Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 33. Misi Berhasil


__ADS_3

Hanya berselang setengah jam dari Khan terbang mengudara menggunakan helikopter menuju Surabaya. Eno datang sambil berlari menuju kantor Khan. Tanpa mengetuk pintu dia langsung menerobos masuk ke dalam.


Tak ada seorangpun yang ada di kantor. Asisten Satria hanya mengawasinya dari balik jendela kantornya. Kantor Asisten Satria sebelum kantor tuannya, sehingga dia tahu saat Eno datang.


Eno kembali keluar kantor milik Khan dan masuk membuka pintu kamtor Asisten Satria dengan kasar, "Satria ...!" teriaknya.


"Astagfirullah ... Coba sopan sedikit, dasar wanita gilla!" teriak Asisten Satria kesal.


"Di mana Mas Khan?"


"Manggil yang sopan, dodol. Ini kantor!" Asisten Satria semakin emosi saat melihat Eno semakin tidak sopan.


"Di mana Tuan Khan?" Eno mengulang pertanyaannya dengan suara yang di pelankan.


"Tuan baru saja berangkat, ada apa mencari Tuan?"


"Eno mau tanya siapa yang mengganti nama calon suami yang Eno posting di media sosial?"

__ADS_1


"Lho bukannya kamu yang mmemberikan nama lengkapnya, karena kamu yang memesan, mengapa tanya Tuan Khan?"


Eno terdiam sejenak mencerna ucapan dari Asisten Satria. Kemarin pihak gedung mengatakan jika yang mengirim nama adalah seorang wanita. Bahkan gedung mengira pengantin wanita sendiri yang melakukannya.


"Aaargh ... Sudahlah, di mana Tuan Khan. Eno mau bicara?"


"Mau bicara apa? ini kantor. Kalau mau bicara pribadi di rumah bukan di sini."


"Eno mau bicara kantor dan pribadi."


Asisten Satria masih memeriksa surat SK kerja yang di buatnya baru saja. Surat perintah selama tiga bulan untuk Eno. Dia harus membantu perusahaan yang ada di Sulawesi.


Eno membaca surat Perintah harus bekerja di sana. Tanpa membaca berapa lama dia di sana. Yang dia fokuskan adalah saat ini Khan ada di sana.


Tanpa pikir panjang Eno langsung menandatangani SK. Menyerahkan kembali ke Asisten Satria setelah selesai. Asisten Satria memberikan salinan satu lembar surat SK kepada Eno.


"Baik ... ini tiket pesawat, ini kamar yang ada di apartemen milik karyawan PT KURNIA. Pulanglah jangan sampai ketinggalan pesawat.

__ADS_1


Ada dua pertimbangan yang Eno lakukan saat sedang menanda tangani SK tadi. Selain ingin bertemu dengan Khan di Sulawesi. Eno banyak di bully oleh karyawan karena postingan yang dibuatnya kemarin.


Sebagian besar karyawan PT KURNIA sudah menganngap Eno sudah gila. Ingin membuat pesta pernikahan dengan orang yang belum tentu menerimanya. Dia masih malu kepada seluruh katyawan yang banyak memandang sebelah mata saja.


"Baiklah ... Eno berangkat sekarang. Apakah Asisten Satria tidak menyusul ke sana?"


"Tidak ... Aku harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk di sini."


"OK, kebetulan nanti di sana Eno tidak akan di ganggu oleh asisten yang galak," jawab Eno dengan lirih.


Asisten Satria tertawa devil masih mendengar ucapan Eno. Dia pura-pura tidak mendengar. Lebih memilih berkonsenterasi membaca dokumen yang ada di depannya.


Eno kembali keluar kantor milik Asisten Satria. Dia berjalan dengan langkah panjang. Untuk sementara lebih memilih menghindar dan tidak bertemu dengan karyawan yang lain agar tidak di bully.


Setelah Eno keluar dari kantornya, Asisten Satria mengirim pesan WA kepada Khan. Mengatakan jika misi memindah tugaskan Eno telah berhasil dengan sukses.


Saat Asisten Satria mengirim pesan dan di terima oleh Khan. Khan sudah sampai di stadion yang ada di Surabaya. Dia sedang duduk di tribun penonton stadion.

__ADS_1


Khan sedang memandangi wajah Vefe yang sedang memberikan semangat kepada Gi dan Ji. Dua pemuda tanggung yang tinggal di panti asuahn, "Ayo semngat Gi ... Ji!" teriak Khan.


__ADS_2