Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 171. Masih Ada yang Mengganjal di Hati


__ADS_3

Nyonya Astrid langsung sumringah saat mendengar Vefe berteriak memanggil dirinya Mommy. Padahal awalnya dada terasa sesak dan aliran darah seolah meninggi. Namun setelah mendengar suara itu bak padang pasir yang di tengahnya ada telaga oasis yang sangat sejuk.


"Nak ... Terima kasih, Mommy mohon ampuni kami," pinta Nyonya Astrid dengan menggenggam kedua tangan Vefe.


"Ve sudah memaafkan Mommy dan dan Daddy, Ve tidak dendam sedikitpun pada keluarga Anda, kemarin hanya syok dan bingung aja harus bagaimana?"


"Terima kasih, tidak ada rasa bahagia yang melebihi hari ini, Mommy akan menebus hari yang telah lewat. Izinkan kami menyayangi Nak Ve dan Nak Khan serta cucu ganteng baby Aaron." Nyonya Astrid berdiri dan berlari mendekati Vefe.


"Mommy sangat menyayangimu, Nak Ve." Nyonya Astrid langsung memeluk Vefe dengan erat. Tangisnnya kali ini adalah tangisan bahagia. Bukan tangisan kekhawatiran seperti kemarin.


Lee Kim Oen mendekati mommy dan mengusap pundaknya. Kebahagiaan ibu yang melahirkan terlihat sangat jelas. Seolah dia juga ikut merasakan kebahagiaan itu.


"Kak Ve, apakah Lee boleh memelukmu?"


Khan yang langsung mendekati istrinya dan menghadang berdiri di antara Vefe dan Lee KIm Oen, "Jangan peluk istriku," katanya jutek.


"Abang Ganteng, Kak Ve adalah saudara dari Lee, mengapa tidak boleh memeluknya?" protes Lee Kim Oen diikuti tawa renyah seluruh keluarga.


"Sini diwakilkan saja!" Khan merentangkan tangannya untuk mengajak Lee Kim Oen untuk berpelukan.

__ADS_1


"Eee ... No, Lee want to hug Kak Ve."


"Khan jangan jealous ... Dia itu adikmu," kata Bunda Fatia.


"Tidak perduli tidak boleh laki-laki memeluk Maminya Aaron, dia hanya milik papinya Aaron seorang."


"Ya Allah ... Kak Ve, suaminya cemburuan banget," gerutu Lee Kim Oen sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Keluruh keluaga tergelak mendengar ucapan Lee Kim Oen. Suasana yang awalnya mencekam berangsur-angsur membaik. Berbincang dengan akrab walau terkadang Vefe masih ragu dan masih sungkan.


Mereka bercerita sampai lebih dari saju jam. Bunda Fatia dan Umi Maryan yang banyak berebincang. Sedangkan Vefe dan keluarga yang lain hanya terdiam mendengarkan dan dalam pikirannya masig-masing.


Sesekali Vefe melihat sorot mata ibu kandungnya yang terlihat bersinar dan berkaca-kaca. Saat ini wajahnya terlihat berseri walaupun ada genangan air mata di sana. Tidak seperti kemarin saat baru pertama kali bertemu wajahnya pucat pasi dan terlihat sangat sedih.


Vefe semakin termenung saat teringat cerita Umi Maryam jika orang tua dari ayah kandungnya saat ini masih ada. Tidak seperti orang tua dari mommy kandung yang sudah berpulang semua ke Ribaan Ilahi Robbi.


Umi Maryam yang sangat memahami pikiran putri angkatnya. Bisa menilai jika Vefe masih ada sesuatu yang di pikirkan, "Masih ada yang dipikirkan atau yang mengganjal di hati, Nak?"


Nyonya Astrid langsung memandang Vefe dengan penuh tanya, " Masih ada yang ingin di tanyakan, Nak. Katakan saja tidak perlu ragu?"

__ADS_1


"Ve ingin sekali mengetahui keluarga dari ayah kandung yang katanya masih ada."


Nyonya Astrid langsung mengambil napas panjang. Dia kembali bersedih saat mengingat orang tua ayah kandung Vefe. Pasalnya sampai sekarang mereka belum memaafkan dirinya.


"Mom juga ingin bertemu dengan mereka, Nak. Hanya sayangnya mereka sangat membenci Mom."


Khan dan Ayah Jose saling pandang, keduanya memiliki memiliki pandangan yang sama. Seorang anggota dewan kakek dari Vefe sekarang ini juga seorang pengusaha kuliner yang terkenal. Mungkin bisa mendekati beliau dari sisi bisnis dengan cara mengajak bekerja sama.


"Apakah Ayah mempunyai ide yang sama dengan Khan?"


"Kita mendekati dengan mengajak kerja sama?" tanya Ayah Jose.


"Ya ... like father like son." Khan melakukan tos berdua.


"Dari mana kita masuk agar anggota dewan itu memprioritaskan kita, Nak?"


"Gampang saja, Ayah. Kita buat acara dengan melibatkan adik-adik panti asuhan pasti beliau akan merespon."


"Dalam rangka acara apa, ada yang punya ide?" tanya Ayah Jose

__ADS_1


"Ulang tahun Nak Ve!" teriak Mr. Kim Oen.


"Kapan ulang tahun Ve yang sebenarnya?"


__ADS_2