Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 158. Pandangan Mata Tanpa Berpaling


__ADS_3

Khan, Vefe dan Asisten Satria berlari mendekati keluarga Mr. Kim Oen. Nyonya Astrid di bopong putranya Lee Kim Oen. Dibaringkan di sofa yang ada di depan lobi hotel.


"Mom ... Wake up, bangun!" Lee kim Oen menepuk pipi Nyonya Astrid perlahan.


Mr. Kim menggosok telapak tangannya perlahan, "Darling ... Come on Wake up!"


Mr. Kim dan putranya terus menepuk dan memanggil Nyonya Astrid. Vefe yang membawa tas perlengkapan baby Aaron. Dia langsung membuka tas dan membertikan minyak kayu putih, "Coba pakai minyak kayu putih ini!"


"Terima kasih." Lee langsung mnengambil dan mengoleskan minyak itu di hidung Nyonya Astrid.


Perlahan Nyanya Astrid membuka mata. Yang pertama di lihatnya adalah Lee putranya. Mendongak ke atas ada tiga orang yang berdiri di depannya. Dia langsung duduk dan mengangguk, "Maaf ...."


"Anda baik-baik saja, Nyonya?" tanya Vefe.


Nyonya Astrid mengangguk sambil memandang dengan lekat wajah Vefe. Pandangan mata yang tidak bisa diartikan oleh siapapun. Sorot matanya yang terlihat menyimpan misteri.


"Mommy ... Apakah sudah sehat?" tanya Lee Kim Oen.


"Ya Mommy is ok."


"Mommy, perkenalkan itu Tuan Khan dan Nyonya, dan yang sebelahnya Asisten Satria," kata Mr. Kim memperkenalkan klainnya.


"Halo ... Selamat sore, Nyonya Astrid," kata Khan sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Selamat sore, boleh saya tahu nama istri Anda, Tuan Khan?" tanya Nyonya Astrid.


"Tentu, namanya Vena Fatmala, sering dipanggil Vefe." Khan menjawab sambil merangkul Vefe.


"Sebaiknya Anda beristirahat dulu, Nyonya. Apakah perlu kami panggilkan dokter?" tanya Asisten Satria.


"Tidak perlu, Asisten Satria. Terima kasih."


Mr. Kim Oen mengajak istri dan putranya untuk beristirahat di kamar mereka. Sambil berjalan digandeng Lee Kim Oen. Mata Nyonya Astrid selalu terfokus pada Vefe.


Sampai Khan dan Vefe berbelok ke masuk kamar. Mata Nyonya Astrid tidak juga berpaling. Sampai mereka menutup pintu kamar dia masih terpaku dan menghentikan langkahnya.


"Mom ... Come on!" teriak Lee Kim Oen.


Vefe yang menyadari dengan tingkah aneh dari Nyonya Astrid. Dia langsung bertanya kepada suaminya, "Papi ... Mengapa Nyonya Astrid itu melihat Mami sampai segitunya ya?"


Khan yang tidak memperhatikan wanita itu menjawab dengan asal, "Mungkin dia kagum karena Mami itu sangat cantik, masih muda dan sangat ...?" jawab Khan dengan asal dan sengaja tidak meneruskan ucapannya.


Khan menarik tubuh Vefe masuk dalam pelukannya. Dia ingin mencuri start ingin melakukan pemanasan. Baru mulai membelai rambut Vefe, ada suara ketukan pintu dari luar dan suara tangisan baby Aaron yang terdengar.


"Papi awas ... Mami mau buka pintu!"


"Yaaa ada aja gangguannya, padahal ingin curi start sedikit saja," gerutu Khan sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Saat pintu dibuka, tidak hanya Mpok Ria yang menggendong baby Aaron yang berdiri di depan pintu. Ada Asisten Satria, Mr. Kim Oen juga sedang berdiri menunggu Khan keluar.


"Tuan ...!" panggil Asisten Satria.


"Ada apa?" tanya Khan.


"Mr. Kim mengajak kita meeting sekarang, ini beliau juga sudah ada di sini," jawab Asisten Satria sambil menunjuk Mr. Kim Oen yang berdiri di sampingnya.


Vefe menggendong baby Aaron dan mengajak Mpok Ria masuk kamar hotel. Khan berpamitan keluar hotel untuk meeting dengan mencium pipi baby Aaron, "Papi kerja dulu ya."


"Iya Papi semoga lancar," jawab Vefe dengan menirukan suara anak kecil mewakili putranya.


Setelah selesai membantu Vefe memandikan baby Aaron. Mbok Ria menemani Vefe dan berbincang sebentar sampai baby Aaron terlelep.


Dengan menggunakan bahasa isyarat Mbok Ria berpamitan. Keluar kamar menuju kamarnya sendiri yang ada di sebelah kamar vefe. Vefe langsung mandi untuk membersihkan diri mumpung putranya masih terlelap.


Vefe bersantai duduk di sofa sambil menonton televisi setelah selesai mandi. Sambil menikamti buah yang sudah dipotong dadu yang diambil dari kulkas samping televisi. Baru menyuap satu potong buah melon menggunakan garpu ada suara pintu di ketuk.


Suara ketukan itu terdengar ragu-ragu karena suaranya pelan dan sesaat terdiam. Setelah sekali lagi di ketuk bergegas Vefe membukakan pintu. Alangkah kagetnya setelah melihat orang yang telah berdiri dii depan pintu sambil tersenyum, "Anda ingin bertemu dengan saya, Nyonya?"


BERSAMBUNG


Jangan lupa mampir yok shobat di novel teman author yang rekomen banget dibawah ini, sambil menungu KKJ up lagi besok.

__ADS_1



__ADS_2