Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 152. Ngeres


__ADS_3

Umur baby Aaron sekarang sudah satu bulan. Khan selalu saja uring-uringan setiap malam. Usaha Vefe mengikuti jalan lain untuk memuaskan suami dirasa tidak memuaskan hati.


Hampir tidak tahan setiap hari hanya bisa merasakan aksi tombak tomahawk sendiri. Bisa puas dan mencapai puncak nirwana. Hanya sayangnya tidak seenak jika berdua mencapai puncak.


"Sabar dong, Papi ganteng. Jangan marah terus, sana olahraga atau berlatih bela diri biar otaknya tidak ngeres terus!"


"Dia selalu bangun sendiri saat baby Aaron minta ASI," jawab Khan sambil menunjuk senjata tombak tomahawk yang masih tertutup sempurna.


"Berarti otak Mas banyak pasirnya, ngeres terus sih. Sana otak di sapu dulu!"


"Tidak lucu tau ... Sayang, masih berapa hari lagi sih. Perasaan Mas sudah satu tahun?"


"Jangan di pikir terus yang itu dong, Mas. tinggal dua minggu lagi."


"Sepuluh hari lagi dong. Jangan korupsi waktu ya!"


Vefe tergelak mendengar protes Khan. Tadi bertanya tentang nifas tinggal berapa lagi. Dikira dia tidak menghitung karena terus saja bertanya seolah nifas tak berujung.


"Sudah tahu dari kemarin tanya terus, ayo tidur mumpung baby Aaron sudah terlelap!"


"Iya ayo tetapi Mas di peluk ya!"

__ADS_1


"Iya sini ... baby besar."


Khan tidur dengan dipeluk oleh Vefe. Tubuhnya meringkuk dan wajahnya tepat pada gundukan kembar. Terkadang wajahnya dibenamkan di tengah antara dua gundukan.


Vefe sesekali mengusap pipi dan rambut Khan. Terkadang dia sangat manja seolah iri dengan kasih sayang yang di tunjukkan pada putranya. Padahal pasti akan berbeda rasa cinta kepada anak atau kepada suami.


Napas Khan terdengar teratur setelah setengah jam berlalu. Wajah tampannya terlihat tenang seperti baby Aaron yang sedang terlelap. Vefe tersenyum simpul melihat Khan dan baby Aaron bergantian.


Dua laki-laki beda generasi yang kini mengisi hidupnya terlelap. Untungnya yang kecil belum bisa protes jika maminya dikuasai sang papi. Membayangkan suatu saat nanti mereka berebutan pasti akan seru.


Saat Vefe memandangi bayi yang terlelap di sampingnya. Teringat dan terbayang cerita Umi Maryam. Teringat saat dia dibuang oleh orang tuanya dalam keadaan terlelap tanpa ada suara tangisan.


"Berbahagialah, Nak. Jangan sampai putra Mami merasakan apa yang pernah Mami rasakan dulu," monolog Vefe sendiri.


Hampir dua jam mata tidak bisa terpejam. Masih termenung memikirkan keberadaan orang tua yang kini entah di mana. Sekarang sudah pasrah tidak lagi berniat mencari keberadaan orang tua.


Baby Aaron mulai terbangun karena haus. Suaranya menangis melengking menandakan di haus berat. Perlahan Vefe melepas tautan yang melingkar di perut Khan.


"Sabar ya, Nak. Tunggu Mami cuci tangan sebentar." Vefe harus berlari menuju wastafel dekat kamar mandi.


Vefe langsung memangku putranya untuk diberikan ASI. Mulai dari lahir sudah terbiasa setiap dua jam sekali terbangun meminta jatah asupan gizi. Hanya dalam waktu setengah jam baby Aaron kenyang dan terlelap.

__ADS_1


Vefe membaringkan putranya di boks bayi. Setelah lebih dari tengah malam baru bisa terlelap untuk mengistirahatkan badannya. Nanti di waktu tiga perempat malam pasti baby Aaron akan terjaga lagi.


Pagi harinya setelah Aaron mandi bersama Bunda Fatia dan berjemur dekat kolam renang. Waktunya Khan kembali bermanja-manja dengan istri. Minta di temani mandi dan membantu memakai baju dan dasi.


Vefe harus berjinjit saat membantu memakaikan dasi. Khan selalu tersenyum sambil melihat bibirnya yang memerah. Ingin rasanya melahap jika tidak mengingat masih dalam nifas.


"Apa sih, Papi Bule?"


"Papi pingin itu!" Khan menunjuk bibir Vefe.


"Nih ...!" Vefe memonyongkan ke dua bibirnya mendekati bibir Khan.


Khan langsung melahap bibir itu dengan rakus, Vefe langsung mendorong badan Khan setelah sesaat Khan tidak berhenti menikmati bibir kenyalnya. Khan melepas tautan setalah Vefe terus mendorong.


"Apa sih, Sayang. Papi belum puas menikmati ini?"


"Coba lihat sekarang jam berapa?"


"Waduh ... Papi mau meeting jam delapan."


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa mampir yo shobat di novel teman author yang sangat rekomen banget, sambil menunggu KKJ up lagi.



__ADS_2