa menerima hinaan seperti itu, tidak usah khawatir. Lebih baik kita lanjutkan makan baksonya."


"Bagus kalau begitu, jangan dimasukkan hati omongan janda gatel itu."


"Ceritanya tante-tante tadi pernah menyatakan cinta sama Mas Khan?"


"Iya malahan lebih parah lagi."


"Lebih parah gimana, Mas?"


Khan bercerita tentang peristiwa di Bali. Bercerita juga tentang pertemuan saat penghargaan pengusaha muda terbaik. Dan penolakan langsung saat dia menyatakan cinta.


Khan hanya tersenyum memandang wajah Vefe yang tertawa lepas. Lesum pipi terlihat manis saat dia tertawa lepas tanpa beban. Tanpa sadar Khan memandang wajah Vefe dengan lekat sambil tersenyum.


"Mengapa Mas Khan memandang Ve seperti itu?"


"Vefe sangat manis kalau tertawa lepas seperti itu."


"Emang Ve gula sangat manis."

__ADS_1


Saat Khan menikmati bakso teringat anak panti terutama yang masih kecil. Khan langsung mengangkat tangan memanggil pelayanan bakso yang sedang lewat di sebelahnya, "Ya Bos mau tambah lagi?" tanya Pelayan itu.


"Tolong bungkuskan bakso 50 porsi!"


"Siap Bos."


"Banyak betul Mas, pesan buat siapa?"


"Buat keluarga Ve."


"Ooo ... seharusnya tidak usah Mas, nanti menguras kantong Mas Khan loh!"


Khan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Gadis sederhana yang duduk di sampingnya itu semakin hari semakin mengagumkan saja. Bersahaja, apa adanya dan tidak sombong.


"Gampang bisa cari lagi."


Khan membayar bakso yang dipesan. 50 porsi langsung dimasukkan ke dalam mobil. Kembali duduk di samping Vefe yang baru saja menghabiskan baksonya.


"Ayo langsung pulang aja, Ve. Nanti kalau dingin rasanya kurang enak lagi baksonya!"


"Ya Mas, ayo!"


Sampai di depan panti asuhan Vefe langsung memanggil anak-anak panti untuk berkumpul. Dari yang kecil baru bisa berjalan sampai yang paling besar langsung bersalaman dengan Khan dengan tertib. Mereka makan bakso bersama setelah mengucapkan terima kasih kepada Khan.

__ADS_1


Mpok Ria yang beru pertama kali bertemu dengan Khan. Dia berbicara dengan bahasa isyarat bahwa Vefe dan Khan adalah pasangan yang serasi. Vefe menjawab dengan terbawa. Khan bingung tidak memahami bahasa isyarat Mpok Ria.


"Apa maksud dia, Ve. Mas tidak faham?"


__ADS_2