Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 197. Koperasi


__ADS_3

Mata Khan terbuka lebar saat melihat ada foto Eno di antara Ibu sosialita. Sebagian besar di antaranya sudah berumur. Hanya ada sedikit yang masih muda termasuk Eno. Mereka memakai seragam dengan baju bermerk terkenal.


Tante Darwati Raharjanto datang sambil menepuk pundak Vefe dan langsung bercerita, "Itu group sosialita Tante Prapti yang mendirikan koprasi, tabungan dan arisan dolar dan emas."


"Di antara mereka, siapa pimpinannya, Tante?" tanya Vefe.


"Itu yang di tengah."


"Si Eno ... yang mendirikan koperasi nya, Tante?" tanya Khan heran.


"Bukan Eno, panggilan dia Jeng Wulan."


Khan semakin kaget dan heran nama yang selalu dibanggakan kini dirubah menjadi panggilan nama belakang yaitu Wulandari. Ada hal yang mencurigakan dibalik pergantian namanya.


"Tante sudah lama kenal dia?" tanya Khan.


"Belum sih, sekitar satu tahun belakangan ini, dia ketua arisan sosialita."


"Siapa lagi pengurus selain dia?"


"Tante juga kurang faham, tetapi semua yang mengatur Jeng Wulan dan May sebagai wakilnya?"


Sering ada penipuan berkedok arisan atau koprasi dan iming-iming keuntungan yang tinggi. Baik uang ataupun barang berharga mulai dari emas, berlian dan permata. Sebagian besar ibu-ibu hanya mempertimbangkan keuntungan, tetapi tidak mempertimbangkan keamanan dan legalitas dari koprasi itu sendiri.

__ADS_1


"Tante wanita ini bekas karyawan saya namanya Retno Wulandari, ibunya dia teman dari Bunda Fatia, bukan saja tidak percaya kepada Tante, tetapi sebaiknya Tante berpikir dua kali untuk menginvestasikan uang atau perhiasan."


"Oya ... berarti dia tetangga Nak Khan di Surabaya?"


"Betul sekali, Tante. Saya juga punya pengalaman pribadi yang kurang baik dengan dia."


"Pengalaman pribadi, bagaimana maksudnya?"


Khan menceritakan tentang perjodohan yang dilakukan Bunda Fatia dulu. Tentang Eno yang sok menjadi calon istri padahal Khan tidak mau. Sampai dia masih mengejarnya walau sudah menikah dengan Vefe.


"Kemarin dia pernah bercerita kepada group kami sambil menangis tentang masa lalu," cerita Tante Suprapti Raharjanto.


"Cerita apa, Tante?" tanya Vefe.


"Ceritanya terbalik, Tante. Wanita gila itu yang nekat ingin menikah dengan saya walaupun saya tidak mau, saya sampai hampir putus asa mengejar cinta keponakan Tante yang cantik ini," kata Khan sambil menarik dan memeluk Vefe erat.


Tante Suprapti Raharjanto mengangguk dan mulai memahami kejadian sebenarnya. Ada banyak kejanggalan dari cerita Jeng Wulan beberapa bulan ini. Yang terkadang membuat bingung, tetapi teman-teman sosialita sering meyakinkan kesungguhan dari koprasi yang didirikan oleh Jeng Wulan.


"Dia terlihat pandai saat bercerita, tetapi Tante terkadang ragu. Keuntungan yang diberikan kepada kami selalu lancar walau terkadang telat."


"Tante menginvestasikan banyak di koprasi itu?" tanya Khan lagi.


"Lumayan juga, jadi Tante harus bagaimana ini?"

__ADS_1


"Kalau bisa tarik sedikit demi sedikit, Tante. Jika Tante yakin koperasi itu solid silahkan saja sih."


"Tante takut nanti dimusuhi teman-teman yang sangat mempercayai Jeng Wulan, bagaimana dong?"


"Untuk sementara Tante jangan cerita dulu sebelum ada bukti, sambil diselidiki."


"Baiklah ... jika suatu saat nanti Tante ada bukti dan memerlukan bantuan, apakah Nak Khan bisa membantu Tante? "


"Insyaallah ...."


Sedang asyik berbincang tentang Eno, datang teman sosialita Tante Suprapti yang datang sambil menangis tersedu-sedu. Wanita yang seumuran dengan Tante Suprapti itu datang dengan wajah yang sedih dan mata sebab karena menangis.


"Jeng Prapti ... tolongin aku, " katanya sambil terisak.


"Ada apa, Kak Farah?" tanya Tante Suprapti Raharjanto memeluknya dengan erat.


"Laki aku tidak pulang malam ini, kemarin dia izin bertemu dengan Jeng Wulan."


Khan dan Vefe saling pandang mendengar cerita teman Tante Suprapti Raharjanto. Keduanya berpikiran yang sama kemungkinan Eno sedang ada main dengan suami dari wanita yang dipanggil Kak Farah. Mengingat penampilan wanita yang baru datang itu terlihat glamaur, kemungkinan suaminya bukan sembarang orang.


"Ada apa laki Kak Farah bertemu dengan Jeng Wulan?"


"Kemarin Jeng Wulan bertemu dengan kami saat di restoran, dia menawarkan kerjasama koperasi perusahaan pada laki aku. Katanya meeting tetapi sampai sekarang tidak pulang."

__ADS_1


__ADS_2