
Mata Vefe semakin terbuka lebar sambil meneteskan air mata setelah membaca nama di bawah foto yang mirip dirinya. "Almarhumah Nenek Hartanti, meninggal dunia setelah dua tahun putranya berpulang karena kecelakaan," baca Vefe dengan suara lirih.
Khan duduk berjongkok dihadapan Vefe. Mengusap air matanya dengan lembut. Mengusap kedua pipinya dan mengecup bibirnya sekilas, "Masih sanggup membaca biodata itu atau berhenti sejenak?" tanya Khan sambil mendongak ke arah wajah Vefe.
"Iya sanggup, Mami hanya baper saja setelah melihat wajah asli nenek yang persis dengan wajah Mami."
Vefe melihat wajah Nenek Hartanti saat masih muda sama seperti wajahnya sendiri. Mulai dari bentuk wajah, sorot mata dan lesum pipit saat tersenyum. Semua sama persis seolah Vefe seperti sedang bercermin.
Hanya satu perbedaan dari wajah Vefe dengan wajah Nenek Hartanti. Ada tahi lalat di atas alis nenek Hartanti sebelah kiri. Sedangkan Vefe tidak memiliki tanda lahir seperti neneknya.
Hanya Khan yang mengetahui tanda lahir yang dimiliki istrinya. Itu yang dibuat Khan bisa menghiubur istrinya, "Mami tahu berbedaaan Nenek Hartanti sama Mami di mana?"
Sambil mengusap air mata, Vefe menggelengkan kepala. Dia tidak begitu faham perbedaan tentang tanda lahir yang dimaksud oleh suaminya, "Tidak ada perbedaannya semua sama, Papi."
"Papi tunjukkan perbedaannya tetapi dengan satu syarat?"
"Maksudnya?"
"Akan Papi tunjukkan perbedaan itu, tetapi dengan syarat tidak boleh ditutup setelah Papi buka, bagaimana?"
"Eeee ogah ... pasti Papi cari kesempatan dalam kesempitan, ingat itu Aaron sedang bermain sendiri, tetapi Mami penasaran sih apa perbedaannya?"
Khan tergelak, "Ingat peraturan tetap berlaku kalau Mami ingin tahu!"
__ADS_1
Vefe pura-pura merajuk sambil mengerucutkan bibirnya, "Aaah Papi tidak asyik, Mami ngambek saja."
Vefe meninggalkan Khan dan duduk mendekati box bayi baby Aaron. Bayi pipi tembem itu mulai terdiam dengan mata terpejam. Lama-lama dia tertidur setelah capek bermain sendiri.
Vefe mulai kembali membaca profil keluarga ketua dewan kakeknya. Memiliki dua putri dan satu putra. Putra pertamanya sudah meninggal dunia setelah kecelakaan. Dua putrinya sekarang sudah berkeluarga.
Dari kedua putrinya Pak Raharjanto memiliki empat cucu. Keempat cucunya semua perempuan. Sehingga jika dihitung cucu dari Pak Harjanto ada lima termasuk Vefe.
Dua putri Pak Raharjanto rata-rata wajahnya mirip dengan ayahnya. Tidak ada yang mirip dengan ibunya kecuali Almarhum ayah kandung Vefe. Sekarang ini yang sangat mirip dengan istri Pak Raharjanto adalah Vefe.
Satu persatu Vefe membaca biodata kedua tantenya lengkap dengan dua putrinya. Tidak lupa biodata dari suami atau paman Vefe dengan lengkap. Keluarga besar dari kakeknya termasuk keluarga berada dan tidak ada yang susah.
Khan hanya duduk di samping Vefe dan memeluknya dari samping. Menunggu sampai selesai membaca biodata keluaga besarnya. Terus mengusap pundak dan pipinya sebagai tanda dukungan penuh apapun yang terjadi.
Setelah selesai membaca Vefe menarik napas panjang. Menghembuskan perlahan dengan perasaan yang tidak menentu. Semakin takut tidak di terima menjadi keluarga besar karena mana besar mereka sekarang ini.
"Mami takut mereka tidak mau menerima Mami."
"Mengapa berpikiran begitu, Mami kira Mami sekarang ini masih seperti dulu saat tinggal di panti asuhan, Mami tidak sadar sekarang adalah Nyonya Alhakhan Jose Pornomo, seorang pengusaha yang sangat terkenal?" tanya Khan sambil menepuk dadanya yang bidang.
Vefe hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Terkadang dia lupa statusnya sekarang ini. Masih menganggap dirinya adalah wanita yang kurang beruntung karena pernah tinggal di panti asuhan.
"Iya ... Maaf, Papi. Apakah jika dilihat dari kaca mata masyarakat Vefe ini kedudukannya sama dengan mereka?" tanya Vefe seolah meyakinkan hati agar tidak minder.
__ADS_1
"Tidak sam dong, Mami Sayang. Justru Mami lebih tinggi dari siapapun, apalagi di mata Papi ... Sangat tinggi." jawabnya asal.
"Hhmm ... Dasar Papi tukang mesum, di tanya betul-betil jawabnya tidak jelas." Vefe mencabit perut Kan dengan gemas.
"Eeee tidak percaya, ayo Papi buktikan!"
Khan menarik Vefe untuk berdiri menghadapnya. Diangkat sambil dipeluk pinggul Vefe. Sehingga Vefe lebih tinggi dari pada Khan karena bagian inti tengah antara dua kaki tepat di depan wajahnya.
"Aaaah Papi turunkan ...!"
"Janji dulu setelah Papi tunjukkan perbedaan Mami dengan nenek Hartanti tidak boleh di tutup!"
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir ya shobat Anna di sebelah
PAKAR CINTA TERKENA KARMA
Burb
Abelino Abraham laki-laki tiga puluh tahun petualang cinta ulung. Bersama dua sahabatnya selalu bisa menaklukkan setiap wanita yang dirayu. Selalu berakhir di ranjang dan bergulat menikmati indahnya surga dunia.
Suatu saat Abel salah sasaran memberikan obat yang biasa dipakai jika susah menaklukkan wanita. Yang awal tujuannya untuk putri pengusaha besar. Yang meminum temannya gadis berhijab bernama Aisyah Mustafa.
__ADS_1
Setelah kejadian satu malam itu. Ais tidak bisa menuntut tanggung jawab karena Abel mengatakan melakukan suka sama suka. Ais harus menanggung aib memiliki putra tanpa pendamping.
Lima tahun berlalu, Mereka bertemu saat Abel di vonis tidak bisa memiliki keturunan karena kecelakaan. Mulai jatuh cinta dan mengejar cinta Ais. Bagaimana perjuangan dia dan apakah Ais menerima cinta Abel?