Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 207. Keluarga Kakek Raharjanto Pulang


__ADS_3

Selesai makan siang, tidak lupa seluruh keluarga menjalankan kewajiban menghadap yang maha Khaliq. Walaupun dilakukan di parkiran diantara dua mobil. Mereka melakukan sholat dengan khusyuk dengan cara bergantian.


Tanpa diduga parkiran yang dijaga oleh security sangat menghormati ibadah yang dilakukan keluarga. Mereka langsung menjaga dan mengamankan area tempat beribadah dadakan dari suara berisik orang yang lewat. Setiap orang yang lewat di depan mereka dialihkan untuk melewati area bagian belakang.


Hampir satu jam berlalu seluruh keluarga selesai melakukan ibadah. Dengan spontan Khan dan Daddy Kim Oen menemui dua security yang mau menjaga saat mereka beribadah. Memberikan sedikit uang sebagai tanda terima kasih.


Rombongan melanjutkan wisatanya menuju jembatan yang berada di samping Golden Gate Park. Wisata kali ini mereka konvoi dengan mobil. Menyusuri jembatan gantung yang megah dan panjang di atas laut.


Jembatan Golden Gate adalah sebuah jembatan gantung di sepanjang daerah Diawali dari Samudra Pasifik ke Teluk San Francisco. Jembatan ini menghubungkan kota San Francisco, California di Semenanjung San Francisco dan Kabupaten Marin, California.


Panjang jembatan keseluruhan 2.727 m, jarak antara menara adalah 1.280 m, dan ketinggiannya adalah 240 m di atas permukaan air. Jembatan yang di cat warna orange sangat kontras dengan bedirinya menara yang menjulang tinggi.


Sepintas seperti sedang melayang dan tergantung di atas lautan luas. Jembatan yang panjangnya dua kali lipat lebih dari Jembatan Ampera Palembang. Sangat menajupkan sepanjang mata memandang perpaduan pilar tinggi warna orange dan lautan biru yang membentang.


Tiga hari keluarga berkunjung di rumah Mommy Astrid. Berbincang bercerita jika malam hari lalu menginap dan tidur di hotel. Pagi dan siang sampai sore harinya dihabiskan untuk berwisata dan belanja oleh-oleh di daerah San Fransisco.


Hari ke enam rombongan kembali ke Manhattan. Mommy Astrid dan Daddy Kim Oen ikut juga berkunjung ke rumah Ayah Jose. Kedua orang tua Vefe ingin mendampingi Kakek Raharjanto selama berkunjung di USA.


Hampir tengah malam rombongan tiba di Manhattan dengan selamat. Mereka langsung beristirahat sebagian menginap rumah Elya dan sebagian di rumah Ayah Jose. Tidak menginap di hotel karena kediaman mereka besar dan memiliki banyak kamar tamu.


Yanga lain istirahat, Khan harus melakukan meeting online dengan Asisten Satria dan kolega di Jakarta. Di Manhattan tengah malam di Jakarta pukul sebelas siang. Karena perbedaan waktu sebelas jam di antara keduanya.


Selesai meeting tidak lupa Asisten Satria memberikan kabar tentang keadaan bumil. Terutama Mpok Ria yang kemarin masih terlihat lemah saat di tinggal satu minggu yang lalu. Semakin hari Mpok Ria semakin sehat dan mulai bisa beraktivitas seperti sedia kala.


Dua bumil yang lain yaitu Kak Mur dan Erina juga dalam keadaan sehat. Para suami yang direpotkan memenuhi keinginan istri yang sedang ngidam. Namun semua masih bisa dipenuhi karena tidak ingin bayi yang lahir ileran.

__ADS_1


Asisten Satria juga bercerita tentang kabar kekasih Eno. Tato kupu-kupu yang ada di lengan kekasih Eno ternyata simbul dari keluarga Prawira. Dari mulai Ayah dan keturunannya memiliki tato yang sama.


Kekasih Eno adalah kakak kandung Doni Prawira yang pertama. Doni memiliki satu kakak laki-laki dan dua kakak perempuan. Toni Prawira duda beranak satu yang umurnya hampir berkepala lima.


Kabar burung mengatakan Eno sedang mempersiapkan pernikahan baik di Jakarta maupun di Surabaya. Toni Prawira adalah pengusaha yang memimpin perusahaan di Tangerang. Laki-laki perlente itu sebelas dua belas dengan adiknya yaitu petualang cinta.


Dalam waktu dua hari keluarga Raharjanto di Manhattan berkunjung di perusahaan milik Ayah Jose. Berkunjung ke tempat wisata dan berbelanja oleh-oleh di tanah kelahiran Ayah Jose di dampingi Mommy Astrid. Serta berkunjung di butik milik Smith suami Elya dan usaha garmen milik mereka.


Saat keluarga Kakek Raharjanto bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Vefe juga ikut packing untuk pulang. Bunda Fatia sambil menggendong baby Aaron masuk ke kamar Vefe, "Mengapa ikut packing, Nak. Bunda masih kangen sama Aaron?"


"Jadi Ve harus bagaimana, Bun?"


"Jangan pulang bareng Kakek, minimal Minggu depan saja pulangnya."


"Nanti Bunda yang bilang sama Khan untuk pulang Minggu depan saja, Nak Ve jangan packing dulu!"


"Baik lah Bun."


Khan datang bersama Ayah Jose dari kantor. Khan mendengar sekilas Bunda Fatia menyebut namanya, "Ada apa, Bun?"


"Nah ini orangnya pulang," kata Vefe sambil meraih punggung dan mencium tangan Khan dan Ayah Jose bergantian.


"Bunda masih kangen sama Aaron, kalian jangan pulang dulu, tinggallah di sini lebih lama."


Khan mmmengedipkan matanya pada Vefe sambil tersenyum devil. Melihat penampilan Vefe dengan rambut basah. Kemungkinan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu setelah satu minggu tidak bisa beraksi.

__ADS_1


"Ok Minggu depan saja kita pulang, apakah Mami setuju?"


"Terserah Papi saja, Mami ikut."


Vefe tidak jadi packing baju dan mengembalikan keperluan baju baby Aaron ke tempat semula. Membantu Tante Darwati dan Tante Suprapti untuk packing. Memastikan semua barang aman dan tidak tertinggal.


Tepat pukul delapan malam keluarga Kakek Raharjanto berpamitan pulang. Dengan linangan air mata bahagia mereka meninggalkan rumah Ayah Jose dengan perasaan lega. Persoalan yang bertahun-tahun lamanya mengganjal di hati, kini terselesaikan dengan baik.


Vefe dan Khan mengantar keluarga Kakek Raharjanto sampai bandara. dengan menggunakan pesawat pribadi mereka kembali ke tanah air dengan perasaan bahagia. Pengalaman yang tidak terlupakan karena bisa menikmati wisata selain bertemu dengan Mommy Astrid.


Pulang dari bandara Vefe langsung masuk kamar bersama putranya. Baby Aaron sudah tidak sabar ingin menikmati nutrisi kesukaannya. Bayi gembul yang sekarang berumur hampir sepuluh bulan itu mulai aktif dan pandai diajak berinteraksi.


Baby Aaron menikmati ASI sambil memainkan kakinya saat Khan selesai mandi. Khan yang hanya memakai handuk yang melilit di pinggang langsung duduk di samping Vefe. Dengan sengaja Khan menarik tangan kiri Vefe untuk di masukkan ke balik handuk.


Vefe kaget karena menyentuh senjata tombak tomahawk yang sudah terbangun sempura, "Papi ...!" teriak Vefe sambil menarik tangannya.


Baby Aaron mendengar teriakan itu mengira maminya sedang bercanda dan mengajak interaksi. Dia langsung terkekeh senang. Suara tawa baby Aaron spontan membuat Khan juga ikut tertawa.


"Waaah ... Aaron senang ya, Papi ulangi deh." Kembali Khan menarik tangan kiri Vefe dan disentuhkan lagi ke senjata tombak tomahawk miliknya.


"Iiiih Papi, usil banget sih!" teriak Vefe lagi.


Baby Aaron semakin terkekeh senang mendengar teriakan Vefe lagi. Bayi gembul itu tidak melanjutkan minum ASI. Dia hanya terkekeh sambil memegangi dan memainkan kakinya.


"Mau lagi, Nak? Ini namanya sekali pegang dua orang senang."

__ADS_1


__ADS_2