Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 174. Lukisan foto keluarga


__ADS_3

Vefe langsung turun dari tempat tidur dan berlari setelah ditanya oleh Khan. Teringat tadi malam paper bag itu di lempar begitu saja di dekat pintu kamar hotel. Kemungkinan masih ada di sana sekarang ini.


"Mami ... Mau ke mana kok lari?"


"Mau mengambil paket itu, Pi!" teriak Vefe.


"Papi ikut dong?"


Vefe tidak menjawab perkataan Khan. Dia penasaran isi paper bag yang katanya dari Mommy Astrid atau Bunda Fatia. Mungkin ini hadiah pertama dari ibu kandungnya.


Vefe melihat paper bag tergeletak di samping pintu dekat keset. Diambilnya dengan cepat karena penasaran. Ternyata isinya terlihat besar di bungkus dengan kertas berwarna coklat.


"Apa sih isinya jadi penasaran?" tanya Vefe.


"Cepat dibuka Mami, Papi juga penasaran!"


"Iya baik, Pi."


Kertas coklat langsung dirobek oleh Vefe. Mata Vefe langsung terbelalak tertuju satu bungkus plastik yang berwarna merah menyala. Padahal ada tiga bungkus dalam kertas coklat itu.


Khan langsung tergelak melihat isinya setelah di buka oleh Vefe, "Langsung dipakai, Mami Sayang. Papi sangat menyukainya!"

__ADS_1


"Apaan ogah banget, pakai baju tidur saja Papi madus terus, apa jadinya jika Mami pakai ini," jawab Vefe sambil membuka satu persatu isi plastik itu.


Isinya tiga stel bra transparan dan CD yang modelnya bertali di dua sisi. Hanya ada penutup kecil di tengah itupun mungkin masih akan terlihat inti diantara dua sela kaki Vefe.


"Papi sangat menyukai ini, ayolah dipakai, Mami!" rayu Khan.


"Ogah ... Mami mau membuka yang ini saja," Vefe membuka salah satu paket dari tiga bungkusan.


Isinya satu set kosmetik brand terkenal dari Korea, "Ini merk terkenal yang sering dipakai oleh artis korea itu ya?" monolog Vefe sendiri.


"Mami Sayang, Papi juga bisa membelikan seperti itu."


"Ooo berarti momennya ya bukan isinya?"


"Iya Papi."


"Coba buka paket satu lagi!"


Vefe membuka paket terakhir yang sedikit berat. Dibukanya perlahan dengan hati yang berdebar. Isinya dua lukisan foto, yang pertama satu keluarga besar Mr. Kim Oen. Yaitu Mommy Astrid, Daddy Kim Oen. Lee Kim Oen, Vefe, Khan dan baby Aaron.


Saat diperhatikan seksama, lukisan itu baru saja selesai dibuat. Dalam foto itu terlihat semua keluarga memakai baju saat makan malam kemarin. Termasuk baby Aaron yang malam itu dia tertidur di stroller bayi.

__ADS_1


Lukisan yang kedua adalah keluarga besar yang saat malam itu makan malam. Termasuk Ayah Jose, Bunda Fatia dan Umi Maryam. Mereka berdiri berdampingan seolah sedang berfoto keluarga.


Padahal malam itu mereka tidak mengabadikan untuk berfoto bersama. Karena saat itu suasana tegang dan masih canggung. Mereka juga asyik berbincang dan lupa tidak mengabadikan momen yang sangat berarti.


"Waaoouw ... Bagus banget lukisan ini, siapa yang melukis ini, Mami?"


Vefe melihat pojok bawah sebelah kanan, "Ini ada tulisan menggunakan bahasa Korea, tetapi Mami tidak tahu apa bacanya."


"Coba Mami balik, siapa tahu ada tulisan di belakangnya!"


Ada tulisan yang sangat menyentuh hati di belakang lukisan foto keluarga itu. Hanya dengan membaca saja Vefe bisa meneteskan air mata. Khan juga ikut berkaca-kaca membaca tulisan itu.


'Keluaragaku adalah surgaku, keluarga Sakinah bukanlah keluarga yang bebas masalah, tetapi pandai menyelesaikan konflik dan saling memafkan'


Tulisan paling bawah ada tanda tangan dan nama Lee Kim Oen. Tulisan pemuda yang terlihat cengengesan dan sering membuat Khan cemburu. Ternyata sangat dewasa dalam menulis kata-kata mutiara.


"Hebat juga si Lee itu, hanya dengan tulisan saja kakaknya bisa sampai menangis bombay begini," kata Khan langsung memeluk Vefe dan mengusap air matanya.


Vefe terus terisak dalam pelukan Khan. Kata-katanya sangat menyentuh hati dan perasaannya. Sekarang ini Vefe bisa merasakan menemukan keluarga yang seutuhnya.


Seperti biasa jika istrinya bersedih, Khan selalu menghibur dengan hal yang aneh dan nyeleneh. Sambil masih memeluk Vefe, kaki Khan mengambil CD dan bra yang tadi di letakkan di bawah. Di angkat dua barang itu dengan tangan kanan, "Mami ... Seandainya ini Papi yang pakai, apakah Mami akan menyukainya?"

__ADS_1


__ADS_2