
Mommy Astrid terlihat sangat bahagia setelah kehadiran keluarga Kakek Raharjanto. Beban rasa bersalah yang telah di rasakan selama ini hilang sudah. Benar kata pepatah pasti akan indah pada waktunya.
Berbincang dengan akrab, masak bersama dan makan juga dilakukan bersama-sama. Satu hari ini mereka terus saja berbincang dan berkumpul. Khan akhirnya ikut suasana gembira setelah ikut bergabung dan berbincang.
Malam harinya mereka menginap di hotel yang ada di dekat rumah Mommy Astrid. Tidak mungkin cukup rumah Mommy Astrid untuk semua keluarga yang datang. Sekalian Mommy Astrid dan Daddy Kim Oen juga ikut menginap di hotel.
Khan masuk kamar dengan hiasan khusus honeymoon dengan wajah di tekuk. Padahal tadi sudah bahagia saat bergabung dengan keluarga. Melihat kamar yang sangat romantis dia teringat lagi dengan rencana awal saat berangkat.
"Papi ... mengapa mukanya kusut lagi seperti baju belum di setrika begitu?"
"Papi kasihan kamarnya cantik banget tetapi tidak dimanfaatkan dengan cantik pula."
"Sabar ya, Papi cantik ... Eee salah Papi ganteng."
"Mami tidak lucu!"
"Mami memang tidak lucu, tetapi Mami cantik 'kan?"
"Nah kalau itu baru betul, Mami itu paling cantik."
"Terima kasih."
"Ayo kita tidur."
Malam ini Khan hanya bisa memeluk Vefe dengan erat. Hanya menghayal sendiri sambil memejamkan mata. Akhirnya bisa tertidur pulas sampai pagi tanpa ada gangguan.
Keesokan harinya seluruh keluarga diajak Daddy Kim Oen dan Mommy Astrid berwisata di sekitar San Fransisco. Yang pertama di kunjungi hari ini adalah Golden Gate Park dan jembatan Goden Gate.
Golden Gate Park adalah taman buatan kebanggaan warga San Francisco, California, Amerika Serikat. Taman yang sangat luas dan sangat asri. Sangat ramai jika saat hari libur atau saat pagi hari.
__ADS_1
Golden Gate Park merupakan bagian San Fransisco yang unik. Tempat yang cocok untuk memisahkan diri dari keramaian pusat kota. Memberi kesan seolah memasuki dunia baru sejak langkah pertama masuk area taman.
Taman dengan berbagai fasilitas, area piknik, museum, dan danau di lahan seluas lebih dari 1.000 are. Banyak aktivitas yang dapat lakukan di sana. Sangat cocok jika datang rombongan keluarga seperti sekarang ini.
Keluarga Tante Darwati dan Tante Suprapti menyewa sepeda untuk dapat menikmati semua yang ditawarkan oleh Golden Gate Park. Sehingga mereka bisa semaksimal mungkin menikmati pemandangan dan udara segar sepanjang area taman.
Khan dan Vefe memilih menikmati daya tarik taman yang paling digemari di sisi timur, diantaranya Botanical Gardens, Japanese Tea Garden, Conservatory of Flowers, dan Academy of Science. Menikmati indahnya berjalan berdua karena baby Aaron sedang bersama Bunda Fatia.
Saat memasuki Japanese Tea Garden, Khan dan Vefe seolah berada di Jepang. Taman dengan desain Jepang, lengkap dengan pagoda, kolam ikan koi dan kedai teh, "Mami, mau menikmati teh di sana?"
"Boleh ... ayo kita duduk di sana, Pi!"
Ada meja dengan dua kursi kecil yang saling berhadapan. Meniikmati secangkir teh di Japanese Tea House tradisional dengan pemandangan kolam ikan koi yang indah. Sangat romantis apalagi saling memandang dengan tatapan penuh cinta.
Sedangkan Bunda Fatia, Ayah Jose, Mommy Astrid, Daddy Kim Oen dan Kakek Raharjanto sedang melihat kerbau dan bison raksasa yang berkeliaran di sektiar Spreckles Lake. Hewan khas Amerika yang terkenal sangat besar itu dengan santai menikmati rumput yang menghampar luas.
Tepat tengah hari seluruh keluarga kembali berkumpul. Mereka berada di danau buatan yang sangat luas. Danau Stow luke yang berada di sisi barat Golden Gate Park. Menyewa perahu kayuh untuk berkeliling danau mengagumi pemandangan di sana.
Selesai berkeliling danau, seluruh keluarga menuju sisi barat taman. Dari danau langsung tersambung ke Ocean Beach dan Beach Chalet Restaurant and Bar yang digemari warga sekitar. Menikmati makan siang di restoran yang terkenal dengan olahan ikannya.
Di restoran olahan ikan ini Khan tersenyum sendiri saat baru saja duduk. Teringat dulu saat pertama kali berkunjung ke panti asuhan. Mengenal dan makan ikan asin untuk pertama kalinya.
"Kok senyum sendiri gitu, Pi. Sedang memikirkan apa?" tanya Vefe.
"Melihat banyak olahan ikan, Papi teringat saat makan ikan asin di panti asuhan."
"Papi baru pertama kali makan ikan asin ya waktu itu?"
"Iya rasanya asin banget, tetapi saat melihat ada bidadari di depan ikan asinnya jadi manis."
__ADS_1
"Gombal ...!"
Khan tergelak mendengar ucapan Vefe, "Benar itu, Mami Sayang. Apalagi saat Papi menerima suapan dari Mami, Buaaaah rasanya sangat nikmat!"
"Apakah di sini juga ada ikan asin, Pi?"
"Ikan asin adanya di Indonesia saja, tidak ada di sini dong, Mami."
"Coba cari tahu sana, siapa tahu ada!" perintah Vefe.
"Idih ... mengapa harus cari ke sana, ini ada buku menu."
Vefe hanya nyengir kuda saja, lupa kalau sekarang berada di restoran luar negeri. Ikut membaca dan melihat satu persatu menu ikan dengan berbagai olahan. Ada yang di goreng, bakar, stim ataupun di asap.
Dari menu yang dilihat, Vefe memilih Thin fried catfish. merupakan hidangan tradisional Amerika Selatan yang tepatnya berasal dari kawasan New Orleans. Olahan ini sangat digemari oleh pengunjung restoran karena rasanya yang renyah dan gurih.
Makanan ini terbuat dari filet ikan lele yang diiris sangat tipis. Dilapisi tepung roti setelah dimarinasi dengan bumbu. Kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.
Bumbu-bumbu yang dibutuhkan meliputi garam, merica, bawang putih bubuk, dan bawang merah bubuk. Tambahkan cabai rawit dan kulit lemon untuk memperkuat rasa. Sangat cocok disajikan dengan saus tartar, saus koktail, atau irisan lemon di sampingnya.
Khan memilih ikan gurame yang stimulasi dengan bumbu kuning. Keluarga yang lain memilih dengan olahan ikan sesuai selera. Ada juga yang memilih olahan ikan yang berkualitas yaitu soup ikan.
Setelah menu makanan di hidngkan di meja makan. Ditambah roti California sourdough bread yang di potong tipis. Tidak ada nasi yang ada di meja makan.
Seluruh keluarga awalnya saling pandang. Saat memesan satu persatu menu mereka membayangkan ditambah dengan nasi panas akan sangat nikmat. Terutama keluarga Kakek Raharjanto yang baru pertama kali berkunjung ke luar negeri.
"Makannya ini pakai roti ini saja?" tanya Tante Suprapti.
"Maaf ... di sini tidak ada hidangan nasi seperti di Indonesia," jawab Mommy Astrid.
__ADS_1
"Waduh kurang nendang jadinya dong." Tante Darwati juga bingung dan heran.
"Makan aja yang ada, lain kali kalau panjang umur dan bisa berkunjung ke sini lagi nanti bawakan beras dari Indonesia," jawab Kakek Raharjanto sambil tersenyum.